tirto.id - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Kabinet Merah Putih untuk aktif mempelajari kebijakan negara-negara lain untuk mengatasi masalah kelaparan. Prabowo pun berniat mengirim tim ke India, Brasil, Cina, hingga Vietnam demi belajar agar rakyat Indonesia terbebas dari kelaparan.
"Tidak boleh ada orang Indonesia yang lapar. Saya minta belajar, kita belajar dari negara-negara lain. Jangan malu belajar, kirim tim ke India, kirim tim ke Brasil, kirim tim ke Tiongkok, kirim tim ke negara-negara Vietnam. Belajar bagaimana mereka hilangkan kelaparan," kata dia saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun 2026 di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).
Sebagai pemimpin yang sudah diberi mandat oleh rakyat, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh membiarkan warganya hidup dalam kemiskinan dan kelaparan, apalagi Indonesia juga merupakan negara anggota G20.
Sayangnya, kebijakan pemerintah seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak sekolah hingga ibu hamil kerap mendapat kritik sebagai pemborosan anggaran. Padahal, kebijakan ini merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34.
"Kita memberi makan kepada anak-anak yang jelas-jelas minimal seperempat anak-anak kita sunting, sebagian besar juga banyak yang tidak makan sebelum berangkat sekolah. Kita dituduh pemborosan," keluhnya.
Ketua Umum Partai Gerindra ini menambahkan, banyak pihak yang menilai ekonomi Indonesia berpotensi kolaps karena MBG. Tidak hanya itu, kebijakan untuk mengentaskan masalah kelaparan itu juga dinilai telah mendorong harga saham ambruk dan rupiah jebol.
"Kebijakan kita dibilang ekonomi mau kolaps, harga saham akan ambruk, mata uang akan melemah, alasannya karena boros," imbuh dia.
Di hadapan para menteri dan kepala lembaga, Prabowo juga menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat menuju kemandirian pangan. Mantan Menteri Pertahanan RI ini menyebut capaian sektor pertanian dalam hampir dua tahun terakhir sebagai salah satu prestasi terbesar pemerintahannya, bahkan Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis.
Selain itu, cadangan beras nasional disebut berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.
"Tadi saya sudah sebut, kita sudah swasembada pangan, delapan komoditas pangan. Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI. Nilai tukar petani kita tertinggi selama sejarah NKRI," kata dia.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































