Menuju konten utama

Prabowo Lanjut Bantuan Rp3,2 T untuk Hilirisasi Perkebunan Papua

Bantuan tersebut merupakan hibah langsung kepada masyarakat dan petani untuk mempercepat hilirisasi perkebunan di kawasan timur Indonesia.

Prabowo Lanjut Bantuan Rp3,2 T untuk Hilirisasi Perkebunan Papua
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan keterangan kepada wartawan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/2/2025). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/Spt.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto memutuskan melanjutkan pemberian dana bantuan bagi sektor pertanian dan perkebunan di Papua senilai Rp3,2 triliun pada tahun ini.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan bantuan tersebut merupakan hibah langsung kepada masyarakat dan petani untuk mempercepat hilirisasi komoditas perkebunan sekaligus mendorong pembukaan lapangan kerja baru di kawasan timur Indonesia.

"Tahun ini Rp3,2 triliun, tahun lalu Rp2 triliun. Totalnya Rp5,5 triliun lebih. Kami laporkan kepada Bapak Presiden dan beliau mengatakan bantuan ini dilanjutkan," kata Amran usai rapat terbatas (Ratas) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

Menurut Amran, pemerintah tengah mengakselerasi program hilirisasi dan pengembangan sejumlah komoditas perkebunan strategis, seperti kakao, kopi, jambu mete, kelapa, dan tebu yang dijalankan bersama BUMN pangan dan ditargetkan berlangsung hingga 2027.

Secara keseluruhan, program pengembangan perkebunan rakyat itu mencakup lahan seluas 870 ribu hektare yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua. Adapun, dana bantuan dalam program itu mencakup dukungan alat dan mesin pertanian, pengembangan lahan, hingga perluasan areal tanam berbagai komoditas perkebunan.

"Kami bersama teman-teman semua, bersama BUMN Pangan kita melakukan akselerasi, akselerasi hilirisasi dan tanam, tanam kakao, kopi, mente, kelapa, dan tebu. Kami sudah lakukan bersama teman-teman di 2025 kita lanjutkan 2026 dan 2027. Total luasan untuk petani itu adalah 870.000 hektare termasuk tanah Papua. Seluruh kabupaten di Papua," jelasnya.

Amran mengungkapkan seluruh kabupaten di Papua terlibat dalam program tersebut. Dalam pertemuan sebelumnya, sekitar 200 perwakilan daerah yang terdiri dari gubernur, bupati, kepala dinas, serta petani hadir untuk menyampaikan kebutuhan pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di wilayah mereka.

Selain bantuan alat pertanian seperti traktor, sejumlah daerah juga mengajukan permintaan tambahan program cetak sawah.

"Ini bantuan langsung ke rakyat, hibah. Traktor, kemudian sawah. Bahkan beberapa provinsi meminta cetak sawah ditambah, termasuk Papua Barat dan lain-lain. Ini kita tambah," tambah Amran.

Dari sisi hilirisasi, pemerintah juga mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan komoditas perkebunan, khususnya kelapa. Amran menyebut satu pabrik hilirisasi kelapa di Maluku Utara telah terbangun, sementara dua fasilitas lain ditargetkan selesai pada tahun ini.

Selain Maluku Utara, proyek serupa juga dikembangkan di Morowali, Sulawesi Tengah, dan Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang merupakan salah satu sentra produksi kelapa nasional.

"Kemudian selanjutnya hilirisasi kita kejar. Hilirisasi kelapa, pabriknya sudah terbangun di Maluku Utara satu, insyaallah tahun ini mudah-mudahan selesai dua. Kemudian di Morowali satu dan Indragiri Hilir, Riau, Provinsi Riau, Indragiri Hilir," tutup Amran.

Baca juga artikel terkait PAPUA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto