Indeks Pemanasan Global
Gunung Es Sebesar Manhattan Pecah di Antartika
Citra satelit NASA, Landsat 8, menunjukkan terjadinya pecahan gunung es seukuran Manhattan di New York, dari gletser induknya di Antartika, dengan ukuran pecahan 3,2 kilometer.
Pemanasan Global Dimulai dari Sepiring Makanan
Peternakan sapi masih menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar yang berasal dari makanan.
Atraksi Wisata Bahari
Atraksi gerakan salto dengan 'flyboard' di kawasan pantai wisata bahari Tanjung Benoa Bali
Mengasah Kepedulian Pentingnya Lahan Basah
Lahan basah meliputi kawasan bakau, terumbu karang, sungai, rawa, hingga lahan gambut punya peran penting bagi alam yang tak semua orang menyadarinya. Saking pentingnya, setiap tahun diperingati Hari Lahan Basah Sedunia.
Kunjungan Paslon Pilkada DKI ke Ulama
Menurut hasil Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA, sebanyak 39,6 % responden beragama Islam akan memilih pasangan Agus-Sylviana.

Jejak Para Transmigran Jawa di Lampung
Menelusuri 111 tahun jejak orang-orang Jawa di tanah seberang.
Polri Bantah Sadap Percakapan SBY dan Ma'ruf Amin
Wakapolri Komisaris Jenderal Pol Syafruddin menanggapi pernyataan SBY yang meminta pihak berwenang mengusut isu penyadapan terhadap dirinya.

2016 adalah Tahun Paling Panas Bagi Bumi
Suhu bumi pada 2016 adalah yang terpanas dalam 137 tahun terakhir. Bukti-bukti anomali iklim telah tampak jelas hampir di seluruh belahan bumi.
Tahun 2020, Salju Abadi Puncak Jayawijaya Bisa Hilang
Indonesia terancam kehilangan salju abadi di Puncak Jayawijaya, Papua pada tahun 2020 menilik tren mencairnya es di puncak tertinggi di Indonesia tersebut.

Bumi Makin Panas, Beruang Kutub Terancam Punah
Suhu bumi yang kian panas menyebabkan tempat hidup di Laut Arktik mencair. Akibatnya, jumlah beruang kutub terus berkurang.
Investor Desak Trump Pertahankan Pakta Iklim Paris
lebih dari 360 perusahaan dan investor yang sebagian besar dari Amerika, termasuk selusin perusahaan dalam Fortune 500, meminta Donald Trump mempertahankan pakta iklim Paris yang disetujui 196 negara.
Donald Trump dan Mereka yang tak Percaya Perubahan Iklim
Beberapa pemimpin negara masih ada yang tak percaya pada persoalan pemanasan global, salah satunya Donald Trump.
Trump Mencari Jalan Menarik Diri dari Pemufakatan Paris
Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump terlihat berusaha mencari jalan cepat menarik diri dari Pemufakatan Paris yaitu upaya global untuk mengatasi perubahan iklim. Bahkan Trump dikabarkan menentang pelebaran dukungan internasional untuk rencana memotong emisi gas rumah kaca.

Perubahan Iklim Telah Menyentuh Seluruh Bagian Bumi
Sebuah tim peneliti internasional menemukan bahwa hingga 82 persen dari faktor penting biologis yang diperlukan untuk ekosistem yang sehat, telah dipengaruhi oleh perubahan iklim. Perubahan telah terasa meski dunia ini hanya 1 derajat celcius lebih hangat dari masa sebelum industri.
Finlandia Larang Batu Bara dalam Produksi Energi
Finlandia berencana menghentikan penggunaan batu bara dalam produksi energi pada akhir tahun 2030. Keputusan itu akan membantu Finlandia membangun citra global sebagai negara dengan teknologi bersih.

Pemanasan Kutub Utara Akibatkan Cuaca Dingin Ekstrem
Di beberapa tempat seperti bagian timur Amerika Serikat dan Inggris, terjadi musim dingin ekstrem. Kondisi itu demikian bertambah kuat karena adanya pemanasan di Kutub Utara.
Anjloknya Martabat Sains di Balik Ocehan Donald Trump
Donald Trump kerap mengeluarkan pernyataan yang menantang klaim ilmiah. Ia menyepelekan pemanasan global dan program-program energi terbarukan.
Ada Zika yang Hidup di Mata
Peneliti di Washington University School of Medicine mengkaji gejala mata merah dan berair yang melanda sebagian pasien Zika. Awal September kemarin mereka mempublikasikan temuannya. Hasilnya: virus Zika mampu hidup dan mengendap di mata tikus. Jika demikian, apakah air mata manusia penderita Zika juga bisa menjadi medium penularan virus berbahaya tersebut?
Bumi Kian Panas, Menambah Anak Bukanlah Ide Bijak
Bisakah Anda membayangkan bencana lingkungan terjadi 20 tahun dari sekarang, saat bumi benar-benar menjadi tempat yang tidak layak dihuni? Bisakah Anda membayangkan anak Anda hidup di dunia yang katastrofik? Jika tidak, lupakan rencana Anda punya anak. Atau menambah momongan.

Terlalu Panas untuk Bekerja
Bumi kian panas. Iklim berubah semakin tak menentu. Panas yang menyengat akan membuat para buruh kasar cepat kelelahan. Lalu berkuranglah produktivitas. Lalu menurunlah PDB. Lalu jurang kemiskinan melebar.
Masuk tirto.id







