Menuju konten utama

Purbaya soal Inflasi RI 2,92%: Ekonomi Kita Gampang Kepanasan

Menkeu Purbaya menilai ekonomi Indonesia cenderung akan gampang 'kepanasan'. Pada akhirnya, BI akan menaikkan suku bunga acuan.

Purbaya soal Inflasi RI 2,92%: Ekonomi Kita Gampang Kepanasan
Purbaya Yudhi Sadewa di acara Indonesia Fiscal Forum 2026 yang dihelat Tirto, di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026). tirto.id/Qonita
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku khawatir melihat angka inflasi Indonesia saat ini. Sebab, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 2,92 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Saat bersamaan, ekonomi Indonesia hanya tumbuh di level 5,04 persen pada kuartal III 2025 dan diperkirakan masih akan bertahan di kisaran 5 persen di sepanjang tahun lalu.

Dalam kondisi ini, Purbaya menilai ekonomi Indonesia cenderung akan gampang 'kepanasan'. Pada akhirnya, jika kondisi ini terjadi akan mendorong Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan.

"Karena saya berpikir, kalau 5 persen saja (pertumbuhan ekonomi Indonesia), inflasinya sudah sedikit tinggi, berarti ekonomi kita gampang kepanasan. Kalau gampang Kepanasan, enggak lama lagi BI akan naikin bunga," tutur Purbaya, dalam Indonesia Fiscal Forum yang dihelat Tirto, di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Jika bank sentral menaikkan suku bunga acuan, dikhawatirkan ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih tinggi lagi. Pasalnya, dengan tren suku bunga acuan tinggi, akan membuat permintaan atau konsumsi masyarakat cenderung tertahan.

"Kalau Anda lihat lebih teliti, core inflasi kita masih 2,3 persen. Kalau kita keluarkan harga emas, inflasi sekitar 1,5 persen. Jadi, sebetulnya demand-nya masih relatif rendah. Belum ada demand full inflation. Artinya, saya bisa mendorong ekonomi ke ketinggian yang lebih cepat lagi," tambah Purbaya.

Sebaliknya, dengan tanpa kekhawatiran akan kenaikan suku bunga acuan yang terlalu signifikan karena kenaikan tingkat inflasi, Purbaya mengaku punya ruang lebih besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih agresif. Bahkan, pertumbuhan potensial sebesar 6,2 persen diyakininya dapat dicapai.

"Bank sentral mengakui sekarang bisa 6,2 persen. Potensial growth rate-nya dia ngomong seperti itu. Untuk saya sih oke, gue bisa dorong ke 6,2 persen tanpa ada gangguan yang berarti dalam hal perlambatan ekonomi karena suku bunga yang di naikkan atau kebijakan moneter yang lain," paparnya.

Meski begitu, dalam jangka waktu dekat, yakni pada triwulan IV 2025, Purbaya optimistis ekonomi dapat tumbuh di kisaran 5,5 persen pada triwulan I 2026. Dengan pertumbuhan ini, ia yakin Indonesia akan makin dekat dengan tujuan untuk keluar dari jebakan pertumbuhan ekonomi 5 persen.

"Kalau tahun ini, tahun lalu triwulan IV dan triwulan I (2026) bisa 5,5 persen, kita sudah keluar dari jebakan 5 persen. Saya akan dorong terus ekonomi tahun ini ke arah 6 persen dengan berbagai cara," tukasnya.

Baca juga artikel terkait MENTERI KEUANGAN PURBAYA YUDHI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama