Menteri Rini: Inalum Dipinjami $5 Miliar untuk Beli Saham Freeport

Oleh: Maya Saputri - 12 Juli 2018
"Laporannya dari Pak Budi (Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin) bahwa komitmennya sudah sampai 5,2 miliar dolar AS kita sudah dapat. Tetapi kami tidak pakai semua, karena nilainya tidak segitu," ujar Rini.
tirto.id - Pemerintah segera menyelesaikan masalah terkait kepemilikan PT Freeport Indonesia melalui penandatanganan "Head of Agreement" (HoA) yang akan digelar di Aula Mezzanine Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno menyebutkan bahwa Inalum telah mendapatkan pinjaman terkait pengambilalihan saham PT Freeport Indonesia. Ia menjelaskan jumlah komitmen dari pinjaman tersebut mencapai 5,2 miliar dolar AS.


"Laporannya dari Pak Budi (Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin) bahwa komitmennya sudah sampai 5,2 miliar dolar AS kita sudah dapat. Tetapi kami tidak pakai semua, karena nilainya tidak segitu," ujar Rini ketika ditemui di Bandar Udara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (11/7/2018).

Acara penandatanganan HoA akan dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, serta perwakilan dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Freeport Indonesia.


Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengatakan bahwa proses negosiasi dalam akuisisi saham Freeport selama ini tidak mudah.

"Inilah 3,5 tahun yang kita usahakan sangat alot, jangan dipikir mudah, dan begitu sangat intens dalam 1,5 tahun ini," kata Presiden Jokowi setelah acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71.

Presiden juga mengapresiasi ketika mendapatkan laporan bahwa holding industri pertambangan Inalum berhasil mencapai kesepakatan awal dengan Freeport.

"Pengolahan untuk meningkatkan kepemilikan kita menjadi 51 persen, dari yang sebelumnya 9,36 persen. Alhamdulillah," katanya.

Presiden menegaskan akuisisi Freeport merupakan sebuah lompatan yang diharapkan berdampak positif bagi Indonesia secara lebih luas dari sisi pendapatan, pajak, royalti, dividen, hingga retribusi sehingga nilai tambah komoditas tambang bisa dinikmati seluruh masyarakat.

Freeport Indonesia sampai sejauh ini telah mengelola tambang emas di Papua selama hampir 50 tahun dengan porsi kepemilikan saham mayoritas. Selain Freeport, pemerintah juga telah mengakuisisi 100 persen Blok Mahakam dan menyerahkan pengelolaannya kepada Pertamina.


Baca juga artikel terkait KASUS FREEPORT atau tulisan menarik lainnya Maya Saputri
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: antara
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri