Menuju konten utama

Relawan Jokowi Dyah Kartika Jadi Komisaris Jasa Raharja

Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk eks tim sukses Jokowi sebagai komisaris independen PT Jasa Raharja.

Relawan Jokowi Dyah Kartika Jadi Komisaris Jasa Raharja
Proses pelayanan yang dilakukan di kantor Jasa Raharja. Antaranews Papua/Dhias suwandi

tirto.id - Kementerian BUMN resmi mengangkat Dyah Kartika Rini atau Kartika Djoemadi sebagai komisaris independen PT Jasa Raharja.

Dyah sebelumnya sempat menjadi relawan Joko Widodo sejak 2012. Waktu itu Jokowi mengikuti ajang pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 dan berlanjut hingga Pemilihan Presiden RI 2014.

“Selamat kepada Ibu Dyah Kartika Rini yang telah diangkat sebagai Komisaris Independen PT Jasa Raharja,” ucap akun Instagram PT Jasa Raharja, Rabu (28/10/2020).

Adapun setelah penambahan itu, susunan Dewan Komisaris PT Jasa Raharja adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama

  • Bapak Budi Setiyadi
Anggota Komisaris

  • Setya Utama
  • Suprianto
  • Ibu Humaniati
Komisaris Independen

  • Antonius
  • Dyah Kartika Rini

Penunjukan Dyah menambah daftar panjang relawan Jokowi yang mendapat bagian di level perusahaan plat merah. Sebelum Dyah ada, Ulin Yusron yang diberi jabatan komisaris independen PT Indonesia Tourism Development. Ulin yang juga memiliki latar belakang bidang media daring sempat menjadi orang yang lantang menyatakan dukungannya ke Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres tahun 2019.

“Ulin Ni’am Yusron mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Donni Aldian, yang sebelumnya telah ditunjuk menjadi Komisaris Independen ITDC,” bunyi keterangan resmi ITDC, Jumat (23/10/2020).

Lalu ada juga Eko Sulistyo, mantan tim sukses (timses) Presiden Joko Widodo sejak Pilkada Solo. Eko juga tercatat pernah menjabat sebagai Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan.

Eko ditunjuk sebagai komisaris PT PLN. Komisaris PT PLN kini semakin gemuk dengan total mencapai 11 orang menyamai jumlah direksinya.

“Dengan ini disampaikan bahwa RUPS mengangkat Sdr. Eko Sulistyo sebagai Komisaris,” ucap Corporate Secretary PLN Adi Setiawan dalam surat yang dilayangkan kepada Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 PT BEI tertanggal 16 Oktober 2020.

Baca juga artikel terkait BUMN atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Bisnis
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Zakki Amali