tirto.id - Partai Gema Bangsa (PGB) secara resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik modern yang berkomitmen memperjuangkan politik hijau. Dalam deklarasi yang dibacakan pada Sabtu (17/1/2026), PGB menginstruksikan seluruh pimpinan, anggota, dan simpatisannya untuk melakukan aksi nyata dengan menanam minimal satu pohon di setiap rumah.
Instruksi penanaman pohon ini dikemas sebagai bagian dari perjuangan untuk kedaulatan dan keadilan ekologi. Ketua Umum PGB, Ahmad Rofiq, menekankan bahwa langkah konkret ini ditujukan untuk keberlanjutan masa depan generasi muda.
"Kami menginstruksikan kepada seluruh pimpinan, anggota, simpatisan untuk menanam satu pohon di setiap rumahnya. Ini adalah demi masa depan generasi muda dan anak-anak cucu kita," katanya di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Aksi hijau ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari visi besar PGB untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, adil, makmur, dan sejahtera.
Dalam kesempatan yang sama, partai yang mengusung semangat desentralisasi dan pemberdayaan potensi daerah ini mendeklarasikan lima komitmen pokoknya.
PGB menyatakan diri sebagai partai modern dan terbuka yang hadir menjawab kegelisahan publik atas praktik politik transaksional, sentralistik, dan oligarkis. Partai ini juga bertekad menjadi rumah politik yang nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.
"Partai Gema Bangsa siap memperjuangkan aspirasi dan harapan seluruh rakyat Indonesia dengan memberdayakan potensi daerah dan kearifan lokal," bunyi salah satu poin deklarasi.
Dengan struktur organisasi yang telah tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia, termasuk perwakilan di luar negeri, PGB menyatakan kesiapannya untuk bertanding dan memenangkan Pemilu tahun 2029.
Langkah awal penanaman pohon oleh seluruh kader dan simpatisan dipandang sebagai bentuk konsistensi memperjuangkan politik hijau yang berorientasi pada keadilan ekologis.
“Partai Gema Bangsa memperjuangkan politik hijau untuk kedaulatan dan keadilan ekologi,” ucapnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































