RI Disebut Bebas COVID 10 Tahun Lagi, Moeldoko: Belajar Sini Dulu

Oleh: Andrian Pratama Taher - 8 Februari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah pemberitaan media asing bahwa Indonesia baru bisa kembali normal 10 tahun mendatang.
tirto.id - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah pemberitaan media asing bahwa Indonesia baru bisa kembali normal 10 tahun mendatang. Ia justru menantang media internasional untuk belajar penanganan COVID-19 secara langsung.

"Nggak lah. Itu berlebihan itu. Suruh belajar ke sini dulu lah Bloomberg itu," kata Moeldoko dalam webinar "Jurnalisme Berkualitas: Menguatkan Berkelanjutan Profesi Wartawan dan Penerbitan Pers", Minggu (7/2/2021).

Media Bloomberg melakukan analisis waktu selesainya pandemi COVID-19 di beberapa negara dengan menggunakan vaksin. Bloomberg memprediksi pandemi COVID 19 di Indonesia baru berakhir 10 tahun lagi karena angka vaksinasi Indonesia masih 60.433 dosis vaksin per hari sementara kasus infeksi mencapai 1,13 juta dengan total kematian 31,2 ribu orang.

Selain Indonesia, Bloomberg juga memprediksi India butuh 10 tahun karena vaksin yang tersedia baru 299 ribu dosis sementara kasus mencapai 10,8 juta dengan angka kematian 154,8 kasus.

Moeldoko menuturkan, pemerintah sudah berusaha untuk bertindak cepat dalam penanganan COVID-19. Sebagai contoh, pemerintah mendorong pencarian ventilator serta membuat ventilator lokal. Kemudian, pelaksanaan tes cepat (rapid test) mulai gencar. Terkini, pemerintah sudah berusaha mencari vaksin di saat negara-negara lain belum berpikir pengadaan vaksin.

"Dalam konteks era itu di mana geopolitik seperti saat ini bahwa vaksin itu menjadi barang yang diperebutkan sekarang. Tidak mudah mencari vaksin," kata Moeldoko.

Moeldoko mengatakan, pemerintah sudah membahas langkah demi memenuhi target Presiden Jokowi dalam penanganan COVID-19 selesai 1-1,5 tahun. Ia semakin optimistis target bisa terealisasi karena vaksin merah putih akan diproduksi pada tahun 2022 awal.

"Orang Indonesia itu kalau kepepet itu banyak akalnya," kelakar Moeldoko.

Moeldoko juga menjawab soal pernyataan Moeldoko tentang ada permasalahan data hingga 2 juta orang. Ia mengatakan, pemerintah sudah menyadari permasalahan tata kelola data. Pemerintah pun sudah berusaha memperbaiki terus data. Ia pun menuturkan, perbaikan data lebih baik daripada tidak bertindak sama sekali.

"Bahwa ada persoalan bukan berarti kita berhenti berbenah. Itu kuncinya," kata Moeldoko.


Baca juga artikel terkait PANDEMI COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri
DarkLight