tirto.id - Jajaran pimpinan dan ketua fraksi DPRD Kabupaten Jember menemui langsung ratusan mahasiswa dalam aksi unjuk rasa #IndonesiaCemas, Senin (15/6/2026). Pihak dewan menandatangani pakta integritas untuk meneruskan empat tuntutan massa ke pemerintah pusat.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah isu nasional dan menuntut pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk menjawab persoalan ekonomi, kebijakan publik, hingga revisi sejumlah regulasi yang dinilai berdampak terhadap masyarakat.
Aksi yang berlangsung di Bundaran DPRD Jember itu mendapat respons langsung dari hampir seluruh anggota DPRD Jember. Tampak seluruh unsur pimpinan DPRD bersama para ketua fraksi turun menemui massa aksi dan melakukan dialog terbuka untuk mendengarkan tuntutan yang disampaikan mahasiswa.
Tuntutan Aksi #IndonesiaCemas

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyerahkan empat poin tuntutan utama. Pertama, penghentian krisis ekonomi dan kegagalan fiskal melalui penurunan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
Kedua, realokasi anggaran serta evaluasi tata kelola program prioritas pemerintah, khususnya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Indonesia Koperasi Pangan (KIKP).
Ketiga, revisi Undang-Undang Polri serta penghentian praktik kriminalisasi. Keempat, revisi Undang-Undang TNI dan penghentian praktik militerisme di ruang sipil.
Sebagai bentuk komitmen, DPRD Jember menandatangani pakta integritas yang berisi kesediaan untuk meneruskan seluruh aspirasi mahasiswa kepada pemerintah pusat, DPR RI, dan Presiden Republik Indonesia.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim; Wakil Ketua DPRD Jember, Fatmawati dari Fraksi NasDem; Widarto dari Fraksi PDI Perjuangan; dan Fuad Akhsan dari Fraksi PKB.
Selain unsur pimpinan DPRD, sejumlah ketua fraksi yang hadir di tengah massa aksi antara lain Ketua Fraksi Gerindra, Hanan Kukuh Ratmono; Ketua Fraksi NasDem, David Handoko Seto; Ketua Fraksi Golkar, Amanah M. Holili Asyari; Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Edi Cahyo Purnomo; Ketua Fraksi PKB, Nurhuda Candra; Ketua Fraksi PKS, Nanang Mohammad Nasir; serta anggota Fraksi PPP, Siti Baidaus Sholehah.
Sementara Ketua Fraksi PPP, Ikbal Wilda Fardana, diketahui sedang dalam perjalanan dinas ke Surabaya untuk mengambil surat keputusan ke DPP. Meski tidak hadir secara langsung, komunikasi dilakukan melalui sambungan telepon dan video call, sedangkan penandatanganan pakta integritas diwakili oleh Anggota Fraksi PPP, Siti Baidaus Sholehah.
DPRD Jember Janji Teruskan Aspirasi Aksi #IndonesiaCemas
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jember dan Cipayung Plus menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Jember, Senin (15/6/2026). tirto.id/Jember Yang Itu

Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, mengatakan, pihaknya menerima seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan akan menjalankan fungsi representasi dengan meneruskannya ke tingkat nasional.
“Pada hari ini kami menerima aspirasi dari BEM se-Jember dan Cipayung Plus yang terdiri dari beberapa organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Jember. Mereka menyuarakan isu-isu nasional yang ada di Pemerintahan Republik Indonesia. Ada empat tuntutan yang disampaikan kepada kami untuk diteruskan kepada pemerintah pusat,” ujarnya.
Ahmad Halim menegaskan, DPRD Jember memiliki kewenangan sebagai lembaga perwakilan rakyat di daerah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat.
Menurut Legislator asal Gerindra ini, tuntutan yang disampaikan mahasiswa di Jember juga sejalan dengan aksi serupa yang berlangsung di berbagai daerah di Indonesia.
“Sesuai dengan wewenang, tugas, dan fungsi kami sebagai lembaga perwakilan di tingkat daerah, kami akan meneruskan tuntutan-tuntutan ini kepada pemerintah pusat maupun DPR RI dan Presiden. Kami juga akan memberikan bukti kepada teman-teman mahasiswa bahwa aspirasi tersebut benar-benar kami kirimkan. Tadi kami sudah menandatangani pakta integritas untuk diteruskan ke pusat,” katanya.
Setelah dialog berlangsung dan pakta integritas ditandatangani, massa aksi membubarkan diri secara tertib.
Mahasiswa berharap DPRD Jember dapat mengawal komitmen tersebut hingga aspirasi yang mereka suarakan benar-benar sampai dan mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
Sebelumnya diberitakan, sekitar 500-an mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jember dan Cipayung Plus menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Jember, Senin sore.
Mereka turun ke jalan membawa tagar #IndonesiaCemas sebagai bentuk kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat luas.
Aksi diawali dengan long march dari kawasan Double Way Universitas Jember (Unej) menuju bundaran depan Gedung DPRD Jember.
Sepanjang perjalanan, massa membawa berbagai poster dan spanduk berisi tuntutan serta kritik terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan kebijakan nasional yang tengah menjadi perhatian publik.
“Gerakan ini datang dari kawan-kawan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Jember bersama Cipayung Kabupaten Jember yang meliputi PMII, GMNI, IMM, dan HMI. Ada empat ikatan Cipayung yang terlibat dalam aksi hari ini,” ujar Koordinator Lapangan Aksi dari Cipayung Plus, Alfin Maulana, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di sela aksi.
==============
Jember Yang Itu adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.
Penulis: Jember Yang Itu
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































