Indeks Sejarah Indonesia
Soumokil: Antara Federalis dan Separatis
Soumokil, tokoh RMS paling terkenal, adalah kisah tragedi. Ia mewakili sebuah generasi yang terjepit karena situasi pasca-kolonial.

Junus Jahja, Tionghoa-Nasionalis Petinggi MUI
Haji Junus Jahja alias Lauw Tjhwan Thio adalah mualaf peranakan Cina yang sangat nasionalis. Ia pernah menjadi petinggi MUI dan anggota Dewan Pertimbangan Agung.

Mengenal Abdulmadjid, Putra Tiri Kartini yang Kiri
Di masa pendudukan Jerman (1940-1945) Abdulmajid ikut serta dalam gerakan pembebasan. Dia sempat menjadi menteri di masa revolusi, juga Walikota semarang pada 1950an.

Belajar Berdamai dengan Sejarah Kelam
Bagi banyak orang Indonesia, pihak Belanda itu jahat dan pihak Indonesia itu benar, saat masa revolusi. Sebaliknya, pembunuhan orang-orang sipil Belanda atau tawanan Jepang dan Inggris, tanpa proses pengadilan seakan ditutupi.

Mengakhiri Perusakan Artefak Kuno
Artefak-artefak kuno masih banyak berceceran di lingkungan masyarakat. Sebagian harus dikorbankan karena pembangunan hingga rusak atau hilang bahkan dicuri oleh tangan jahil. Arkeologi publik jadi salah satu jawabannya.

Berpulangnya Ulama Penggagas Islam Nusantara
K.H. Wahid Hasyim adalah ulama besar NU sekaligus salah satu tokoh pendiri bangsa. Sang kiai wafat 54 tahun silam dalam usia 38 tahun setelah mengalami musibah kecelakaan.
Ali Sastroamidjojo, Pencetus Konferensi Asia-Afrika 1955
Kerjasama politik Indonesia dengan negara Asia dan Afrika, bagi Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo, mampu memperkuat usaha tercapainya perdamaian dunia di tengah situasi Perang Dingin.

Rob Aernout, Opsir Belanda yang Tewas Saat Mengusut Korupsi
Novel Baswedan dicelakai dengan air keras. Semasa Agresi Militer, Rob Aernout terbunuh saat menyelidiki kasus penyelundupan oleh tentara Belanda.

Kerusuhan dan Karya Besar yang Lahir Karena Tambora
Sebuah tahun tanpa musim panas yang memicu kerusuhan dan melahirkan karya besar.
Ketika Guru Bumiputra Membikin Perusahaan Asuransi
Seorang guru bahasa Jawa, Dwodjosewojo, mendirikan perusahaan asuransi, yang kelak dikenal sebagai Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 untuk memperbaiki kesejahteraan guru.
Pardjo, Ajudan Jenderal yang Dua Kali Jadi Menteri
Ia biasa dipanggil Pardjo, pengawal setia Jenderal Soedirman semasa gerilya. Kelak, ia menjadi menteri ketika orde telah berganti. Nama lengkapnya Soepardjo Rustam.

Permusuhan Raja Jawa dengan Anaknya Sendiri
Pakubuwana XIII digugat oleh putranya sendiri. Ini bukan cerita baru, namun kerap terjadi dalam sejarah Jawa.

Legenda Lagu Anak Sunda Mengkritik Kekuasaan
Lagu "Ayang-yang Gung" kadang masih dimainkan. Lagu ini punya kisah yang menarik dan kompleks.

Kisah Lukman Harun Melawan Amien Rais
Tepat 18 tahun lalu, 8 April 1999, Lukman Harun wafat. Ia adalah sosok yang oleh Din Syamsuddin dijuluki sebagai Menteri Luar Negeri-nya Muhammadiyah, dan pernah berpolemik dengan Amien Rais.

Ali Anyang, Putra Dayak Penegak NKRI
Ali Anyang adalah pejuang asli Dayak yang berperan besar dalam menegakkan kedaulatan Republik Indonesia di Kalimantan Barat.

Gula Lampung, Konglomerasi di Ladang Tebu
Soeharto lewat kongsi bisnisnya membangun industri gula di luar Jawa. Krisis moneter menghantamnya dan IMF mengenalkan mekanisme pasar bagi industri gula. Nasib petani tebu makin terperosok.

Pasang Surut Industri Gula Indonesia
Kebijakan liberalisasi pada 1870 mendorong perkebunan tebu dan lahirnya pabrik-pabrik penghasil gula milik swasta. Setelah era republik, perkebunan dan pabrik gula diambil alih negara.

Oei Tiong Ham, Si Raja Gula dari Semarang
Label kuat konglomerat melekat pada Sjamsul Nursalim, Sudono Salim, Hartono bersaudara, dan kawan-kawannya. Nama Oei Tiong Ham memang tak sementereng mereka, tapi orang ini termasuk perintis jajaran konglomerat di Indonesia.

Swastanisasi Gula, Meliberalkan Jawa
UU Agraria dan UU Gula yang dirilis pada 1870 membuka jalan bagi penetrasi modal asing ke pelosok desa. Sejarah pun berubah.

Pasukan Andi Azis Menolak Tentara dari Jawa
KNIL-KNIL di Makassar gelisah akan masa depan mereka. Kedatangan pasukan TNI dari Jawa membuat mereka berontak pada 5 April 1950.
Masuk tirto.id








