Indeks Sukarno

Ketika Barat Menyetir Media untuk Menggembosi Sukarno dan PKI
Media-media bentukan AS, Inggris, dan Jerman Barat membuat keruh situasi sosial politik Indonesia sebelum dan sesudah G30S.

Jejak Pertautan Keluarga Sukarno dan Hindu Bali
Sukarno punya darah Bali dari ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai. Tradisi Hindu juga turut mewarnai pribadinya.

Brigjen Mohamad Sabur Hanya Menjaga dan Melayani Sukarno
Brigjen Sabur sering disalahpahami karena terlalu dekat dengan Presiden Sukarno. Digulung Orde Baru usai terbitnya Supersemar.

Keponakan Sukarno Memimpin El Bahar, Koran yang Melawan Orde Baru
Selain sempat menolak "pembersihan" yang dikehendaki Angkatan Darat, Angkatan Laut juga melawan opini Orde Baru lewat koran El Bahar.

Pemberedelan Star Weekly, Majalah Mingguan yang Membentuk Zaman
Star Weekly, majalah yang berpengaruh di era Sukarno, diberedel pada 11 Oktober 60 tahun lalu. Sebelumnya mereka memang kerap mengkritik pemerintah.

Pidato Sukarno di PBB: Zaman Baru Datang, Penjajahan Telah Usang
Pidato Sukarno pada Sidang Umum PBB di New York yang berjudul "To Build the Wolrd Anew" dianggap berpengaruh pada perkembangan dunia.

Roesmin Nurjadin: KSAU Pertama di Era Presiden daripada Soeharto
Roesmin Nurjadin adalah Kepala Staf Angkatan Udara pertama di era Orde Baru. Dia pernah dipercaya Soeharto sebagai Menteri Perhubungan.

Para Perempuan yang Terseret dalam Kasus Korupsi Jusuf Muda Dalam
Pengadilan kasus subversi dan korupsi Jusuf Muda Dalam menyeret beberapa perempuan.

Rahmat Shigeru Ono: Serdadu Jepang yang Akhirnya Membela Indonesia
Rahmat Shigeru Ono adalah satu dari sekian banyak serdadu Jepang yang akhirnya membela Indonesia.

Cara Soeharto Menguasai Angkatan Laut Setelah Sukarno Tumbang
Untuk melemahkan Angkatan Laut, para perwira tingginya dijadikan duta besar oleh Soeharto.

Cara Soeharto Menguasai Kepolisian Setelah G30S
“Polisi di bawah Soetjipto Joedodihardjo juga pro-Bung Karno, dan pada dasarnya tidak suka menjadi yang kedua dalam kekuasaan setelah tentara.”

Ketika I. J. Kasimo Memilih Berseberangan dengan Bung Karno
Dalam beberapa hal I. J. Kasimo berseberangan dengan Sukarno, misalnya soal bagaimana menjalankan demokrasi; tapi pada hal lain keduanya seiring sejalan.

Badan Intelijen Diserbu Tentara usai Soeharto Dapat Surat Sakti
BPI yang dipimpin Subandrio dihancurkan sehari setelah Soeharto mendapatkan Supersemar. Markas BPI di Jalan Madiun tak luput diserbu tentara.

Prawoto Mangkusasmito: Nakhoda Terakhir Masyumi Sebelum Tenggelam
Karena sejumlah pentolannya terlibat dalam gerakan PRRI, maka Masyumi yang saat itu dipimpin Prawoto dibubarkan oleh Sukarno.

Terang-Redup Program Pemberantasan Malaria di Era Sukarno
Pemberantasan malaria jadi program prioritas pemerintah di awal 1950-an. Sempat menorehkan hasil positif sebelum berhenti karena kekacauan politik.

Dekrit Presiden 5 Juli 1959: Titik Balik Otoritarianisme Sukarno?
Dekrit Presiden terbit 5 Juli 1959, hari ini 62 tahun yang lalu. Banyak sejarawan menganggap ini adalah salah satu noda hitam yang ditorehkan Sukarno.

Bung Karno Sampai Ajal Usai Bertemu Bung Hatta dan Ratna Sari Dewi
Di akhir hidupnya, Bung Karno akhirnya bersua kembali dengan Bung Hatta dan Ratna Sari Dewi. Soeharto memutus Bung Besar dimakamkan di Blitar.

Berobat ke Dokter Gigi pun Sukarno Harus Dikawal Super Ketat
Kesehatan Sukarno semakin mundur selama karantina politik. Beruntung, dia bertemu dengan dokter dan komandan pengawal yang pengertian.

Karantina Politik Orde Baru Buat Sukarno Tenggelam dalam Depresi
Rezim Orde Baru membekap Sukarno dalam karantina politik. Hidup tersisih dan kesepian membuatnya depresi.

Hidup Sukarno Jungkir Balik Usai Supersemar Terbit
Jelang kejatuhannya, Sukarno sempat dikabarkan akan bertolak ke Jepang. Yang terjadi justru dia dikucilkan di Bogor.
Masuk tirto.id








