Menuju konten utama

Pembentukan Negara Palestina Kunci Perdamaian di Timur Tengah

Perdana Menteri Yordania Hani Al-Mulki dan timpalannya dari Swedia Stefan Lofven mengeluarkan pernyataan, jika pembentukan negara Palestina merdeka merupakan kunci bagi perdamaian di Timur Tengah.

Pembentukan Negara Palestina Kunci Perdamaian di Timur Tengah
Warga Palestina. Antara Foto/Reuters/Mussa Gawasma.

tirto.id - Yordania dan Swedia pada Minggu (14/8/2016) mengeluarkan pernyataan bahwa pembentukan negara Palestina merdeka merupakan kunci bagi perdamaian di Timur Tengah, demikian laporan kantor berita resmi Jordania, Petra.

Pernyataan itu disampaikan oleh Perdana Menteri Yordania Hani Al-Mulki dan timpalannya dari Swedia Stefan Lofven saat melakukan pembicaraan mengenai sejumlah masalah Timur Tengah, terutama masalah Palestina serta krisis Suriah. Selain itu juga, mereka membicarakan tentang berbagai cara guna mengukuhkan hubungan bilateral kedua negara.

Mereka menekankan berdirinya negara Palestina yang layak adalah kunci bagi perdamaian dan kestabilan di wilayah tersebut. Mereka memperingatkan kegagalan untuk memberi keadilan rakyat Palestina akan menyulut kerusuhan lebih luas.

Al-Mulki mengungkapkan, Yordania dan Swedia adalah memainkan peran penting dalam upaya untuk mewujudkan perdamaian di seluruh dunia dan mereka memperlihatkan komitmen kuat ke arah memerangi terorisme dan ekstremisme.

Perdana Menteri Yordania itu memperingatkan bahwa kerusuhan yag terjadi di Timur Tengah akan berdampak pada keamanan dan kestabilan di Eropa sebab masalah regional tak mengenal perbatasan.

Al-Mulki kembali menyatakan masalah Palestina tetap menjadi inti konflik di wilayah itu, dan setiap penyelesaian politik memerlukan rumus dua-negara. Ia berikrar Yordania akan selalu menjadikan masalah tersebut sebagai prioritas utama nasionalnya.

Lofven memuji upaya Yordania terkait usaha mewujudkan perdamaian dan kestabilan di Timur Tengah dan tempat lain di dunia, dan mengatakan Swedia ingin mendorong kerja sama dan koordinasi dengan Yordania dalam menampung pengungsi, sebab kedua negara itu saat ini menampung pengungsi dari Suriah.

Al-Mulki mengatakan Yordania menyaksikan arus besar pengungsi Suriah, yang membuat negeri tersebut memerlukan lebih banyak dukungan internasional.

Pejabat senior Swedia itu juga menekankan masyarakat internasional harus meningkatkan bantuan buat negara penampung pengungsi.

Kedua pihak tersebut menekankan hubungan di bidang ekonomi dan mengatakan kesempatan baik ada untuk membina kerja sama lebih erat antara kedua negara itu.

Baca juga artikel terkait HARD NEWS

tirto.id - Politik
Sumber: Antara
Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora