Menuju konten utama

Mensos Buka Pelatihan Wali Asuh & Wali Asrama SR ke-II di Kalsel

Pelatihan ini digelar serentak di enam Balai Regional Kemensos selama 5 hari dan melibatkan 655 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. 

Mensos Buka Pelatihan Wali Asuh & Wali Asrama SR ke-II di Kalsel
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membuka Pelatihan Pengasuhan Sekolah Rakyat bagi Wali Asuh dan Pengelolaan Asrama bagi Wali Asrama Tahap II Tahun 2025 di Aula Lantai 3 BBPPKS Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (23/9/2025). foto/Dok. Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), secara resmi membuka Pelatihan Pengasuhan Sekolah Rakyat bagi Wali Asuh dan Pelatihan Pengelolaan Asrama bagi Wali Asrama Tahap II Tahun 2025 pada Selasa (23/9/2025). Pembukaan kegiatan ini digelar di Aula Lantai 3 Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Pelatihan ini berlangsung serentak di enam Balai Regional I–VI pada 22–26 September 2025. Kegiatan tersebut melibatkan 655 peserta, terdiri atas 536 wali asuh serta 119 wali asrama dari berbagai daerah di Indonesia. Dari total itu, 116 orang hadir langsung di Banjarmasin dengan rincian: 86 wali asuh dan 30 wali asrama. Adapun sisanya mengikuti secara daring maupun hybrid.

Selama lima hari, pelatihan tahap II ini menghadirkan materi seputar pola pengasuhan sesuai tingkat pendidikan, prosedur standar dalam menangani keadaan darurat, hingga tata kelola asrama. Kegiatan ini dirancang untuk membekali para wali asuh dan wali asrama Sekolah Rakyat agar mampu memberikan pendampingan yang penuh kasih sayang sekaligus tegas, menjadi teladan dalam kedisiplinan, serta memperkokoh pembentukan karakter para siswa.

Saat datang di lokasi acara, Menteri Sosial Gus Ipul disambut hangat dengan yel-yel penuh semangat dari peserta. Suasana pembukaan pelatihan semakin hidup berkat penampilan siswa-siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru. Mereka mementaskan tarian tradisional, pidato berbahasa Inggris oleh Anna Maghfirah, paduan suara, hingga pembacaan puisi “Suara dari Tepi Sungai Banjar” oleh Nabila Sagina.

Alunan paduan suara hingga lantunan puisi membuat suasana aula dipenuhi keharuan. Tak sedikit wali asuh, wali asrama, dan para tamu undangan yang menitikkan air mata, tersentuh oleh beratnya amanah yang mereka emban sekaligus indahnya cita-cita bersama dalam mendidik anak-anak Sekolah Rakyat.

Sejak paduan suara hingga pembacaan puisi, suasana aula dipenuhi rasa haru. Banyak wali asuh, wali asrama, maupun tamu undangan tersentuh hingga meneteskan air mata, merasakan beratnya amanah sekaligus indahnya cita-cita bersama membesarkan anak-anak Sekolah Rakyat.

Saat memberikan arahan pada peserta pelatihan, Mensos Gus Ipul menyampaikan apresiasi yang besar kepada para wali asuh dan wali asrama Sekolah Rakyat. "Saya sungguh berterima kasih dan mengapresiasi bapak ibu yang memilih menjadi wali asuh dan wali asrama di Sekolah Rakyat," ujar Gus Ipul.

Pada kesempatan itu, Gus Ipul juga kembali mengingatkan tiga hal yang terlarang di Sekolah Rakyat, yakni perundungan (bullying), kekerasan fisik maupun seksual, dan intoleransi.

"Bayangkan kalau kita menjadi mereka. Empati sangat dibutuhkan. Jika ada wali yang tidak sanggup menjauhi perundungan, kekerasan, dan intoleransi, lebih baik mengundurkan diri, karena cepat atau lambat pasti ketahuan," ujar dia menegaskan.

Untuk menegaskan komitmen, para wali asuh dan wali asrama diminta berdiri sambil mengangkat tangan kanan dan mengucapkan ikrar bersama bahwa mereka akan benar-benar menghindari perundungan, kekerasan, dan intoleransi.

Gus Ipul juga menyampaikan harapan besar kepada para peserta pelatihan. "Jadikan pelatihan ini sebagai ladang pengabdian. Kita ingin anak-anak di Sekolah Rakyat tumbuh menjadi generasi tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. Wali asuh dan wali asrama adalah kunci dalam perjalanan ini," kata dia.

Setelah menyampaikan arahan kepada wali asuh dan wali asrama, Gus Ipul mengajak siswa-siswi Sekolah Rakyat naik ke panggung, membuat suasana acara semakin berkesan. Beberapa anak kemudian menceritakan kesan dan pengalamannya menjadi siswa Sekolah Rakyat.

Salah satu siswa SRT 9 Banjarbaru, Saifudin, menyampaikan rasa syukurnya bisa mengakses fasilitas pendidikan yang layak di Sekolah Rakyat. "Saya berterima kasih karena sekarang kami bisa sekolah dengan fasilitas yang layak. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar bisa meraih cita-cita menjadi tentara," kata Saifudin, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Ada juga Naila Indira Putri, siswi asal Banjarmasin yang bercita-cita menjadi dokter. Saat berbincang dengan Gus Ipul, Naila bercerita bahwa sejak tinggal di Sekolah Rakyat pada 14 Juli lalu, ia merasa bahagia. Selain mendapatkan fasilitas asrama yang memadai, dia juga memperoleh dukungan dari para guru yang baik beserta teman-teman baru.

"Saya senang sekali bisa belajar di sini, bisa makan tiga kali sehari, dan semua mendukung cita-cita saya menjadi dokter," kata Naila.

Kepada semua siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul berpesan agar mereka terus menyayangi orang tua dan menghormati para guru. "Jadi anak-anak Sekolah Rakyat harus menyayangi orang tua apa pun profesinya, dan menghormati guru. Betul ya?" Ucapan Gus Ipul itu dijawab serempak oleh para siswa: “Betul!”

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis