Indeks Polri

Politik
Rabu, 20 Juli 2016

Menkopolhukam: TNI Juga Berwenang Tangani Terorisme

TNI dikritisi karena terlalu banyak mengurusi soal terorisme. Namun, Menkopolhukam menegaskan bahwa penanganan terorisme juga menjadi tanggung jawab TNI karena memiliki kapasitas yang tidak dimiliki Polri.
Selasa, 19 Juli 2016

Penggeledahan Terduga Teroris Sukoharjo

Anggota Datasemen Khusus (Densus) 88 antiteror Mabes Polri membawa barang bukti milik terduga teroris jaringan Nur Rohman, Haryanto alias Hasan di Makam Haji, Sukoharjo, Jawa Tengah. Penggeledahan tersebut masih terkait dalam pengembangan kasus bom bunuh diri di Mapolresta Solo yang dilakukan oleh Nur Rohman beberapa waktu lalu.
Hukum
Selasa, 19 Juli 2016

Santoso Tertangkap, Operasi Tinombala Tetap Lanjut

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, operasi Tinombala tetap akan dilanjutkan meskipun pimpinan teroris Mujahidin Indonesia Timur, Santoso diduga telah tewas dalam baku tembak yang terjadi pada Senin kemarin.
Hukum
Selasa, 19 Juli 2016

Ini Keterangan Polri Terkait Jenazah Santoso

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Polisi Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya belum memastikan jenazah teroris yang tertembak di Poso, Sulawesi Tengah jasad Santoso atau bukan, sebab Mabes Polri masih menunggu proses identifikasi yang dilakukan oleh Tim DVI.
Politik
Selasa, 19 Juli 2016

Ini Lima Arahan Presiden untuk Kapolda dan Kajati

Presiden Jokowi mengumpulkan Kapolda dan Kajati di Istana Negara, Selasa (19/7/2016) terkait sejumlah arahan yang pernah disampaikan setahun lalu.
Hukum
Senin, 18 Juli 2016

KPK-Polri Tingkatkan Kerjasama

Kepolisian Republik Indonesia meningkatkan kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi agar harapan masyarakat bisa diwujudkan dengan baik
Hukum
Minggu, 17 Juli 2016

Dana Rp20 Miliar dari Suriah Diduga Masuk ke Yogyakarta

Dana sebesar Rp 20 miliar diduga oleh LSM Indonesia Police Watch (IPW) masuk ke jaringan teroris di Yogyakarta. Untuk itu Ketua Presidium IPW Neta S. Pane di Jakarta, Minggu (17/7/2016) mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk segera menelusuri dan mengungkapnya sebagai upaya pencegahan aksi terorisme yang bisa memakan banyak korban.
Hukum
Sabtu, 9 Juli 2016

IPW: Usut Tuntas Penyebab Macet Brexit!

LSM Indonesia Police Watch (IPW) mendesak kasus kemacetan parah di jalur tol Brebes, Jawa Tengah, saat arus mudik Lebaran 2016 agar diusut tuntas supaya bisa diketahui penyebab kemacetan selama 25 jam di tol Brebes itu.
Hukum
Rabu, 6 Juli 2016

Kejahatan Jelang Lebaran, Antara Niat dan Kesempatan

Lebaran adalah mudik. Ini berarti, rumah ditinggal dalam keadaan kosong. Peluang kejahatan pun muncul. Inilah mengapa angka kejahatan selama lebaran meningkat.
Jumat, 17 Jun 2016

Tito Karnavian, Upaya Jokowi Melepas "Ganjalan Pintu"

Presiden Joko Widodo membutuhkan mitra jangka panjang untuk menata institusi Polri selama masa jabatannya. Dia mengajukan Komjen Polisi Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Badrodin Haiti. Padahal nama Tito tak disodorkan Wanjakti.
Jumat, 17 Jun 2016

Hari Bhayangkara

Ulang tahun Kepolisian Republik Indonesia atau Hari Bhayangkara diperingati setiap tanggal 1 Juli. Hari itu bertepatan dengan Penetapan Pemerintah tahun 1946 No 11/S.D Djawatan Kepolisian Negara yang bertanggung jawab langsung kepada Perdana Negeri. Peraturan itu ditetapkan pada 1 Juli 1946.
Politik
Kamis, 16 Jun 2016

Tito Karnavian Diharapkan Perbaiki Kualitas Polri

Presiden Joko Widodo secara resmi telah meminta Komjen Pol Tito Karnavian, yang saat ini menjadi calon Kepala Kepolisian Negera Republik Indonesia, untuk dapat memperbaiki kualitas penegakan hukum. Sementara itu, Pengamat politik dan hak asasi manusia (HAM) dari Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga, berpendapat Tito sebaiknya segera melakukan konsolidasi internal di tubuh Polri.
Politik
Rabu, 15 Jun 2016

Senioritas Tito Karnavian Sebagai Calon Kapolri Dipertanyakan

Indonesia Police Watch (IPW) menilai Tito Karnavian masih terlalu muda sebagai calon Kapolri padahal masih banyak jenderal-jenderal polisi lain yang lebih senior daripada Tito. Kendati demikian, Wakil Ketua Kompolnas Tjahjo Kumolo pengajuan Tito sebagai calon Kapolri sudah sah dan sesuai prosedur di kepolisian.
Jumat, 27 Mei 2016

"Kecemburuan Antar Personel Polisi Masih Terjadi"

Kepolisian tidak memiliki rapor untuk personelnya. Hal ini membuat kenaikan pangkat ukurannya subjektif. Hal ini tentu saja tidak sehat. Polri harus membuat skema kenaikan pangkat yang memiliki kriteria dan tolok ukur yang jelas.
Politik
Jumat, 27 Mei 2016

Jalan Sempit untuk 1.300 Kombes

Polri memiliki 1.300 perwira menengah (pamen) berpangkat komisaris besar (kombes) atau melati tiga, di akhir tahun 2015. Mereka bertarung untuk bisa naik ke perwira tinggi (pati) yang kuotanya hanya 250 personel. Manajemen personalia Polri kurang rasional? Kompolnas mengusulkan beberapa jalan keluar. Misalnya perampingan dengan menerapkan pensiun dini, atau melepas mereka dengan alih tugas serta menghentikan sementara pendidikan Sespimti.
Kamis, 26 Mei 2016

Empat Kali Timur Digantikan Sutarman

Sutarman juga menggantikan Timur Pradopo sebagai Kapolda Metro Jaya, pada 7 Oktober 2010. Merunut sedikit ke balakang, Sutarman juga menggantikan Timur sebagai Kapolda Jawa Barat, pada 6 Juni 2010. Jabatan pertama yang diwarisi Sutarman dari Timur adalah Kepala Sekolah Lanjutan Perwira Lembaga Pendidikan dan Latihan Kaselapa Lemdiklat) Polri pada periode 2008-2010.
Politik
Kamis, 26 Mei 2016

Pagi Bintang Dua, Siang Bintang Tiga, Malam Bintang Empat

Di Kepolisian Republik Indonesia (Polri), pernah terjadi pangkat seorang jenderal melenting dua tingkat hanya dalam 18 hari. Kepentingan politik penguasa untuk menunjuk Kapolri jadi penyebab. Padahal, kepentingan politik justru merusak profesionalitas Polri. Menurut Bambang, proses politik dalam menentukan Kapolri telah menjadikan personel kepolisian tidak berkompetisi secara sehat di dalam karier melalui proses profesionalisme yang mereka bangun sendiri.
Rabu, 25 Mei 2016

Aturan Jenderal di Luar Polri

Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, mengatur tentang keanggotaan seorang polisi jika menerima jabatan di luar kepolisian. Pada Pasal 28 ayat (3) disebutkan: “Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat menduduki jabatan di luar kepolisian setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian.”
Rabu, 25 Mei 2016

Bintang Berjatuhan dari Trunojoyo

Beberapa jenderal polisi aktif menerima tugas di luar institusi Polri. Sebagian bahkan rela menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dengan menerima jabatan direktur jenderal di beberapa kementerian. Benarkah terjadi surplus jenderal di Mabes Polri?
Politik
Selasa, 10 Mei 2016

Setara: Propaganda Kebangkitan Komunis Usik Rekonsiliasi '65

Setara Institute menganggap adanya kejanggalan atas propaganda kebangkitan komunisme di Indonesia yang disebarkan beberapa pihak, termasuk dari kalangan TNI/Polri.