Menuju konten utama

Nilai Tukar Dolar AS terhadap Rupiah dan IHSG Hari Ini 6 Juli

Nilai rupiah terhadap dolar AS hari ini menguat beberapa poin. IHSG juga hijau di awal pembukaan pekan pertama Juli.

Nilai Tukar Dolar AS terhadap Rupiah dan IHSG Hari Ini 6 Juli
Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta, Kamis (30/5/2024). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.993 per dolar AS pada Senin (6/7/2026). Seturut Bloomberg, rupiah telah melemah 30 poin atau 0,17 persen.

Jika dibandingkan pada penutupan perdagangan Jumat (3/7) sore, rupiah berada di Rp.17.963 per dolar AS. Saat itu rupiah menguat 32 poin atau 0,18 persen.

Nilai mata uang negara lain di Asia terhadap dolar AS juga terjadi sejumlah penguatan. Seturut yahoo Finance, mata uang yang menguat seperti yen Jepang 0,3 persen, dolar Singapura 0,1 persen hingga bath Thailand 0,21 persen.

Pergerakan Pembukaan IHSG Hari Ini 6 Juli

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin dibuka menguat ke level 5.893,281. Seturut RTI Business pukul 09.45 WIB, indeks menguat 0,62 persen atau 35,843 poin setelah pasar dibuka.

Pada awal pembukaan terdapat 383 saham menguat, sementara 167 saham melemah, dan 183 daham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp2,357 triliun. Volume transaksi pada awal pembukaan tercatat mencapai 5,437 miliar dengan frekuensi perdagangan mencapai 443.550 kali

Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama hari ini terpantau berada di rentang 5.864,076 hingga 5.935,683.

Penguatan IHSG pada hari ini menandai tren penguatan yang berlangsung sejak Jumat. Pada Jumat lalu, IHSG dibuka menguat ke posisi 5.806,17, menguat 61,61 poin atau 1,07 persen.

Penguatan IHSG pada Jumat lalu itu terjadi seiring penguatan bursa saham kawasan Asia dan global. Seturut Antara, meredanya ketegangan geopolitik di Asia Barat disebut menjadi salah satu faktor kunci tren penguatan ini.

Selain itu, meredanya ketegangan geopolitik antara AS dengan Iran juga telah menurunkan harga minyak dunia dan berdampak pada keterangan The Fed yang tidak akan lagi memberikan forward guidance secara eksplisit.

Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini juga menurun setelah para investor merespons positif laporan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari ekspektasi.

Baca juga artikel terkait KURS DOLAR HARI INI atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar