Menuju konten utama

Menhaj Sebut Beras Haji Nusantara akan Dikirim Awal Ramadhan

Menhaj Gus Irfan sebut Kemenhaj menargetkan ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi pada awal Ramadhan 2026.

Menhaj Sebut Beras Haji Nusantara akan Dikirim Awal Ramadhan
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, serta Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak di sela-sela kegiatan meninjau persiapan acara penutupan Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Makodau 1, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026). Abdul Aziz/MCH 2026.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) terus melakukan berbagai inovasi dalam memberikan pelayanan optimal terhadap jemaah. Salah satunya lewat program “Beras Haji Nusantara” sebagai langkah strategis pemerintah dalam memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, mengatakan, pemerintah menargetkan mengekspor 2.280 ton Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi pada awal Ramadhan 1447 H atau sekitar 18-20 Februari 2026. Inisiatif ini bertujuan memastikan jemaah mendapatkan asupan pangan berkualitas sekaligus memberdayakan produk beras dalam negeri di Tanah Suci.

“Minggu awal Ramadhan sudah mulai kami kirim. Dengan harapan sebelum musim haji sudah sampai,” ujar Gus Irfan usai membuka Manasik Haji Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan manasik nasional ini diikuti jemaah haji 2026 dari seluruh Indonesia, baik secara langsung maupun daring melalui zoom meeting. Pada kesempatan ini, Gus Irfan juga menyampaikan sejumlah kebijakan dan inovasi dalam penyelenggaraan haji 2026.

Dalam sambutannya di hadapan ribuan calon jemaah haji, Gus Irfan memastikan para jemaah tidak perlu khawatir terkait cita rasa makanan selama berada di Arab Saudi. Pasalnya, bahan makanan utama seperti bumbu dan beras akan dikirim langsung dari Indonesia.

“Jadi nanti berasnya kita kirim. Kalau tahun kemarin baru bumbu saja, sekarang beras. Berasnya juga beras dengan kualitas yang bagus,” kata dia.

Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) di Jakarta, Senin (9/2/2026), Menhaj Gus Irfan secara resmi telah memperkenalkan program “Beras Haji Nusantara.”

Menhaj mengungkapkan, total kebutuhan beras untuk 205.420 orang (terdiri dari jemaah haji reguler dan petugas) mencapai 2.280 ton. Jumlah ini dihitung berdasarkan frekuensi makan jemaah yang mencapai 78 kali di Makkah, 27 kali di Madinah, dan 6 kali di wilayah Armuzna.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang dikonsumsi jemaah haji kita memiliki kualitas terbaik dan cita rasa nusantara,” kata Gus Irfan dalam paparannya pada agenda Rakortas yang diselenggarakan oleh Kemenko Pangan.

Oleh karena itu, kata Gus Irfan, Kemenhaj mendorong penggunaan Beras Haji Nusantara dengan spesifikasi premium, long grain, dan tingkat pecahan (broken) maksimal 5 persen.

Selama ini, kata Gus Irfan, dapur penyedia layanan di Arab Saudi umumnya menggunakan beras komoditas negara lain dengan harga pasar sekitar 150 SAR per 40 kg atau setara Rp16.824,- per kg. Melalui program ini, pemerintah menargetkan harga Beras Haji Nusantara dapat menyentuh angka Rp16.000,- per kg saat tiba di dapur penyedia layanan.

Langkah ini juga menjadi upaya efisiensi dan standardisasi menu jemaah. Menhaj mengungkapkan, dalam komposisi menu yang diberikan, jemaah akan mendapatkan porsi nasi seberat 170 gram setiap kali makan, didampingi lauk 80 gram, sayur 75 gram, serta air mineral dan pelengkap lainnya.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Abdul Aziz