Menghapus Petak di Petak Sembilan

Anto bersiap untuk 'ngamen' bersama barongsainya. FOTO/ Ghina Nurvita Sari - Pemenang Tirto Tustel
Anto bersiap untuk 'ngamen' bersama barongsainya. FOTO/ Ghina Nurvita Sari - Pemenang Tirto Tustel
Anto tampil di lorong-lorong pasar Petak Sembilan. FOTO/ Ghina Nurvita Sari - Pemenang Tirto Tustel
Pembeli di pasar sekitar Petak Sembilan memberikan imbalan ke Anto. FOTO/ Ghina Nurvita Sari - Pemenang Tirto Tustel
Anto tampil bersama barongsainya di depan toko kelontong sekitar Petak Sembilan. FOTO/ Ghina Nurvita Sari - Pemenang Tirto Tustel
Anto tampil di sebuah warung makan sekitar Petak Sembilan. FOTO/ Ghina Nurvita Sari - Pemenang Tirto Tustel
Amplop merah disodorkan Anto ke penonton. FOTO/ Ghina Nurvita Sari - Pemenang Tirto Tustel
Penonton memberikan imbalan melalui amplop merah. FOTO/ Ghina Nurvita Sari - Pemenang Tirto Tustel
Anto menghitung imbalan dari setiap penampilan barongsainya di sekitar Petak Sembilan. FOTO/ Ghina Nurvita Sari - Pemenang Tirto Tustel
Anto menerima imbalan dari setiap penampilan barongsainya di sekitar Petak Sembilan. FOTO/ Ghina Nurvita Sari - Pemenang Tirto Tustel
Anto istirahat sejenak setelah 'ngamen' di sekitar Petak Sembilan. FOTO/ Ghina Nurvita Sari - Pemenang Tirto Tustel
Anto juga menyempatkan beribadah di vihara sekitar Petak Sembilan (foto kanan). FOTO/ Ghina Nurvita Sari - Pemenang Tirto Tustel
Rangkaian foto cerita pemenang Tirto Tustel tentang kisah keseharian seorang pengamen Barongsai yang tinggal di Petak Sembilan. Tirto Tustel/Ghina Nurvita Sari
7 Maret 2018
Ghina Nurvita Sari mengikuti seharian aktivitas Anto, seorang pengamen Barongsai yang tinggal di sekitar kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta. Anto telah menggeluti profesi sebagai pengamen Barongsai selama 7 tahun.
Setiap harinya, Anto berkeliling di sekitaran Pasar Petak Sembilan, masuk ke lorong jalan sempit pemukiman warga dan juga restoran yang ramai pengunjung untuk mengais rejeki. Biasanya seusai berkeliling ke Pasar Petak Sembilan, ia menyempatkan diri untuk sembahyang ke wihara terdekat.

Sudut pandang Ghina yang mengikuti perjalanan seorang pengamen Barongsai ini menghasilkan cerita foto yang berbeda dari kebanyakan peserta yang rata-rata hanya mengambil prosesi ataupun aktivitas di Imlek di suatu klenteng/vihara. Ghina memeberikan kisah visual yang lebih humanis di momen kasih sayang dan perayaan Imlek.

Tirto Tustel/Ghina Nurvita Sari
Editor Foto Tirto/Hafitz Maulana