Menuju konten utama

Prabowo Bakal Pimpin Langsung Komite Kesejahteraan Keuangan

Usai bertemu Ratu Maxima, Prabowo memerintahkan pembentukan dewan nasional terkait kesejahteraan keuangan.

Prabowo Bakal Pimpin Langsung Komite Kesejahteraan Keuangan
Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi, saat dikonfirmasi di Kompleks Kemenkeu, Rabu (22/1/2026). tirto.id/Nanda Aria Putra

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto akan memimpin langsung Komite untuk Kesejahteraan Keuangan untuk Masyarakat Indonesia yang dibentuk setelah kedatangan Ratu Belanda Maxima Zorreguieta. Hal ini disampaikan oleh Pejabat Sementara (Pjs). Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, dalam Indonesia Economic Outlook 2026 yang dihelat OJK Institute secara daring, Kamis (19/2/2026).

Melalui Komite ini, Prabowo dikatakan ingin menciptakan kesejahteraan keuangan bagi masyarakat Indonesia.

“Bapak Presiden sendiri yang kemudian memilih istilah kesejahteraan keuangan untuk masyarakat Indonesia dan beliau yang menyampaikan akan memimpin sendiri nanti ada Komite untuk Kesejahteraan Keuangan untuk Masyarakat Indonesia,” papar Friderica.

Sebagai informasi, saat kedatangannya, Ratu Maxima mengajarkan kepada Indonesia bahwa dalam mendukung sekaligus memperkuat kebijakan Belanda, pihaknya senantiasa menerapkan konsep kesehatan finansial (financial health). Kesehatan finansial dicapai dengan meningkatkan praktik pasar keuangan dan memastikan bahwa layanan keuangan berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Terkait dengan financial health Bapak Ibu mungkin masih ingat kunjungan Ratu Belanda Queen Maxima yang bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo dan beliau sangat mendukung tentang financial health ini.” tambah Kiki, sapaan Friderica.

Karena itu, melalui peningkatan kesehatan finansial sekaligus juga pengembangan dan pendalaman keuangan berkelanjutan, OJK berkomitmen untuk terus mendukung target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

“Kami juga meyakini outlook tahun ini diperkirakan tetap menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif. Kami akan terus melakukan peninjauan outlook secara berkala agar tetap selaras dengan dinamika dan perkembangan perekonomian nasional dalam mendukung pencapaian target yang telah ditetapkan,” terang Kiki.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa usai bertemu Ratu Maxima, Prabowo memerintahkan pembentukan dewan nasional terkait kesejahteraan keuangan. Pembentukan dewan itu untuk menyempurnakan fungsi Dewan Nasional Keuangan Inklusif. Dalam prosesnya, pembentukan Dewan Nasional terkait kesejahteraan keuangan sejumlah kementerian/lembaga terkait.

Katanya, melalui dewan tersebut, pemerintah akan menyediakan data terkait keterbukaan informasi keuangan Tanah Air. Beberapa informasi keuangan, yakni soal perbankan serta nonperbankan.

"Jadi, terkait dengan knowledge, termasuk juga terkait dengan adanya digital ID, knowledge sharing, juga terkait dengan pendalaman di sektor asuransi," tutur Airlangga, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).

Baca juga artikel terkait KELOLA KEUANGAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi