Menuju konten utama

Rencana PBB Rekrut Haji Lulung Dinilai Tak Istimewa

Rencana bergabungnya Lulung ke PBB dinilai tak akan banyak menggenjot suara partai yang dipimpin Yusril itu.

Rencana PBB Rekrut Haji Lulung Dinilai Tak Istimewa
Anggota DPRD Abraham Lunggana menghadiri deklarasi Rumah Amanah Rakyat di Jl. Cut Nyak Dien No.5 Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/8). TIRTO/Andrey Gromico

tirto.id - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengklaim Abraham Lunggana alias Haji Lulung bakal menjadi kader partai berlambang bulan sabit dan bintang. Rencana bergabungnya Lulung dalam kepengurusan PBB dinilai tak akan banyak menggenjot suara partai yang sempat mengusung Susilo Bambang Yudhoyono pada Pemilu Presiden 2004 itu.

Ketua Bidang Pemenangan Presiden DPP PBB Sukmo Harsono mengatakan partainya sudah menyiapkan posisi tinggi untuk mantan Ketua DPW PPP DKI Jakarta tersebut seandainya jadi bergabung dengan dengan PBB.

“Kami menyiapkan posisi. Kalau mau di Ketua DPW DKI boleh, mau masuk ketua pemenangan boleh. Kami kaji dulu Pak Haji Lulung maunya apa,” kata Sukmo kepada Tirto, Rabu (18/4/2018).

Selain posisi di atas, Sukmo menyebut, PBB membuka peluang jabatan lain sesuai keinginan Pimpinan DPRD DKI itu. Penyediaan jabatan itu sebaga bentuk penghormatan PBB terhadap Lulung.

Guna membahas rencana tersebut, Sukmo mengatakan, Yusril akan bertemu dengan Lulung sebelum bulan Ramadan. Pertemuan itu sebagai tanda kepastian kepindahan tokoh Tanah Abang tersebut ke PBB.

Belum Ada Sikap

Klaim PBB tentang rencana kepindahan Lulung dibantah fungsionaris PPP. Wakil Ketua Umum PPP Syaifullah Tamliha menyatakan belum ada pernyataan resmi dari Lulung terkait rencana kepindahannya ke PBB.

“Belum lapor," kata Tamliha kepada Tirto.

Keterangan serupa juga dikatakan Ketua Fraksi PPP di DPR, Reni Marlinawati. Reni menyatakan Lulung tak punya keinginan untuk pindah dari PPP. Keterangan itu, kata Reni, berdasarkan hasil komunikasi terakhirnya dengan Haji Lulung.

"Pak Lulung bilang masih mencintai PPP. Kira-kira begitu info yang baru saya dapat," kata Reni kepada Tirto.

Pertemuan terakhir Reni dengan Lulung dilakukan dua hari lalu. Hingga saat ini, Reni mengaku belum kembali bertemu dan berkomunikasi dengan pendukung Djan Faridz itu, sehingga tidak bisa menyampaikan informasi lebih lanjut.

"Selebihnya saya punya keyakinan bahwa Pak Lulung adalah kader terbaik PPP. Saat berkonflik pun, Pak Lulung tetap di PPP. Saya pastikan sampai kapan pun, Pak Lulung tetap menjadi kader terbaik PPP," kata Reni.

Meski begitu, Reni mengatakan PPP tidak akan mempermasalahkan jika Lulung berniat hijrah partai. Menurut Reni, perpindahan partai merupakan hak pribadi seorang warga negara yang dijamin undang-undang dalam menentukan sikap politik pribadinya.

Ia pun meyakini, perpindahan Lulung ke PBB tidak akan berdampak signifikan untuk PPP. “Karena sebagai orang yang turun ke lapangan, kader-kader juga masih setia pada PPP. Semua masih punya ghirah bergerak,” kata Reni.

Dihubungi secara terpisah, Lulung menyampaikan dirinya belum punya niatan untuk pindah ke PBB. Ia mengaku sudah mendapat ajakan dari Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra dan sejumlah ketua umum partai lain.

“Saya masih cinta dengan PPP. Susah memindahkan hati ini," kata Lulung kepada Tirto.

Kesetiaannya pada PPP, kata Lulung, karena partai berlambang ka'bah itu masih menjadi wadah yang paling tepat untuk menyalurkan aspirasi politik. Perbedaan sikap politik antara dirinya dengan pimpinan PPP saat ini, menurutnya pun tak akan menjadi penghalang untuk berkhidmat pada partai.

“Kalau teman-teman lain di PPP DKI ingin pindah, ya, silakan,” kata Lulung.

Terkait tawaran jabatan dari PBB, Lulung pun mengaku tak begitu memikirkannya. Menurutnya, itu adalah kebijakan internal partai berlambang bulan sabit dan bintang tersebut. “Saya belum terpikir untuk pindah,” kata Lulung menegaskan.

Infografik Current Issue Kemana lulung melangkah

Lulung Tak Signifikan Bantu PBB Lolos Parlemen

Wacana menggaet Haji Lulung yang dilakukan PBB dinilai Rully Akbar selaku peneliti politik dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, muncul karena PBB kehilangan figur yang bisa digunakan untuk meraih simpati publik. Saat ini, PBB menyisakan Yusril sebagai figur utama partai.

“[Tapi] Yusril sudah kehilangan masanya. Tokoh baru tidak ada,” kata Rully.

Tak hanya kehilangan figur, PBB juga bukan partai yang memiliki basis dukungan dari organisasi masyarakat Islam atau dekat dengan organisasi masyarakat Islam seperti PKB dan PAN. PKB punya basis massa Nadlatul Ulama dan PAN dekat dengan Muhammadiyah.

Kondisi ini, disebut Rully, menyebabkan PBB butuh tokoh yang bisa menggaet massa dan dikenal publik. Masuknya La Nyalla Mataliti dan munculnya keinginan menggaet Haji Lulung ke dalam kepengurusan, kata Rully, diproyeksikan untuk menggaet dukungan.

“Tapi kalau seperti La Nyalla dan Lulung, efeknya tidak signifikan," kata Rully.

Analisis nyaris sama dikemukakan Sirajudin Abbas yang merupakan peneliti politik dari lembaga Saiful Mujani Research Centre (SMRC). Sirajudin menilai upaya PBB merekrut Lulung tidak akan berimbas signifikan bagi upaya partai memperoleh suara ambang batas parlemen sebesar 4,5 persen.

“Karena dia [Lulung] masih tokoh lokal, bukan nasional," kata Sirojudin kepada Tirto.

Lagi pula, kata Sirojudin, suara Lulung hanya sebesar satu kursi di DKI Jakarta. Sehingga, menurutnya, tidak akan banyak membantu PBB untuk meraih massa dalam jumlah besar.

Sebaliknya, kata Sirojudin, PBB mengubah strategi pengenalan partai ke masyarakat dengan mengakomodir tokoh Islam moderat dan nasionalis. Menurutnya, PBB saat ini lebih condong ke arah konservatif dengan kampanye pro-HTI dan upaya mengembalikan Piagam Jakarta.

“Ruang itu sempit. Karena PAN, PKS dan Gerindra juga memainkan pola yang sama,” kata Sirojudin.

Baca juga artikel terkait PARTAI POLITIK atau tulisan lainnya dari M. Ahsan Ridhoi

tirto.id - Politik
Reporter: M. Ahsan Ridhoi
Penulis: M. Ahsan Ridhoi
Editor: Mufti Sholih