Indeks Ekspedisi Indonesia Biru

Jumat, 21 Okt 2016

Sampah Tuan Guru

Seorang pengasuh pesantren di Lombok ‘sesumbar’ bisa mengatasi sampah di kota besar seperti Jakarta dengan ongkos lebih murah. Caranya?
Jumat, 23 Sept 2016

Turisme Massal Bali

Sebuah desa yang dikunjungi 46.000 turis per tahun, tapi menganggap pariwisata hanya bonus.
Rabu, 21 Sept 2016

Tanah dan Wisata

Lombok Timur dan Banyuwangi ramai-ramai menolak pasirnya diangkut untuk mereklamasi Bali.
Jumat, 16 Sept 2016

Menguruk Benoa

Proyek ekspansi properti senilai Rp30 triliun yang memicu kontroversi di Bali.
Jumat, 2 Sept 2016

Energi Tinja dan B29

Sejak subsidi Minyak Tanah dihapus pemerintah tahun 2011, sejumlah usaha kecil beralih ke kayu bakar. Beruntung, kota kecil seperti Lumajang memliki 56 ribu hectare tanaman kayu produksi seperti Sengon, Abasia atau Jabon. Pemerintah juga mencoba mengenalkan energy alternatif  untuk rumah tangga, di antaranya mengunakan tinja manusia untuk biogas.
Rabu, 31 Agt 2016

Turis Pendaki atau Kentang

Di akhir pekan, obyek ini didatangi 5.000 wisatawan per hari. Tapi di musim libur, bisa mencapai 10.000 orang. Dalam setahun, Thomas melakukan 15 kali perjalanan mengantar turis dengan tarif Rp500 ribu pulang pergi. Inilah kawasan Tengger yang telah menjadi daerah pariwisata  massal, dengan hotel dan villa di Ngadisari, Probolinggo.
Senin, 29 Agt 2016

Surga Kentang Ranu Pani

Seperempat hektar lahan Kentang bisa menghasilkan pendapatan kotor hingga 30 juta rupiah. Itu artinya, dengan satu setengah hektar yang dimiliki seorang petani bernama Sukodani di Ranu Pani, omzetnya bisa mencapai 180 juta rupiah setiap 4 hingga 5 bulan panen.
Jumat, 26 Agt 2016

Para Petani dari Balik Kabut

Bonanza Kentang di Ranu Pani mengulang era kejayaan bawang Putih di desa ini sebelum akhirnya dihancurkan oleh masuknya bawang impor sejak tahun 1995. Meski menjadi lintasan puluhan ribu pendaki Semeru setiap tahun, desa ini sejatinya hidup dari pertanian. Jasa wisata hanyalah bonus atau selingan.
Rabu, 24 Agt 2016

Tanah Air dan Semen

Pegunungan Kendeng Utara di Jawa Tengah membentang di lima kabupaten; Kudus, Pati, Rembang, Grobogan dan Blora. Pegunungan Karst ini menyediakan semua bahan utama yang dibutuhkan untuk industri semen dari batu gamping, gypsum, pasir kuarsa dan tanah liat. Kini ada empat industri semen yang memasuki tahap eksplorasi.
Senin, 22 Agt 2016

Sedulur Sikep

Sejak 2006 hingga tahun 2009, penganut Sedulur Sikep telah memelopori gerakan warga dan petani di Pati untuk menolak kehadiran Pabrik semen dengan menguatkan ekonomi warga lokal.
Jumat, 19 Agt 2016

Pergolakan di Kendeng Utara

Di Pati dan Rembang, Jawa Tengah, para petani mempertahankan lahan pertanian mereka dari pabrik semen. Mereka menolak penambangan karena dianggap akan merusak sumber mata air di pegunungan kars atau batu gamping. Padahal sumber air itulah yang menghidupi pertanian dan rumah tangga mereka.
Senin, 15 Agt 2016

Energi dari Gunung Halimun

Sejak 1988, pemimpin kasepuhan, almarhum Encup Sucipta alias Abah Anom, telah merintis pembangkit listrik tenaga air dengan menggunakan kincir kayu di kampung Ciptarasa untuk menerangi 55 rumah. Usianya saat itu baru 21 tahun.
Jumat, 12 Agt 2016

Tiga Rahasia Swasembada Abah

Indonesia memiliki 600 gudang beras Bulog di seluruh Nusantara. Kasepuhan Ciptagelar memiliki 8.000 lumbung padi. Cadangan beras Indonesia rata-rata hanya cukup untuk delapan bulan atau paling lama satu tahun. Cadangan beras di Ciptagelar cukup sampai tiga tahun.
Rabu, 10 Agt 2016

Banten Selatan

Banten Selatan provinsi pertama di Indonesia hasil ‘pemekaran’. Istilah birokrasi yang sulit dipahami.  Sebab, faktanya, sama sekali tak ada wilayah yang mekar. Jawa Barat menjadi lebih kecil. Satu-satunya yang mekar adalah jumlah kursi gubernur, bupati, walikota, DPRD, kapolda, kapolres, atau dandim.
Jumat, 5 Agt 2016

Tapak Kaki Baduy

Kulit telapak kaki itu menebal di hampir semua bagian. Berbeda dengan telapak kaki rata-rata manusia yang kerap memakai sandal atau sepatu. Bagian yang keras biasanya hanya di sekitar tumit dan di bawah jempol belakang.
Rabu, 3 Agt 2016

Urang Kanekes

Urang Kanekes dibedakan secara garis besar menjadi Urang Tangtu (Baduy Dalam) dan Urang Panamping (Baduy Luar). Mereka dapat dikenali dari warna pakaian atau ikat kepala.
Senin, 1 Agt 2016

Tanah Baduy

Perjalanan panjang merekam nusantara secara audio visual ini dimulai dari Banten. Meski bercerita tentang warga Baduy Dalam atau Urang Tangtu, namun gambar-gambar dalam episode ini direkam di luar kampung mereka karena adat melarang penggunaan listrik dan barang-barang elektronik, termasuk kamera.