tirto.id - Beredar sebuah video sejumlah wanita paruh baya menyanyikan lagu ‘Jogja Istimewa’ milik penyanyi rap Marzuki Mohamad alias Kill The DJ yang digubah untuk dukungan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Wanita yang menyanyikan lagu tersebut diduga bagian kelompok relawan Prabowo-Sandi.
Unggahan ini pertama kali diketahui dari akun twitter @cakkhum. Unggahan itu lantas langsung diprotes oleh beberapa pihak, termasuk Marzuki itu sendiri.
Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni menyatakan bahwa kubu Prabowo-Sandi telah melewati batas etis.
“Kubu Prabowo benar-benar tidak etis dan bermoral,” kata Toni kepada Tirto, Selasa (15/1/2019).
“Setelah gambar [mantan Panglima TNI] Gatot dicatut tanpa izin, sekarang mereka dengan seenak perutnya mengambil lagu Kill the DJ,” kata dia.
Toni mengaku kecewa dengan tindakan kubu Prabowo-Sandi yang tidak berpikir matang sebelum bertindak.
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia ini menilai tindakan ini makin menunjukkan sejak awal tim Prabowo-Sandi tidak mengerti etika. Toni yakin masyarakat sudah sadar, Prabowo-Sandi tak layak dipilih sebagai pemimpin.
“Mereka mengambil produk orang lain tanpa izin, tanpa pemberitahuan. Bagaimana mungkin rakyat menerima Prabowo-Sandi dengan tim yang sedemikian tidak beretikanya,” ucapnya lagi.
Marzuki sendiri langsung memprotes akun @cakkhum tersebut di twitter. Dalam cuitannya Marzuki terlihat emosional. Cuitannya pun langsung didukung beberapa akun twitter lainnya yang juga kesal terhadap penggunaan lagu Marzuki dengan seenaknya.
“Kamu bakal punya masalah!!!” cuit Marzuki hari Senin (14/1/2019).
Lagu yang dimodikafisi tersebut memiliki lirik :
Jogja-jogja, Jogja istimewa
Prabowo-Sandi pilihan kita
Jogja-jogja, Jogja istimewa
Adil dan makmur tujuan kita
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Zakki Amali