Menuju konten utama

Purbaya Sebut Moody's Offside Soal Outlook Ekonomi Indonesia

Kekeliruan persepsi Moody’s muncul karena keputusan diambil sebelum angka pertumbuhan ekonomi Indonesia dirilis.

Purbaya Sebut Moody's Offside Soal Outlook Ekonomi Indonesia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) tiba di ruangan untuk mengikuti sidang aduan kanal Debottlenecking Satgas P2SP di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/2/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa.

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengomentari lembaga pemeringkat internasional Moody’s yang sebelumnya memangkas outlook perekonomian Indonesia menjadi negatif.

Purbaya menilai langkah tersebut meleset alias offside setelah data pertumbuhan ekonomi pada Kuartal IV-2025 justru menunjukkan kinerja yang positif.

Menurut Purbaya, kekeliruan persepsi Moody’s muncul karena keputusan diambil sebelum angka resmi pertumbuhan ekonomi Indonesia dirilis. Saat itu, Moody’s mengaitkan outlook negatif dengan prospek pertumbuhan yang dinilai melambat.

Nyatanya, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun lalu mencapai 5,11 persen. Angka ini, menurut Purbaya, bahkan tertinggi di kelompok G20 dan melampaui Cina.

"Makanya Moody's mengeluarkan outlook kita negatif karena ada prospek pertumbuhan yang lebih lambat katanya. Tahunya keluarnya lebih tinggi," ujar Purbaya di acara Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Purbaya menambahkan bahwa begitu data resmi diumumkan, sejumlah lembaga keuangan global langsung merevisi proyeksi mereka. IMF menaikkan prediksi pertumbuhan Indonesia dari 4,9 persen menjadi 5,2 persen. JP Morgan pun melakukan hal serupa.

"Jadi, ada yang offside kelihatannya. Biar aja, kita akan buat dia offside betulan," ucapnya.

Menkeu pun optimistis perekonomian nasional masih akan terus menguat. Untuk Kuartal I-2026, dia memproyeksikan pertumbuhan mencapai 5,6 persen. Sedangkan, sepanjang tahun ini dia akan mendorong perekonomian ke 6 persen, meski APBN menargetkan hanya di 5,4 persen.

"Kuartal pertama ini kami akan inject semua stimulus yang ada di pemerintah maupun bank pemerintah, untuk belanja habis-habisan dan memperbaiki iklim investasi. Supaya dunia usaha juga bisa ekspansi," jelasnya.

Purbaya meyakini ekspansi ekonomi akan berlangsung dalam jangka panjang, setidaknya hingga 2030-2031. Dia pun mengajak para pelaku usaha dan investor untuk tidak ragu merealisasikan rencana investasi mereka.

"Anda enggak usah takut. Investor di pasar modal atau dunia bisnis, cepat-cepat jalankan rencana investasi Anda," tuturnya.

Baca juga artikel terkait OUTLOOK INDONESIA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi