Penyebab Banjir Jakarta 2020 dan Daftar Jumlah Korban Meninggal

Oleh: Alexander Haryanto - 2 Januari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Menteri PUPR menjelaskan penyebab banjir di Jakarta tahun 2020 ini.
tirto.id - Banjir yang melanda wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek) telah menyebabkan 16 korban jiwa dan lebih dari 31.000 orang mengungsi. Banjir kali ini tergolong parah karena berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Lantas apa penyebabnya?

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, penyebab utama banjir tersebut karena curah hujan yang mencapai 377 mm. Curah hujan tersebut cukup tinggi dan panjang dari biasanya.

Sebenarnya, kata Basuki, dampak dari curah hujan yang cukup tinggi itu bisa ditanggulangi asalkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaksanakan programnya dengan cepat yaitu melakukan normalisasi sungai Ciliwung. Sebab, kata dia, saat ini Anies baru melakukan normalisasi sepanjang 16 kilometer (km) dari total 33 km, demikian seperti dilansir Antara.

Di sisi lain, Basuki bilang, daerah di sekitar sungai yang sudah dinormalisasi tidak terkena banjir sama sekali. Sementara wilayah yang banjir itu adalah wilayah yang belum dinormalisasi.

Penyebab lain dari banjir se-Jabodetabek ini, kata Basuki adalah tertundanya pembangunan dua bendungan kering, yakni bendungan Ciawi dan bendungan Sukamahi.


Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan persoalan banjir di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor dan berbagai daerah lainnya ini disebabkan oleh kerusakan ekosistem dan ekologi.

"Karena ada yang disebabkan oleh kerusakan ekosistem, kerusakan ekologi yang ada tapi juga ada yang memang karena kesalahan kita yang membuang sampah di mana-mana, banyak hal," kata Jokowi seperti dilansir Antara.

Untuk itu, Jokowi bilang, perlu untuk membangun kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota guna menyelesaikan persoalan ini.

Jumlah Korban Banjir

Berdasarkan data terakhir Kamis, 2 Januari 2020, jumlah korban meninggal akibat banjir Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek) telah mencapai 16 korban jiwa. Hal itu disampaikan oleh Kapusdatinkom Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo.

"Sampai saat ini data yang berhasil BNPB kumpulkan terdapat 16 orang meninggal akibat banjir," kata Agus seperti dilansir Antara.

Dengan rincian, DKI Jakarta 8 orang, Kota Bekasi 1 orang, Kota Depok 3 orang, Kota Bogor 1 orang, Kabupaten Bogor 1 orang, Kota Tangerang 1 orang, dan Tangerang Selatan 1 orang. Berikut daftarnya:

1. Jakarta

  • M Ali (82) dari Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (korban mengalami hipotermia)
  • Siti Hawa (72) dari Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (korban mengalami hipotermia)
  • Willi Surahman dari Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (korban mengalami hipotermia)
  • Sutarmi (73) dari Kramat Jati, Jaktim (tersengat listrik)
  • Agus (19) Duren Sawit, Jaktim (tenggelam)
  • Sanusi dari Duren Sawit, Jaktim (masih dalam proses pencarian)
  • Arfiqo Alif (16) dari Kemayoran, Jakarta Pusat (Kesetrum listrik)
  • Yuda Irawan (29) dari Pal Merah, Jakbar (tenggelam)

2. Kota Bekasi

  • Andika Pradika (14 ) dari Kecamatan Rawa Lumbu, Bekasi (tenggelam saat bermain di selokan).

3. Kota Depok

  • Amelia Susanti (27), Kecamatan Cinere, Kota Depok (Korban tertimbun tanah longsor)
  • Lusinah (68) Kecamatan Cinere, Kota Depok (Korban tertimbun tanah longsor)
  • Nizam Saputra (8), Kecamatan Cinere, Kota Depok (korban tertimbun tanah longsor)
  • Bogor yakni Kusmiyati (30), dari Tanah Sereal Kota Bogor (rumah korban tertimpa tanah longsor).

4. Kabupaten Bogor

  • Marsdianto (20), Perumahan Puri Citayam Permai, Kabupaten Bogor (korban terseret arus banjir saat aliran kali yang berada persis di depan rumahnya menjebol tanggul).

5. Tangerang Kota

  • Jamilah (55th), dari Batu Ceper, Tangkot (tersengat listrik).
6. Tangerang Selatan

  • Teguh Taufik (36 th), Perumahan Ciputat Baru (tersengat listrik).


Baca juga artikel terkait BANJIR atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Antara
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH
DarkLight