tirto.id - Tim SAR gabungan resmi memperpanjang operasi pencarian satu warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang masih hilang akibat tenggelamnya Kapal Wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, NTT, pada 26 Desember 2025 lalu.
Perpanjangan operasi dilakukan selama dua hari, mulai Kamis (8/1/2026) hari ini hingga Jumat, 9 Januari 2026 besok.
Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan keputusan perpanjangan diambil setelah ditemukannya korban ketiga serta adanya permintaan resmi dari Kedutaan Besar Spanyol.
“Perpanjangan Operasi SAR hingga 2 hari mulai tanggal 08-09 Januari 2026, perpanjangan ini dilaksanakan dengan adanya penemuan korban ke tiga kemarin (06/01) serta surat permintaan perpanjangan operasi SAR dari Kedubes Spanyol,” ujar Fathur dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya pencarian kembali dilanjutkan sejak Rabu (7/1/2026) pagi hari.
“Mulai pukul 06.30 WITa, Tim SAR Gabungan telah berangkat kembali ke lokasi pencarian sesuai rencana operasi hari ini yakni berfokus di sekitar lokasi penemuan bangkai KM Putri Sakinah,” katanya.
Dalam operasi lanjutan tersebut, Tim SAR Gabungan mengerahkan 168 personel dari berbagai unsur, antara lain Basarnas, TNI-Polri, KSOP Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo, BPBD Manggarai Barat, serta komunitas penyelam Labuan Bajo.
Sebanyak 18 alutsista utama juga dikerahkan untuk menyisir perairan dan pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo.
Selain itu, Fathur menyebutkan penggunaan peralatan teknologi bawah laut untuk mendukung pencarian.
“Tim SAR Gabungan dari Ditpolair Polda NTT juga menurunkan ROV dan sonar, pengerahan Multi Beam Sonar dari ITB Bandung dan Multi Beam Sonar dari Distrik Navigasi Kupang untuk mendeteksi keberadaan korban di perairan dekat Pulau Padar dan hasil operasi SAR masih nihil,” tandasnya ketika menceritakan pencarian hari ke-13.
Di sisi lain, Kedutaan Besar Spanyol melalui surat diplomatik tertanggal 7 Januari 2026 memohon kepada Basarnas memperpanjang operasi pencarian terhadap satu korban terakhir.
Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Bernardo de Sicart Escoda, menyampaikan apresiasi atas upaya pemerintah Indonesia.
“Kedutaan Besar Spanyol menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas respons dan komitmen yang ditunjukkan oleh otoritas Indonesia menyusul insiden tragis pada 26 Desember, di mana empat warga negara Spanyol meninggal dunia akibat kecelakaan kapal,” kata Bernardo dalam surat yang dilihat Tirto.
Dalam suratnya kepada Basarnas, Kedubes Spanyol juga menyampaikan terima kasih atas kerja nyata, komitmen, dan upaya kemanusiaan Tim SAR Gabungan, serta berharap perpanjangan operasi pencarian ini dapat membuahkan hasil.
Mereka berharap perpanjangan pencarian akan mampu menemukan satu jasad korban terakhir yang masih hilang.
“Sehubungan dengan perkembangan ini, dan dengan tetap menghormati penilaian operasional Basarnas, kami dengan hormat memohon agar operasi pencarian dapat diperpanjang sejauh memungkinkan guna menemukan jenazah korban keempat dan terakhir yang masih hilang,” ujarnya.
Kapal Tenggelam di Perairan Pulau Padar Labuan Bajo
KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di perairan sekitar Pulau Padar, Labuan Bajo, pada 26 Desember 2025. Kapal wisata tersebut membawa 11 orang, enam orang di antaranya adalah warga negara Spanyol.
Dari 11 orang di kapal tersebut, empat orang dinyatakan tenggelam.
Keempatnya adalah satu keluarga, yakni Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martinenes Ortuno Maria Lia, dan Martinez Ortune Enriquejavier.
Fernando Martin diketahui merupakan pelatih klub sepakbola Valencia Femenino B alias Valencia Putri B.
Pada insiden yang sama, istri Fernando Martin dan satu orang anak perempuannya berhasil selamat. Sementara Fernando Martin dan 3 orang anaknya tak selamat.
Hingga awal Januari 2026, Tim SAR Gabungan telah menemukan tiga korban meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































