Menuju konten utama

Rel Sukalila Cirebon: Jejak Jalur Ekspor Dunia, Kini Dibongkar

Budayawan sesalkan pembongkaran rel jembatan Sukalila, karena menghilangkan jejak sejarah ekspor kapas dunia peninggalan tahun 1897.

Rel Sukalila Cirebon: Jejak Jalur Ekspor Dunia, Kini Dibongkar
Kondisi terakhir rel dan jembatan sungai Sukalila saat pembongkaran. Foto: CirebonBanget/Wibawa
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Salah satu objek bersejarah panjang di Kota Cirebon yakni rel dan jembatan kereta api yang terletak di atas sungai Sukalila dibongkar pada Kamis (9/4/2026). Tindakan ini dilakukan atas permintaan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon.

Pada zamannya, rel tersebut menghubungkan Klangenan, Djamblang, Plumbon, Peralatan, Tengahtani, Kedawung, Cirebon, dan juga Pelabuhan Cirebon. Pembongkaran rel ini dilakukan atas permintaan Wali Kota Cirebon.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengatakan pembongkaran rel kereta di atas Sungai Sukalila sudah atas rekomendasi dari Ditjen Kereta Api. Kata dia, rekomendasi pembongkaran mempertimbangkan kondisi rel dan jembatan tersebut yang sudah rapuh.

“Itu kan sudah sesuai dengan hasil kajian dari Ditjen KA, mereka juga sudah kesini bersama dengan tim teknis, kekuatannya juga cuma 30 persen,” katanya, Kamis (9/4/2026).

Effendi menjelaskan pula, di bawah rel kereta tersebut ada sambungan pipa gas yang berpotensi meledak apabila jembatan dan rel tersebut roboh. Dia pun mengungkap, posisi jembatan juga sudah di bawah muka sungai kalau terdorong air deras dan membentur rel itu akan meledak.

“Itu juga belum tercatat sebagai cagar budaya, ini juga demi keselamatan masyarakat, kenapa sih di kota ini harus diributkan, sedangkan di Majalengka yang besar-besar sudah tidak ada yang tersisa sudah dibongkar semua, di Gempol juga udah hilang,” lontarnya.

Di sisi lain, badan riset independen dari Cheribon Golden Heritage, Endang Kusumasari, mengatakan objek rel tersebut merupakan salah satu saksi bisu bahwa Cirebon pernah melakukan ekspor kapas pada masa kolonial.

“Berdasarkan catatan sejarah, jalur kereta ini merupakan salah satu jalur sutra yaitu jalur perdagangan inti untuk ekspor kapas, pala, dan juga minyak nabati. Dan seluruh ekspor tersebut melalui jalur yang dihancurkan tersebut,” kata Endang, Kamis (9/4/2026).

Berdasarkan data, konsesi dimulai sejak tahun 1895 sudah mulai direncanakan, mulai dibangun pada tahun 1896, dan mulai dipakai 1897.

Endang bilang, pemerhati budaya dan sejarah akan senang jika rel di atas Sungai Sukalila dijadikan monumen untuk mengenang peradaban Cirebon. Terdapat situs yang menegaskan Cirebon pernah jadi pusat perdagangan dunia pada masanya.

Endang pun mengatakan, Cheribon Golden Heritage sedang membangun citra Cirebon berbasis data. Namun, ketika sudah ada data tapi bangunan aslinya sudah hancur, Endang merasa data yang dihimpunnya berubah jadi dongeng.

“Saya khawatirnya gini, ketika data hasil riset sudah jadi apa yang kita sudah riset percuma, saya mau jangan hilangkan [rel Sukalila]. Cirebon bisa maju tapi karena budaya masa lalu juga,” tukasnya.

Di waktu yang sama, Vice President Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, meminta maaf atas kegaduhan yang diakibatkan oleh pembongkaran jembatan bersejarah tersebut.

“Jadi Pemerintah Kota Cirebon dalam hal ini Wali Kota Cirebon ingin melakukan penataan sungai Sukalila, yang memang di atasnya ada jembatan yang penuh sejarah, dan kami siap melakukan pembongkaran,” katanya.

Pihaknya juga sudah melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon memang jembatan tersebut tidak tercatat sebagai objek diduga cagar budaya, maupun objek cagar budaya.

Namun demikian, hal tersebut menjadi catatan terakhir keadaan yang ada terkait dengan perlindungan barang-barang bersejarah.

“Kami dari perusahaan akan berusaha mewujudkan program pemerintah, dan jangan sampai juga meniadakan atau menghilangkan nilai sejarah itu sendiri,” tandasnya.

==============

Cirebon Banget adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait BENDA BERSEJARAH atau tulisan lainnya dari Cirebon Banget

tirto.id - Flash News
Reporter: Cirebon Banget
Penulis: Cirebon Banget
Editor: Siti Fatimah