tirto.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa Penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Kalimantan digelar sebagai bentuk pengakuan atas capaian nyata kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan.
Menurut Tito, di tengah sorotan terhadap sejumlah persoalan di daerah, masih banyak kepala daerah yang mampu menunjukkan hasil kerja positif. Karena itu, penghargaan ini sekaligus menjadi penanda bahwa keberhasilan di tingkat daerah tetap perlu diapresiasi.
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri PKP Maruarar Sirait, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, para gubernur se-Kalimantan, Direktur Utama Tempo Media GroupArif Zulkifli, para bupati dan wali kota se-Kalimantan, serta pejabat tinggi dari berbagai kementerian dan lembaga.
“Jangan sampai kita menggeneralisasikan bahwa semua kepala daerah buruk. Penghargaan malam ini itu menunjukkan bahwa banyak kepala kepala daerah juga yang bagus, yang berprestasi,” ujar Mendagri kepada awak media usai menghadiri Malam Anugerah Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Kalimantan di Ballroom Hotel Platinum Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (5/5/2026) malam.
Dalam ajang tersebut, penghargaan diberikan untuk empat bidang utama, yakni penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, entrepreneur government/creative financing, serta pengendalian inflasi. Tito menjelaskan, keempat kategori itu dipilih karena merepresentasikan tantangan penting dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Selain trofi, pemerintah juga menyiapkan insentif fiskal bagi para pemenang. Skema penghargaan tersebut diatur dalam ketentuan keuangan daerah.
“Dan hadiahnya selain tropi juga adalah untuk juara satu insentif fiskal yang memang diatur dalam aturan undang-undang tentang keuangan itu sebanyak tiga miliar, yang nomor dua, dua miliar, yang nomor tiga, satu miliar,” ungkap Mendagri.
Ia menambahkan, insentif tersebut bersumber dari anggaran Kementerian Dalam Negeri. Program apresiasi ini sendiri diselenggarakan dalam enam wilayah regional, yakni Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa-Bali, Maluku-Nusra, dan Papua.
Untuk pelaksanaan di Kalimantan Timur, Kemendagri menggandeng Tempo Media Group sebagai mitra penyelenggara. Tito menilai proses penjurian dilakukan secara objektif dan profesional, sehingga daerah yang terpilih memang menunjukkan kinerja pemerintahan yang baik.
Pada kesempatan yang sama, Tito juga merespons positif usulan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait agar sektor perumahan masuk dalam kategori penghargaan berikutnya. Menurutnya, isu perumahan sangat berkaitan dengan persoalan mendasar seperti kemiskinan, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi.
“Beliau sudah menyampaikan usulan nanti untuk gelombang berikutnya isu perumahan menjadi isu yang dipertandingkan. Dan itu saya anggap penting karena memang itu kaitannya dengan kemiskinan pengangguran, pertumbuhan ekonomi, macam-macam,” tandas Mendagri.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































