Menuju konten utama

Pergeseran Prioritas Bikin Kinerja Kontruksi Mandek di Awal 2025

Investasi di sektor manufaktur tumbuh karena Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur di pelesok Indonesia.

Pergeseran Prioritas Bikin Kinerja Kontruksi Mandek di Awal 2025
Pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur, di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/12/2018). ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Permata Institute Economic Research (PIER) menyoroti penurunan kinerja beberapa sektor investasi pada kuartal I-2025. Pada tiga bulan pertama 2025, investasi dalam negeri, khususnya di sektor konstruksi tercatat hanya Rp8,08 triliun, turun 2,41 persen dari realisasi di kuartal IV-2024 yang sebesar Rp10,65 triliun.

Kendati, dari penanaman modal asing (PMA), realisasi investasi di sektor konstruksi masih tumbuh secara kuartalan, dari 118,1 juta dolar Amerika Serikat (AS) di kuartal IV-2024 menjadi 124,0 juta dolar AS. Namun, secara tahunan, terjadi penurunan 31,9 persen dari realisasi investasi di kuartal I 2024 senilai 182,1 juta dolar AS.

“Yang paling parah itu, yang paling meng-shrinking kontribusinya dari warna merah ya, itu adalah investasi. Jadi investasi itu drop sangat-sangat signifikan. Itu dari kontribusinya 1,61 (persen) itu hanya 0,65. Jadi sekitar 1 percentage point itu hilang dari investasi,” jelas Kepala Riset Ekonomi Makro dan Pasar Permata Bank, Faisal Rachman, dalam media briefing di World Trade Centre Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2025).

Pada 2024, investasi di sektor manufaktur tumbuh karena pemerintahan Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi) terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur sampai ke pelosok Indonesia. Investasi ini lah yang juga menjadi pengerek belanja pemerintah.

“Sebenarnya kalau investasi itu kan kita bisa bagi dua, ya, yang non-building dan infrastruktur. Infrastruktur itu terkait oleh kebijakan infrastruktur pemerintah yang non-building and infrastructure itu dikembangkan publik dan swasta. Sebenarnya dua-duanya terdampak, tetapi memang yang paling tajam itu dari sektor publiknya, investasi di infrastructure and building,” terang dia.

Dengan gantinya tampuk kepemimpinan, Presiden Prabowo Subianto yang kini menjabat memilih untuk melakukan efisiensi anggaran sejak awal tahun 2025, demi dapat membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Karena perubahan fokus pembangunan ini lah, pemerintah juga menunda pembangunan beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN).

Program MBG memang dapat menjadi salah satu pendorong kinerja investasi. Namun, dengan syarat efektivitas program ini dapat didorong untuk terwujud lebih cepat disertai dengan akselerasi belanja pemerintah yang biasanya baru dilakukan mulai paruh kedua tahun anggaran.

“Memang pemerintah itu harus, kalau kita lihat spending (belanja pemerintah) itu harus cepat, agar tumbuhnya cepat, jadi keluar dari pola musiman yang biasanya emang kuartal III, IV lebih tinggi,” tutur Faisal.

Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra