Pemerintah akan Kaji Bantuan Pandemi COVID-19 bagi Tenaga Honorer

Oleh: Andrian Pratama Taher - 14 September 2020
Pemerintah berencana memberikan insentif COVID-19 kepada tenaga honorer, kata Ketua KCPEN Airlangga Hartarto.
tirto.id - Ketua Komite Pengarah Komite Percepatan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah berencana memberikan insentif COVID-19 kepada tenaga honorer. Hal tersebut sesuai instruksi Presiden Jokowi dan Ketua Pelaksana KCPEN Erick Thohir dalam rapat.

"Bapak presiden meminta untuk dilakukan pendalaman terkait dengan apa yang disampaikan oleh ketua pelaksana terkait untuk tenaga honorer. Ini pemerintah akan melakukan kajian di mana tenaga honorer pun akan diberikan bantuan," kata Airlangga dalam konferensi pers usai rapat dengan Presiden Jokowi secara daring, Senin (14/9/2020).

Airlangga menyebut pemerintah tidak bisa langsung memberikan bantuan kepada honorer. Ia beralasan, beberapa tenaga honorer sudah menerima bantuan lewat bantuan gaji berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan.

Akan tetapi, Airlangga memastikan kalau pemerintah tengah memastikan bentuk bantuan terbaik untuk meringankan beban honorer.

"Sebagian kecil tenaga honorer ini ada yang sudah dapat bantuan melalui data di BPJS Tenaga Kerja, sehingga dengan demikian ini akan diarahkan untuk seluruh tenaga honorer. Namun, ini akan kami siapkan apakah itu program atau detailnya," kata Airlangga.

Selain bicara bantuan untuk honorer, Presiden juga meminta optimalisasi Kartu Prakerja. Ia beralasan, Kartu Prakerja sebentar lagi akan mencapai target sehingga perlu optimalisasi lebih lanjut.

"Bapak Presiden meminta agar Kartu Prakerja dibahas bersama Kemenkeu, dilihat potensi-potensi yang ada, karena banyaknya tenaga kerja informal yang terdampak dan Kartu Prakerja sendiri per hari ini sudah 3,8. Artinya per September 5,6 juta yang direncanakan akan tercapai," jelas Airlangga.


Baca juga artikel terkait BANTUAN COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri
DarkLight