tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menyinggung sejumlah pembakaran pada aksi demo akhir Agustus lalu. Hal itu diungkapkan saat menghadiri Dies Natalis UKRI 2025 di Bandung, Jawa Barat.
Prabowo menyatakan bahwa Indonesia memang merupakan negara demokrasi. Kendati demikian, demokrasi kekeluargaan tanpa tak ada penghasutan di dalamnya yang diterapkan di Indonesia.
"Orang-orang yang menghasut sungguh-sungguh mereka adalah di pihak yang salah, mereka adalah penuh dengan ketidakbaikan. Kita tidak boleh menghasut, kita harus bekerja sama seperti tim sepak bola," ucap Prabowo sebagaimana disiarkan dalam Gerindra TV, Sabtu (18/10/2025).
Prabowo pun menyinggung mengenai sejumlah aktivis yang turut terlibat dalam tindak pidana penghasutan dan provokasi. Dia menilai bahwa tidak ada aktivis demokrasi yang melakukan aksi anarkis seperti pembakaran.
"Katanya aktivis demokrasi tapi membakar lembaga-lembaga demokrasi, membakar gedung DPR yang dibayar dengan uang rakyat, merusak terminal bus. Yang pakai bus itu orang yang nggak punya mobil," tutur Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa, dirinya bersama aktivis dan ormas yang mendukung pemerintahannya tak akan ragu menjalankan berbagai program untuk rakyat. Dia pun bersyukur dalam aksi akhir Agustus itu, rakyat tetap tidak terhasut.
Diakui Prabowo, dirinya merasa sedih karena saat itu banyak yang menjelek-jelekan bangsanya sendiri. Padahal, berbagai persoalan bangsa pun tidak bisa diselesaikan dengan kerusuhan di mana-mana.
"Kita mengerti, bagaimana kita mau punya lapangan kerja yang banyak kalau ekonomi tidak tumbuh dengan cepat? bagaimana ekonomi mau tumbuh dengan cepat kalau kita ribut di antara pemimpin, saling jelek-jelekin, saling menimbulkan kebencian, mau bikin kerusuhan, bakar," ungkap Prabowo.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id





























