tirto.id - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Peusada, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, mengalami kendala operasional karena kerusakan instalasi, pipa, dan panel listrik. Itu merupakan imbas dari banjir yang terjadi beberapa waktu terakhir.
"Total keseluruhan kerugian yang kami catat sementara ini mencapai sekitar Rp67 miliar," kata Direktur PDAM Tirta Peusada, Iskandar, di Aceh Timur, Minggu (7/12/2025).
Iskandar merinci, kerugian terbesar terjadi di beberapa cabang dan unit pengelolaan air. Di antaranya meliputi Cabang Peureulak, yang merugi sekitar Rp15 miliar; Cabang Lhoknibong, merugi Rp18 miliar; Cabang Ranto Peureulak, merugi sekitar Rp6 miliar; Unit Pengelolaan Teumpeun Ranto Panjang Peureulak, merugi sekira Rp17 miliar; Cabang Peunaron, merugi kurang lebih Rp5 miliar; serta Ranto Selamat, merugi sebanyak Rp6 miliar.
Selain mengakibatkan kerusakan jaringan pipa, banjir merendam enam titik instalasi pengolahan air dengan kapasitas bervariasi, mulai 10 hingga 120 liter per detik.
Instalasi pengolahan air terbesar berada di Lhoknibong dengan kapasitas 120 liter per detik, yang justru berada di wilayah paling parah terdampak banjir.
Iskandar menyebut, di kawasan Lhoknibong, tercatat ada sekitar 10 jalur pipa utama terendam.
"Kami belum bisa memastikan seluruh kondisi pipa karena sebagian masih terendam dan tertutup material lumpur. Yang paling parah memang di wilayah Lhoknibong," tambahnya.
Macetnya Operasional PDAM Berdampak terhadap para Korban
Kendala terbesar saat ini, menurut Iskandar, adalah belum normalnya pasokan listrik. Karena instalasi pengolahan air bergantung pada listrik, distribusi air ke pelanggan belum bisa kembali sepenuhnya.
"Kami masih menunggu pemulihan listrik karena panel-panel juga ikut terendam," katanya.
Selain itu, banyak pipa yang berada di badan jalan dan di tepi sungai yang terputus akibat tergerus banjir. Beberapa panel listrik penggerak pompa juga ikut terendam air.
Tim PDAM terus membersihkan lumpur, memperbaiki koneksi pipa putus, serta membongkar jaringan di wilayah terdampak, khususnya di Lhoknibong.
Terdampaknya instalasi PDAM pasca-banjir jelas berdampak pada masyarakat. Hingga kini, pelanggan PDAM mencapai sekitar 22 ribu keluarga, tersebar di berbagai wilayah. Kebutuhan masyarakat terhadap air bersih pascabencana cukup mendesak.
Iskandar menyebut, pihaknya telah melaporkan kondisi kerusakan ini secara resmi kepada Bupati Aceh Timur dan kementerian terkait. PDAM setempat berharap bantuan pemerintah pusat segera datang, untuk mempercepat pemulihan infrastruktur air bersih.
"Kami sangat mengharapkan dukungan dari pusat, karena kerusakan ini sangat besar dan tidak mungkin bisa ditangani sendiri dalam waktu singkat," tutupnya.
Editor: Fadli Nasrudin
Masuk tirto.id

































