Menuju konten utama

7 Rekomendasi Saham Hari Ini 25 Juni 2025 & Analisanya

Simak 7 rekomendasi saham pilihan hari ini, 25 Juni 2025 lengkap dengan analisanya. Apakah perang Iran vs Israel pengaruhi bursa saham?

7 Rekomendasi Saham Hari Ini 25 Juni 2025 & Analisanya
Seorang pria memotret layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (21/2/2025). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/rwa.

tirto.id - Setelah terpuruk cukup lama, akhirnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat. Pada perdagangan Selasa (24/6), IHSG menguat +82.03 poin (1.21%) ke level 6,869.17.

Penguatan IHSG ini disinyalir ikut terimbas dari ucapan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di akun media sosialnya yang menyebut jika Iran dan Israel telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Ini tentu menjadi sinyal baik setelah kedua negara berperang 12 hari lamanya.

Simak 7 rekomendasi saham hari ini, ada saham blue chip.

Apa yang Terjadi pada Pasar Saham Selama Perang?

Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah saat ini sangat mempengaruhi pasar saham khususnya IHSG. Sejak Israel menyerang Iran pada 12-13 Juni 2025, kondisi IHSG hampir selalu terkoreksi.

Melemahnya pasar saham seringkali membuat investor takut karena tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Ketidakpastian ini membuat mereka cenderung menjual saham untuk menghindari kerugian.

Saham yang tergolong sebagai investasi berisiko tinggi membuat investor untuk memilih menjualnya dan beralih pada investasi yang lebih aman seperti emas dan dolar AS.

Rekomendasi Saham Hari Ini, 25 Juni 2025

Berikut rekomendasi saham pilihan untuk hari ini dan analisis lengkap dengan beberapa sekuritas:

1. JSMR (Jasa Marga (Persero) Tbk.)

  • Rekomendasi: Buy
  • Target Harga: 4.040
  • Stop Loss: 3.710
  • Harga Penutupan: 3.680
Harga punya peluang untuk naik kembali (rebound) dan mencoba menyentuh batas atas (disebut resistance). Indikator RSI menunjukkan bahwa kekuatan beli mulai meningkat selama dua minggu terakhir. Ini bisa jadi tanda awal bahwa harga mulai menguat. Indikator MACD memberikan sinyal bahwa harga bisa segera naik (bullish).

2. PWON (Pakuwon Jati Tbk.)

  • Rekomendasi: Buy
  • Target Harga: 416
  • Stop Loss: 364
  • Harga Penutupan: 378
Dalam jangka menengah (beberapa bulan terakhir), harga tidak naik atau turun secara signifikan, tapi bergerak mendatar. Indikator RSI menunjukkan pasar masih ragu-ragu. Indikator MACD menunjukkan bahwa momentum harga sedang melemah atau turun sejak awal Juni. Ini memberi sinyal bahwa tren penurunan mungkin masih berlanjut.

3. AMMN (Amman Mineral Internasional Tbk.)

  • Rekomendasi: Buy
  • Target Harga: 7.950
  • Stop Loss: 7.775
  • Harga Penutupan: 8.075
Ada pola Bullish Belt Hold, yaitu salah satu pola candlestick (grafik harga) yang biasanya menandakan mulainya kenaikan harga setelah sebelumnya turun.

4. MEDC (Medco Energi Internasional Tbk)

  • Rekomendasi: Buy
  • Target Harga: 1.470
  • Stop Loss: 1.440
  • Harga Penutupan: 1.320
Harga saat ini menunjukkan pola Bullish Flag, ketika harga sempat naik, lalu berhenti sejenak, dan siap naik lagi. Pola ini sering dianggap sebagai tanda harga akan lanjut naik dalam waktu dekat (jangka pendek).

5. BRIS (Bank Syariah Indonesia Tbk.)

  • Rekomendasi: Accumulative Buy
  • Target Harga: 2.540
  • Stop Loss: 2.340
  • Harga Penutupan: 2.550
BRIS menunjukkan tanda teknikal bahwa harga saham bisa berbalik naik dalam waktu dekat. Indikator MACD menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah, dan ini bisa menjadi sinyal bahwa harga siap memantul naik (rebound) dalam waktu dekat.

6. TPIA (Chandra Asri Pacific Tbk.)

  • Rekomendasi: Trading Buy
  • Target Harga: 9.750
  • Stop Loss: 8.950
  • Harga Penutupan: 9.750
Indikator teknikal menunjukkan bahwa saham TPIA sudah terlalu banyak dijual (oversold). Biasanya, kondisi seperti ini bisa jadi tanda harga akan segera naik lagi. Perusahaan anak dari TPIA, yaitu CDIA, akan melantai di bursa (go public) dan menjual saham ke publik dengan harga Rp170–Rp190 per lembar.

7. RAJA (Rukun Raharja Tbk.)

  • Rekomendasi: Trading Buy
  • Target Harga: 2.620
  • Stop Loss: 2.350
  • Harga Penutupan: 2.500
Muncul pola grafik bernama bullish spinning top, yaitu pola candlestick kecil yang menandakan keraguan pasar, tapi bisa menjadi tanda pembalikan arah ke atas (naik). Indikator stochastic menunjukkan bahwa saham ini sudah terlalu banyak dijual (oversold) dan mulai menunjukkan sinyal pembalikan arah.

Disclaimer: Artikel ini merupakan rekomendasi dan analisis saham dari analis sekuritas yang bersangkutan, bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Tirto tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Apabila akan membeli/menjual saham, pelajari lebih teliti dan tiap keputusan ada di tangan investor.

Baca juga artikel terkait SAHAM atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra