Menuju konten utama

Polisi Selidiki Penyebab Ribuan Ikan Mati di Sungai Cileungsi

Polsek Cileungsi berkoordinasi dengan Polres Bogor dan beberapa instansi lain untuk melakukan uji laboratorium terhadap sampel air dari Sungai Cileungsi.

Polisi Selidiki Penyebab Ribuan Ikan Mati di Sungai Cileungsi
Warga memperlihatkan ikan yang mati akibat aliran air Sungai Cileungsi-Bekasi yang dipenuhi busa limbah, di kawasan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/7/2019). ANTARA FOTO/Risky Andrianto/ama.

tirto.id - Kepolisian menyelidiki penyebab ribuan ikan mati di Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang diduga akibat pencemaran limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).

"Kami bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab matinya ikan-ikan tersebut," kata Kapolsek Cileungsi, Kompol Zulkarnaen dikutip dari Antara, Senin (10/4/2023).

Zulkarnaen mengatakan Polsek Cileungsi saat ini berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor dan beberapa instansi lain untuk melakukan uji laboratorium terhadap sampel air dari Sungai Cileungsi.

"Guna mengetahui penyebab pasti matinya ikan-ikan yang berada di aliran Sungai Cileungsi tersebut," ujarnya.

Zulkarnaen menyebutkan peristiwa matinya ribuan ikan di Sungai Cileungsi itu terjadi pada Kamis (6/4/2023) sekitar pukul 16.00 WIB.

Masyarakat yang berada di aliran sungai memanfaatkan peristiwa tersebut dengan cara turun ke sungai dan mengambil ikan-ikan yang mati untuk dikonsumsi.

Dalam keterangan terpisah, Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) menduga ribuan ikan yang mati di Sungai Cileungsi akibat alirannya tercemari limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).

"Patut diduga sumber pencemaran limbah antara jembatan Leuwikaret, Klapanunggal dengan jembatan Wika, Tlajung Udik," kata Ketua KP2C, Puarman.

Puarman menjelaskan aliran sungai yang membawa ikan-ikan dalam kondisi mati ini berlangsung lebih dari 24 jam.

Dia memperkirakan bahwa pencemaran terjadi dari hulu hingga hilir sungai dengan kepekatan pencemaran cukup tinggi yang mulai terjadi pada Kamis (6/4/2023).

Baca juga artikel terkait PENCEMARAN SUNGAI CILEUNGSI

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Editor: Gilang Ramadhan