Menuju konten utama

Kronologi Pengantin Meninggal saat Honeymoon di Glamping Sumbar

Pengantin tewas saat honeymoon di sebuah glamping Sumatera Barat. Simak kronologi lengkap, dugaan penyebab, dan fakta terbaru kasus ini.

Kronologi Pengantin Meninggal saat Honeymoon di Glamping Sumbar
Ilustrasi Mayat. foto/Istockphoto

tirto.id - Sepasang suami istri asal Padang, Gilang Kurniawan (GK) dan Cindy Desta Nanda (CDN) ditemukan tergeletak di sebuah glamping di Solok, Sumatera Barat saat sedang honeymoon. CDN dinyatakan meninggal dan GK sempat kritis. Simak kronologinya berikut.

Gilang dan Cindy baru saja melangsungkan pernikahan pada Minggu, 5 Oktober 2025. Keduanya kemudian memutuskan untuk berbulan madu dengan menginap di sebuah glamour camping (glamping) di Solok.

Tidak ada yang menyangka jika tujuan berbulan madu romantis justru mengantarkan mereka ke perpisahan abadi setelah Cindy dinyatakan meninggal dunia diduga karena menghirup gas dari pemanas air.

Jenazah Cindy dimakamkan pada Jumat (10/10/2025) kemarin. Gilang yang masih lemah memaksakan diri hadir dalam pemakaman tersebut. Dalam video yang beredar luas di media sosial, Gilang datang dengan selang oksigen yang masih menempel dan dipapah oleh beberapa orang.

Kronologi Lengkap Pengantin Meninggal di Glamping Saat Bulan Madu

Sepasang pengantin baru asal Padang, Gilang Kurniawan (28) dan Cindy Desta Nanda (28), mengalami musibah tragis saat tengah berbulan madu di sebuah penginapan glamping kawasan Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Seperti diberitakan detikSumut, Gilang dan Cindy diketahui menginap di lokasi tersebut sejak Rabu, 8 Oktober 2025. Keesokan paginya, Kamis 9 Oktober 2025, pelayan penginapan datang mengantarkan sarapan sekitar pukul 07.00 WIB.

Pelayan tersebut sempat mendengar respons dari dalam tenda, karena pasangan tersebut dikabarkan sedang mandi. Namun ketika pelayan kembali beberapa waktu kemudian, tidak lagi ada jawaban dari dalam kamar.

Merasa curiga karena pasangan itu seharian tidak juga keluar kamar, pelayan bersama pengelola berinisiatif membuka pintu tenda secara paksa. Saat itulah mereka menemukan kedua tamu tersebut dalam kondisi tergeletak tak sadarkan diri di lantai kamar mandi.

Keduanya langsung dilarikan ke Puskesmas Alahan Panjang. Sayangnya, sang istri, Cindy, dinyatakan telah meninggal dunia setibanya di puskesmas, sedangkan sang suami ditemukan masih bernapas lemah dan dalam kondisi kritis.

Gilang kemudian dirujuk ke RSUD Arosuka dan selanjutnya ke Semen Padang Hospital untuk mendapatkan perawatan intensif.

Berdasarkan hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, pasangan ini mengalami keracunan gas karbon monoksida (CO) yang berasal dari alat pemanas air (water heater) berbahan bakar gas elpiji yang terpasang di dalam kamar mandi yang minim ventilasi.

Kebocoran gas di ruang tertutup bisa menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen), yang bisa berujung pada pingsan hingga kematian.

Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Awalnya pihak keluarga menyetujui permintaan autopsi, namun kemudian sepakat membatalkannya.

Keluarga meminta pihak penginapan bertanggung jawab pada insiden tragis yang menimpa Gilang dan Cindy tersebut.

Baca juga artikel terkait VIRAL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra