Menuju konten utama

Prabowo Minta 3 Penyulut Karhutla Riau Dibawa ke Jakarta

Pimpin rapat karhutla di Riau, Prabowo minta 3 pelaku dibawa ke Jakarta dan ancam cabut izin korporasi yang nekat menyuruh bakar hutan.

Prabowo Minta 3 Penyulut Karhutla Riau Dibawa ke Jakarta
Presiden Prabowo Subianto bersiap menyambut kedatangan Presiden Belarus Alexandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Belarus Alexandr Lukashenko untuk memperkuat hubungan kemitraan strategis kedua negara di berbagai sektor. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto meminta tiga orang terduga penyulut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dibawa ke Jakarta. Mereka akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Polri.

Tidak hanya itu, Presiden juga meminta Badan Intelijen Negara (BIN) ikut terlibat dalam pengusutan kasus ini. Instruksi tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, Senin (24/8/2026).

"Tolong dibawa ke Jakarta ya. Tolong dikirim ke Jakarta Kapolri ya. Kita dalami di Jakarta. Nanti pendalamannya saya juga minta BIN ikut ya," kata dia.

Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melaporkan upaya penegakan hukum terhadap pelaku karhutla di wilayahnya. Sepanjang 2025 hingga 2026, terdapat 94 laporan polisi dengan total 106 tersangka.

Khusus pada tahun 2026, tercatat ada 33 laporan polisi dengan 36 tersangka. Adapun luas lahan yang terbakar mencapai 806,57 hektare.

Kecurigaan Kapolda Soal Modus Pelaku

Prabowo kemudian menanyakan apakah terdapat bukti atau indikasi keterlibatan korporasi yang memerintahkan pembakaran lahan.

"Kapolda, you ada bukti-bukti atau indikasi ke arah korporasi yang menyuruh?" tanya Prabowo.

Menjawab pertanyaan tersebut, Herry mengatakan hingga saat ini belum ditemukan bukti keterlibatan korporasi. Namun, dia menyebut terdapat sejumlah tersangka pada kasus 2025 yang dinilai mencurigakan.

Menurutnya, ada dua atau tiga orang yang tidak memiliki kebun di lokasi kebakaran, tetapi berada di wilayah tersebut. Mereka mengaku berada di lokasi untuk memancing.

"Setelah kita lakukan investigasi ada yang tidak mempunyai kebun di situ ada dua atau tiga orang tetapi dia ada di situ padahal alasan dia hanyalah untuk memancing, padahal tidak ada lokasi memancing di situ," jelas Herry.

Ancam Cabut Izin Korporasi yang Nakal

Dalam rapat tersebut, Prabowo juga kembali memperingatkan korporasi agar tidak terlibat dalam pembakaran lahan. Dia meminta aparat penegak hukum segera menyelidiki perusahaan apabila ditemukan indikasi keterlibatan dalam pembakaran.

Prabowo bahkan mengancam akan mencabut izin korporasi yang terbukti atau terindikasi memerintahkan pembakaran. Dia menegaskan pemerintah tidak akan memberikan toleransi kepada perusahaan yang tidak menjalankan kewajibannya dalam mencegah karhutla.

"Kalau ada indikasi segera laporan kita segera cabut siapapun, korporasi apapun ada sedikit indikasi mereka ikut menyuruh membakar-bakar kita cabut izinnya. Seluruh izin korporasi itu kita cabut," ujarnya.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut Herry juga melaporkan terdapat lima korporasi yang telah mendapatkan sanksi dari Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun sebelumnya karena tidak memenuhi kewajiban terkait pencegahan karhutla. Meski statusnya masih dalam proses pemantauan, kelima perusahaan tersebut kini telah memenuhi kewajiban mereka.

"Sudah memenuhi tapi sampai sekarang masih status quo," ucapnya.

Sejalan dengan pendalaman yang akan dilakukan terhadap ketiga terduga pelaku, Prabowo juga meminta perusahaan-perusahaan yang terindikasi terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan untuk didalami di Jakarta.

"Ya nanti kita dalami lagi di Jakarta ya. Pokoknya siapa perusahaan yang tidak mau ikut menjaga ini kita cabut. Ini kan sumber kehidupan rakyat, sumber kehidupan perusahaan itu juga. Gak boleh dia seenaknya dia tidak mencegah," tukas Prabowo.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA RIAU atau tulisan lainnya

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah