Menuju konten utama

Karhutla Riau Capai 2.713 Hektare, Helikopter Bom Air Dikerahkan

Helikopter bom air dikerahkan di Dumai, sementara Manggala Agni padamkan ratusan hektare lahan terbakar.

Karhutla Riau Capai 2.713 Hektare, Helikopter Bom Air Dikerahkan
Petugas pemadam berjibaku memadamkan kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (25/3/2026). ANTARA/Ogen
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus meluas hingga mencapai total 2.713 hektare dalam tiga bulan terakhir. Menanggapi situasi darurat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengerahkan helikopter bom air (water bombing) untuk memadamkan titik api yang mengepung wilayah Dumai, sementara aparat kepolisian mempertegas ancaman pidana bagi pelaku pembakaran lahan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran) BPBDPK Riau, Jim Gafur, menyampaikan terdapat lima titik karhutla di Kota Dumai. Guna memadamkan titik karhutla, dikerahkan helicopter water bombing ke Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai.

Gafur bilang, kondisi karhutla di lokasi tersebut masih ada titik api. Selain itu, lokasi masih diselimuti asap tebal, sehingga perlu dilakukan pemadaman dari udara dan pendinginan.

"Pemadaman dari udara oleh Helikopter 'water bombing' Badan Nasional Penanggulangan Bencana hari ini dilakukan di Kelurahan Mundam Dumai," katanya di Pekanbaru, Kamis (26/3/2026) dikutip dari Antara.

Petugas juga mengerahkan helicopter water booming ke Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur. Di lokasi tersebut terdapat tiga titik karhutla. Kondisi saat ini masih ada titik api dan asap tebal sehingga dilakukan juga pemadaman darat dan udara.

Dibeberkan pula, Dumai juga ada karhutla di Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai. Akan tetapi kondisi hanya berasap tipis dan sudah dilakukan pendinginan.

Dia menyampaikan, di Wilayah Riau lainnya yakni Kabupaten Pelalawan ada dua titik kebakaran. Pertama, berada di Desa Merbau, Kecamatan Bunut yang kondisinya masih ada titik api. Kondisi yang sama juga terjadi di lokasi kedua, di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti yang masih dilakukan pemadaman.

Kemudian di Kabupaten Siak, karhutla terjadi di Kampung Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau. Pada lokasi tersebut masih ada titik api dan asap tebal. Lalu, di Desa Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu juga masih ada satu titik api.

"Kabupaten Indragiri hilir satu titik di Desa Simpang Kateman Kecamatan Pelangiran kondisi masih ada titik api dan asap dan dilakukan pemadaman dan pendinginan," ungkapnya.

Saat ini, ketersediaan sarana operasi udara terdapat dua unit helikopter patroli. Kemudian satu helikopter Kementerian Kehutanan, helikopter BNPB, dan helikopter bom air BNPB.

Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) dan Kebakaran Hutan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera terus berjibaku memadamkan karhutla mencapai ratusan hektare yang tersebar di sejumlah titik di Provinsi Riau.

Koordinator Teknis Pengendalian Kebakaran Hutan Seksi Wilayah II Balai Dalkarhut Sumatera, Edwin Putra, menyampaikan hingga Rabu (25/3/2026) ratusan hektare lahan dilaporkan terbakar dengan status api yang sebagian besar masih dalam proses pemadaman.

"Khusus untuk wilayah Dumai, kami melakukan penebalan personel. Saat ini ada 6 regu gabungan yang terjun langsung, terdiri dari 3 regu Daops Dumai dibantu oleh masing-masing 1 regu dari Daops Pekanbaru (PKU), Daops Siak, dan Daops LBT," kata Edwin Putra di Pekanbaru, Kamis, dikutip dari Antara.

Berdasarkan data operasional, titik kebakaran dengan luasan paling signifikan berada di Desa Teluk Beringin, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan dengan estimasi lahan yang terbakar mencapai 53,3 hektare. Di lokasi ini, satu regu dari Daops Rengat masih berupaya memadamkan api yang berstatus belum padam.

Kebakaran besar lainnya terpantau di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Betung, Kabupaten Siak, dengan luas sekitar 22 hektare. Di wilayah ini, Manggala Agni Daops Siak bekerja sama dengan Balai Besar KSDA (BBKSDA) untuk menyekat pergerakan api.

Kondisi serupa terjadi di Desa Pulau Muda, Teluk Meranti (Pelalawan) dengan luas terbakar 20 hektare dan Desa Talang Jerinjing (Indragiri Hulu) seluas 15 hektare. Khusus untuk lokasi di Pulau Muda, Edwin menyebutkan tim saat ini sudah memasuki tahap mopping up atau penyelesaian akhir untuk memastikan tidak ada sisa bara api di bawah permukaan tanah.

Beberapa wilayah lain yang masih dalam penanganan intensif meliputi Kabupaten Siak di Desa Merempan Hilir Kecamatan Mempura. Lalu di Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis dan Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Pelalawan.

Berdasarkan data pantauan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru terjadi lonjakan titik panas (hotspot) di Provinsi Riau yakni sebanyak 335 titik. Sebaran titik panas ini didominasi oleh Kabupaten Bengkalis dengan total 159 titik, disusul oleh Kabupaten Pelalawan (93), 93 titik, Rokan Hilir (43), Kota Dumai ( 21), Indragiri Hilir (12), Siak (4) serta Indragiri Hulu (3).

2.713 Ha Lahan di Riau Terbakar dalam 3 Bulan

Pemadaman Karhutla

Ilustrasi - Tim Manggala Agni pada suatu wilayah di Riau melakukan pemadaman karhutla. ANTARA/HO-Manggala Agni

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau telah mencapai 2.713,26 hektare dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, terhitung sejak 1 Januari-24 Maret 2026.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, menyatakan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi data per Rabu (25/3/2026) yang menunjukkan tren peningkatan luasan terbakar di sejumlah titik strategis.

Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi berdasarkan periode pelaporan terbaru yang mereka terima, penambahan luas kebakaran terjadi secara signifikan di Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, serta Kabupaten Indragiri Hilir.

Menurut Abdul, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla yang berlaku efektif sampai dengan Minggu, 30 November mendatang guna mempercepat koordinasi penanganan di lapangan.

BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan wilayah Sumatera dan unsur terkait terus melakukan upaya penanganan darurat secara intensif, mencakup pemadaman titik api melalui jalur darat maupun operasi udara menggunakan helikopter.

Selain pemadaman, tim gabungan juga fokus pada evakuasi warga terdampak asap, pendataan kerugian, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga peningkatan patroli rutin di wilayah-wilayah yang masuk dalam zona rawan kebakaran.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi serta meminta peningkatan kesiapsiagaan kolektif guna mencegah perluasan kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan lainnya.

Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla

Sementara itu, Polda Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan tak ada toleransi atau zero tolerance terhadap para pelaku kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di wilayah tersebut.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei memastikan setiap pelanggaran terkait karhutla akan diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pengecualian.

"Siapa pun yang dengan sengaja membakar hutan dan lahan akan kami tindak tegas dan diproses hukum," kata Kombes Nona di Batam, Rabu (25/3/2026) dikutip dari Antara.

Menurutnya, karhutla merupakan ancaman serius karena berdampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat kabut asap, hingga kerugian ekonomi. Oleh karena itu, langkah pencegahan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Sebagai upaya pencegahan karhutla, Polda Kepri turut mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, lalu tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak meninggalkan api dalam kondisi menyala di area hutan maupun lahan.

Masyarakat pun diminta menggunakan metode ramah lingkungan saat membuka lahan serta segera melaporkan jika menemukan titik api kepada aparat terdekat.

Polda Kepri bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait terus meningkatkan patroli terpadu dan pemantauan titik panas (hotspot) di wilayah rawan karhutla.

"Penegakan hukum juga dilakukan secara intensif guna memastikan tidak ada pelanggaran yang terlewat," ujarnya.

Kombes Nona menyebutkan setiap kejadian kebakaran akan ditelusuri secara menyeluruh untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kesengajaan. Jika terbukti, pelaku akan langsung diproses hukum tanpa kompromi.

Menurut dia, pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman hukuman pidana penjara hingga 15 tahun dan denda maksimal Rp15 miliar.

Polda Kepri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla serta menjaga kelestarian lingkungan. Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting demi mencegah terjadinya kebakaran yang dapat merugikan banyak pihak.

"Mari bersama kita jaga lingkungan dan cegah karhutla demi masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA RIAU

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah