Indeks Sejarah Indonesia

Oei Tambah Sia, Playboy Batavia yang Ujung Hidupnya Tragis
Terlahir kaya sebagai anak juragan tembakau asal Pekalongan, Oei Tambah Sia pun akhirnya jadi pemuda tampan, kaya dan berbahaya.

Negara Madura Pernah Ada
Jauh sebelum ada wacana Pulau Madura menjadi sebuah provinsi, pada 1948 pernah ada Negara Madura. Dengan R.A.A Cakraningrat sebagai Wali Negara. Negara itu singkat usianya dan Madura pun kembali ke Republik Indonesia.

Utusan Vatikan di Kalimantan
Tanggal 21 Maret 1937, genap 80 tahun silam, Jan Pacificus Bos wafat di Pontianak. Ia adalah Bapak Misi Kalimantan, wakil Sri Paus di tanah Borneo.
Sejarah Batalyon Andjing NICA
Andjing NICA lahir sebagai Batalyon KNIL yang ganas di masa revolusi kemerdekaan Indonesia.

Nasib Mujur Mantan Permesta di Bawah Orde Baru
Setelah menyerah, banyak orang Permesta kembali jadi tentara atau disekolahkan. Beberapa tokohnya terjun ke dunia usaha dan politik di masa Orde Baru.

Peran CIA di Balik Pemberontakan Sumatera dan Sulawesi
Berkat bantuan Amerika yang ingin Sukarno terjungkal, Permesta punya banyak senjata bahkan pesawat pembom.

Masjid At-Tin untuk Ibu Tien
Setahun setelah Tien Soeharto meninggal, Masjid At-Tin mulai dibangun di dekat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), tempat wisata yang dulu dibangun oleh sang Ibu Negara.
Kisah Tragis Maruto Darusman
Setelah cintanya dengan anak orang berada kandas, Maruto kuliah di Belanda dan sempat terjebak dalam Perang Dunia II. Di Indonesia, ia sempat menjadi menteri sebelum dieksekusi terkait Peristiwa Madiun.

Pecat-Memecat ala Sarekat Islam
Aksi pemecatan pengurus partai seperti dilakukan Djan Faridz terhadap Lulung Lunggana bukanlah hal aneh. Di masa lalu, memecat kader yang berbeda haluan kerap terjadi di Sarekat Islam, leluhur Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ejekan Tentara Belanda untuk Maung Siliwangi
Waktu zaman revolusi, lambang maung Siliwangi pernah jadi bahan olok-olok tentara Belanda: Lieve Poesje alias kucing-kucing yang manis.

Latief Hendraningrat, Garda Terdepan Proklamasi Kemerdekaan
14 Maret 1983, tepat 34 tahun lalu, Latief Hendraningrat, pengibar sang saka Merah-Putih usai proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, meninggal dunia.

Jenderal Spoor dan Mallaby Tidur Damai di Menteng Pulo
Menteng Pulo menjadi tempat bersemayam bagi banyak orang dari berbagai bangsa dan agama, khususnya para tentara Belanda dan Inggris.

Sebelum Freeport Ada Cikotok
Menelusuri jejak dan tinggalan tambang emas di Cikotok.
Haul Soeharto, Kaum Bersejarah, dan Kaum Tuna Sejarah
Acara haul dan narasi Soeharto sebagai orang besar adalah wadah konsolidasi faksi-faksi kekuatan yang dibesarkan oleh Soeharto di akhir rezimnya: militer dan Islam Politik.

Ahmad Sukendro Mencium Gelagat Buruk Supersemar
Sukendro, bekas komandan intel kepercayaan Nasution yang kemudian jadi menteri, mengendus bahaya yang akan menyergap Sukarno.

Jika Supersemar Palsu, Apakah Orde Baru Tidak Sah?
Setelah 51 tahun berlalu, Supersemar masih saja menyisakan misteri. Kesimpangsiurannya juga menimbulkan pertanyaan ihwal keabsahan Orde Baru.
Cara Orde Baru Membungkam Para Ulama
Para ulama dipenjara dan dibungkam oleh Orde Baru karena berbagai alasan.
Riwayat Bekasi Tempo Doeloe
Usia Bekasi sebagai pemukiman sudah berumur ribuan tahun. Perlahan, dari kampung-kampung yang ada, Bekasi tumbuh menjadi distrik lalu kabupaten, dan belakangan ditambah kotamadya.

Menjelang Dibukanya Arsip Rahasia Amerika Soal 1965
Mungkinkah kampanye anti Amerika akan muncul setelah dibukanya arsip-arsip 1965?

Sang Manusia Buangan Tjipto Mangoenkoesoemo
Tjipto Mangoenkoesoemo adalah dokter, wartawan, sekaligus pejuang pergerakan nasional yang berkali-kali merepotkan rezim kolonial tapi tidak sempat menghirup udara kemerdekaan.
Masuk tirto.id








