tirto.id - Seorang korban dugaan penipuan Akademi Crypto melapor ke Polda Metro Jaya pada Senin (12/1/2026). Sejak saat itu, akademi ini menjadi salah satu topik hangat publik.
Laporan ini menyebut korban Akademi Crypto yang didirikan oleh Timothy Ronald ini tidak hanya satu orang.
Selain Timothy, rekannya, Kalimasada juga ikut dilaporkan oleh banyak orang yang mengaku sebagai member grup Discord Akademi Crypto.
"Penyelidik akan mendalami laporan tersebut dengan mengundang klarifikasi pelapor dan menganalisa barang buktinya," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dikutip Antara (12/1).
Profil Akademi Crypto
Akademi Crypto atau School of Magical Internet Money adalah sebuah platform edukasi di bidang cryptocurrency yang berbasis di Tangerang, Banten, dengan jumlah karyawan antara 11-50 orang dan memiliki lebih dari 4.000 pengikut.
Terdaftar resmi di Kementerian Komunikasi & Digital Indonesia (016290.01/DJAI.PSE/12/2024), Akademi Crypto dirancang untuk memberikan edukasi lengkap tentang dunia aset kripto, blockchain, decentralized finance (DeFi), smart contract, hingga trading dan investasi secara praktis.
Platform ini didirikan oleh pengusaha muda sekaligus investor Timothy Ronald, yang menekankan pentingnya pemahaman mendalam bagi para investor pemula, terutama generasi muda, agar bisa memanfaatkan peluang investasi kripto yang terus berkembang.
Di laman resminya, Akademi Crypto menawarkan akses penuh selama 12 bulan dengan ribuan modul pembelajaran yang terus diperbarui setiap bulan, mencakup lebih dari 24 modul yang membahas berbagai aspek kripto mulai dari dasar hingga tingkat lanjut.
Modul-modul ini mencakup topik seperti blockchain technology, smart contract development, crypto quant trading, cryptocurrency security, DeFi, crypto investing, trading, self-custody, hingga analisis proyek crypto dan altcoin.
Selain pembelajaran online, Akademi Crypto juga menyediakan komunitas eksklusif di Discord untuk berdiskusi, berbagi riset on-chain, sinyal trading harian dengan winrate tinggi, serta market outlook eksklusif agar member bisa selalu satu langkah lebih maju di dunia crypto yang bergerak cepat.
Akademi Crypto juga mengadakan webinar bulanan eksklusif, event networking tahunan, dan komunitas offline yang suportif untuk saling belajar dan membangun kekayaan bersama.
Kronologi Kasus Dugaan Penipuan Investasi Kripto
Dari unggahan akun Instagram @cryptoholic.idn, kasus ini bermula ketika korban bergabung dalam sebuah grup Discord dengan nama Akademi Crypto yang membahas perdagangan kripto.
Di dalam grup tersebut, korban mendapat tawaran trading kripto dengan iming-iming keuntungan besar. Pada Januari 2024, korban diberi rekomendasi untuk membeli koin kripto bernama manta dengan janji keuntungan hingga 300–500 persen.
Karena percaya, korban kemudian membeli koin tersebut dengan nilai mencapai Rp3 miliar. Namun kenyataannya, harga koin justru turun drastis hingga mengalami kerugian sekitar 90 persen, jauh dari janji keuntungan yang disampaikan.
Merasa dirugikan, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya. Nama Timothy Ronald dan Kalimasada mencuat setelah beredar unggahan di media sosial Instagram yang menyebutkan keduanya telah dilaporkan ke polisi terkait kasus ini.
Unggahan tersebut juga menampilkan bukti laporan polisi yang memuat dugaan pelanggaran sejumlah undang-undang, termasuk Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang Undang Transfer Dana, serta ketentuan dalam KUHP.
Selain itu, disebutkan pula adanya dugaan keterkaitan dengan aktivitas Akademi Crypto yang diikuti oleh banyak korban. Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah korban dalam kasus ini diperkirakan mencapai sekitar 3.500 orang dengan total kerugian yang ditaksir lebih dari Rp200 miliar.
Mayoritas korban berasal dari kalangan usia muda, khususnya generasi Z berusia 18 hingga 27 tahun, yang tertarik mengikuti program kripto setelah terpengaruh promosi yang menampilkan gaya hidup mewah dan janji keuntungan besar.
Sebagian korban mengaku sebelumnya takut melapor karena adanya dugaan ancaman, namun kini mulai berani melapor secara bertahap.
Salah satu akun Instagram yang gencar menyuarakan mengenai kasus ini adalah @skyholic888. Ia meminta semua korban untuk membuat laporan ke aparat berwenang terkait kerugian yang diderita.
“Yuk teman - teman yg di Medan, makassar, Bali, Kalimantan, daerah di luar JABODETABEK. Jangan TAKUT untuk melapor. Kami sudah memberikan kesempatan untuk menjelaskan dan memberi tanggapan tapi tidak ada respon dari TR dan K @akademicryptocom,” tulisnya.
“LAPORAN PERTAMA SUDAH KITA BUAT. Semoga Dengan ini Korban - korban yg ada di seluruh Indonesia SIAP dan BERANI untuk membuat LAPORAN dan PENGADUAN di Polda , Polres dan Polsek masing - masing. (JANGAN TAKUT UNTUK MELAPOR, KALIAN SEMUA KORBAN DAN MASYARAKAT YG PASTI AKAN DILINDUNGI OLEN NEGARA),” tambahnya lagi.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































