Menuju konten utama

Pemerintah Siapkan Perpres Soal Gaji ASN Dipotong Zakat

Pemerintah melalui Kemenag saat ini tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur zakat atas gaji pokok ASN.

Pemerintah Siapkan Perpres Soal Gaji ASN Dipotong Zakat
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengimbau agar tidak menggunakan agama untuk Pemilu 2018 dan 2019 dalam saat acara Kongres ulama muda Muhammadiyah, di Jakarta, Selasa (30/01/2018). tirto.id/Ahsan Ridhoi.

tirto.id - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan kalau pemerintah saat ini tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur zakat atas gaji pokok Aparatur Sipil Negara (ASN). Pasalnya, potensi zakat Indonesia sangat besar, termasuk dari gaji ASN.

"Kita sedang siapkan Perpres agar semua ASN di seluruh kementerian dan lembaga bisa dipungut zakatnya dari gaji pokok yang diterima," terang Menag saat membuka Munas ke-8 Forum Zakat di Lombok beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari rilis Kemenag.

Munas yang akan berlangsung dari 1-3 Februari ini diikuti lebih 200 peserta utusan pengurus wilayah Forum Zakat dan pimpinan lembaga amil zakat dari Aceh hingga Papua. Munas ke-8 ini mengangkat tema "Kerja Bersama untuk Gerakan Zakat Indonesia".

"Ini potensi luar biasa. ASN jumlahnya luar biasa," lanjutnya. Menurut Menag, pihaknya juga sedang memikirkan agar tidak hanya gaji pokok yang dipungut zakat, tapi juga tunjangan lainnya.

"Ini sedang dikaji agar potensi zakat yang besar itu bisa mewujud," tuturnya.

Potensi zakat di Indonesia mencapai Rp200 triliun per tahun. Namun, data BAZNAS tentang penghimpunan zakat tahun 2017 baru Rp7 triliun. Angka ini sudah naik signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Menag menyampaikan apresiasi kepada Forum Zakat, seluruh lembaga amil zakat, dan pegiat zakat yang telah bekerja keras sehingga zakat bisa berdampak lebih masif bagi masyarakat.

"Amiiin hakikatnya kehormatan dan kemuliaan. Mudah-mudahan bisa dijaga sehingga manfaatnya bisa dirasakan umat," tandasnya.

Baca juga artikel terkait ZAKAT atau tulisan lainnya dari Maya Saputri

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri