tirto.id - Kementerian Perhubungan menyatakan sebuah perusahaan asal Rusia telah menyatakan kesiapannya untuk membangun rel kereta api dari Provinsi Kalimantan Timur hingga Kalimantan Tengah untuk pengangkutan batu bara.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Perhubungan Indonesia Budi Karya Sumadi usai pertemuan dengan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di Bandara Tjilik Riwut, Minggu (5/12/2017).
"Rel kereta api itu untuk mengangkut Batubara. Kalau untuk angkutan orang, terlalu mahal. Tapi kan, kalau sudah ada jaringan rel kereta api itu tinggal digunakan untuk transportasi orang," ujarnya.
Perusahaan itu, lanjut Budi, sebenarnya sudah siap untuk melakukan ground breaking pembangunan rel kereta api dari Kaltim-Kalteng, akan tetapi mereka masih perlu menunggu konfirmasi dari Kedutaan Rusia terkait pelaksanaannya.
Sementara itu, mengenai pembangunan rel kereta api jalur Puruk Cahu melalui Bangkuang hingga Batanjung di Provinsi Kalteng, Budi enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan perkembangannya terlalu lambat.
Menurutnya, hingga saat ini pihak China Railway Group Limited selaku investor belum pernah bertemu dengan dirinya. "Saya tidak akan membatalkan pembangunan rel kereta api yang akan dibangun China Railway Group Limited. Tapi kan sesuatu yang tidak fisibel, apalagi menyangkut orang lain, tentu tidak bisa bersaing. Apa kita mau membiayai," ucapnya.
Budi membantah bahwa dirinya menggantung pembangunan kereta Api sepanjang 425 kilometer peninggalan Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang periode 2005-2010 dan periode 2010-2015 itu. Menurutnya, proyek itu bahkan telah masuk dalam Program Rencana Strategis Nasional.
Dia mengatakan, pihak China Railway Group Limited-lah yang belum menunjukkan keseriusannya dalam mempercepat pembangunan tersebut. "Bukan digantung. Kalau saya bilang tidak boleh, saya yang menggantung. Pihak China Railway Group Limited yang menggantungnya. serius sendiri mereka," kata Budi.
Penulis: Ign. L. Adhi Bhaskara
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara