Menuju konten utama

Mentan Kembangkan Bawang di Sembalun NTB usai Ditelepon Prabowo

Amran Sulaiman mengatakan lahan di kawasan Sembalun berpotensi ditanami bawang.

Mentan Kembangkan Bawang di Sembalun NTB usai Ditelepon Prabowo
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/bar

tirto.id - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengaku bakal mengembangkan bawang di kawasan Sembalun, Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah ditelepon Presiden Prabowo Subianto.

"Sekarang kami kejar lagi bawang. Itu perintah Bapak Presiden, saya ditelepon. Begitu diperintah (hari) Sabtu [7 Februari 2026], Minggu [8 Februari 2026] tim-tim terbang, Senin [9 Februari 2026] saya tiba di Sembalun," kata Amran di kantor Kementerian Koordinator Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Menurut dia, lahan di kawasan Sembalun berpotensi ditanami bawang. Pemerintah Pusat disebut berencana mengalokasikan 700 hektare di kawasan Sembalun untuk ditanami bawang.

Amran menyebutkan, Kementan menargetkan 3-5 tahun hingga pembibitan bawang di Sembalun tersebut dapat panen hingga mencapai status swasembada bawang.

"Kami alokasikan 700 hektare di sana, 700 hektar hektare untuk pembibitan. Kami rancang 3, 4-5 tahun, maksimal lima tahun. Kalau ini kita lakukan konsisten, insyaAllah selesai," tutur dia.

Amran menyatakan Pemerintah Pusat menganggarkan Rp1 triliun dari alokasi anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN) tahun anggaran 2026 untuk pengembangan bawang di Sembalun.

Ia meyakini melalui pengembangan bawang tersebut, petani akan mendapatkan keuntungan.

"InsyaAllah swasembada pangan seluruhnya jadi kenyataan. Kemudian konsumen juga bahagia, middleman untung, tapi jangan serakah. Nah, tiga ini kami jaga," katanya.

Baca juga artikel terkait KEMENTAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama