Indeks Sejarah Indonesia

Kisah Lukman Harun Melawan Amien Rais
Tepat 18 tahun lalu, 8 April 1999, Lukman Harun wafat. Ia adalah sosok yang oleh Din Syamsuddin dijuluki sebagai Menteri Luar Negeri-nya Muhammadiyah, dan pernah berpolemik dengan Amien Rais.

Ali Anyang, Putra Dayak Penegak NKRI
Ali Anyang adalah pejuang asli Dayak yang berperan besar dalam menegakkan kedaulatan Republik Indonesia di Kalimantan Barat.

Gula Lampung, Konglomerasi di Ladang Tebu
Soeharto lewat kongsi bisnisnya membangun industri gula di luar Jawa. Krisis moneter menghantamnya dan IMF mengenalkan mekanisme pasar bagi industri gula. Nasib petani tebu makin terperosok.

Pasang Surut Industri Gula Indonesia
Kebijakan liberalisasi pada 1870 mendorong perkebunan tebu dan lahirnya pabrik-pabrik penghasil gula milik swasta. Setelah era republik, perkebunan dan pabrik gula diambil alih negara.

Oei Tiong Ham, Si Raja Gula dari Semarang
Label kuat konglomerat melekat pada Sjamsul Nursalim, Sudono Salim, Hartono bersaudara, dan kawan-kawannya. Nama Oei Tiong Ham memang tak sementereng mereka, tapi orang ini termasuk perintis jajaran konglomerat di Indonesia.

Swastanisasi Gula, Meliberalkan Jawa
UU Agraria dan UU Gula yang dirilis pada 1870 membuka jalan bagi penetrasi modal asing ke pelosok desa. Sejarah pun berubah.

Pasukan Andi Azis Menolak Tentara dari Jawa
KNIL-KNIL di Makassar gelisah akan masa depan mereka. Kedatangan pasukan TNI dari Jawa membuat mereka berontak pada 5 April 1950.

Ketika Para Sersan Menegakkan Republik Maluku Selatan
Soumokil tak akan mampu mendirikan Republik Maluku Selatan (RMS) tanpa bantuan bekas sersan dan ajudan KNIL macam Sopacua, Dantje Samson, dan Thomas Nussy. Bedil-bedil mantan KNIL bimbang itulah yang membuat RMS bisa proklamasi pada 25 April 1950.

Buta Politik dan Diperalat, Andi Azis pun Memberontak
Kapten Andi Azis yang buta politik akhirnya ikut arus dan pasukannya memberontak pada 5 April 1950 menentang kedatangan pasukan TNI dari Jawa. Pada 14 April 1950, dia ditangkap.
Pribumi Monyet dan Paradoks Kepribumian
Yang benar-benar serius bukanlah klaim kepribumian, namun politik elektoral.

KH Anwar Musaddad: Anti-Makar, Menolak Negara Islam
KH Anwar Musaddad berkali-kali menampik ajakan bergabung dengan DI/TII. Baginya, NKRI adalah harga mati.

Dari Pramuka, Mereka Kini Jadi Legenda
Tidak sedikit tokoh bangsa yang pernah melalui fase kehidupan dalam suatu wadah pergerakan yang kelak dikenal sebagai gerakan Pramuka.

Berakhirnya Negara Pasundan
Jawa Barat yang diduduki Belanda setelah 1947 akhirnya dijadikan sebuah negara oleh Belanda dan dikenal sebagai Negara Pasundan atau Negara Djawa Barat.

Rhoma Irama, Sang Raja yang Tak Tergantikan
Dalam sejarah musik dangdut Indonesia, belum ada orang yang mampu menggeser Rhoma Irama sebagai Raja Dangdut. Dia juga yang membuat dangdut punya tempat di blantika musik Indonesia. Popularitasnya juga sampai ke dunia politik.

Terlarang di Awal Orba, Gending Sriwijaya Tetap Jaya
Tari Gending Sriwijaya mengungkapkan kebesaran sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berpengaruh di Nusantara.

Google Rayakan Hari Kelahiran Ibu Soed
Selain mencipta lagu, Ibu Soed juga mengajar anak-anak bernyanyi dalam Bahasa Indonesia.

Kudeta Orang-Orang (Nazi) Jerman di Pulau Nias
Orang-orang Jerman yang ditawan di Gunungsitoli, kota tertua dan terbesar di Nias, melancarkan kudeta dengan merebut gudang senjata. Mereka berkuasa sesaat dengan membuat lambang Swastika ala Nazi.

Willy Amrull Sang Pendeta, Adik Buya Hamka
Hamka dikenal sebagai ulama besar di Indonesia, sedangkan adiknya, Awka, adalah seorang pendeta di Amerika.

Cara Samin Melawan dan Membikin Resah Belanda
India punya Mahatma Gandhi, yang melawan pemerintah kolonial Inggris tanpa kekerasan. Di Indonesia ada Samin, petani yang melawan pemerintah kolonial Belanda dengan menolak bayar pajak.

Teki-Teki Pencipta Lagu "Halo-Halo Bandung"
“Halo-Halo Bandung” adalah lagu pengingat peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada 23-24 Maret 1946 silam. Pencipta lagu ini ternyata masih menjadi teka-teki hingga kini.
Masuk tirto.id








