Menuju konten utama

Mengenal Plat CD dan CC Pada Kendaraan Mobil, Siapa yang Pakai?

Plat CD dan CC merupakan plat khusus yang digunakan untuk perwakilan negara asing dan perwakilan organisasi internasional di Indonesia.

Mengenal Plat CD dan CC Pada Kendaraan Mobil, Siapa yang Pakai?
Plat registrasi kendaraan korps diplomatik. (FOTO/iStockphoto)

tirto.id - Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor (NRKB) atau pelat nomor merupakan nomor unik terdapat di setiap kendaraan. Plat nomor dapat menampilkan identitas hingga status pemilik kendaraan, khususnya para pejabat negara Indonesia maupun pejabat negara asing di Indonesia.

Dua jenis plat nomor yang biasa dipakai oleh pejabat negara asing di Indonesia adalah plat mobil CD dan CC. Namun, siapa saja yang berhak menggunakan plat nomor tersebut?

Pihak yang boleh menggunakan plat CD dan CC adalah perwakilan negara asing (PNA) dan organisasi internasional yang berdinas di Indonesia. Penggunaan plat no CD dan CC diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 mengenai Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor.

Mengutip situs Bapenda Jabar, plat CD dan CC harus dipasang di papan berwarna putih. Aturan penggunaan plat nomor warna putih bagi plat CD dan CC jauh sebelum keluarnya peraturan baru soal pelat nomor putih untuk kendaraan pribadi milik umum yang baru disahkan pada 2022.

Arti Plat CD dan CC serta Siapa Penggunanya?

Plat CD dan CC merupakan pelat khusus yang digunakan untuk perwakilan negara asing dan perwakilan organisasi internasional di Indonesia.

Arti plat CD adalah singkatan dari Corps Diplomatique atau Korps Diplomatik. Plat nomor ini biasanya digunakan oleh PNA alias duta besar negara asing yang berdinas di Indonesia.

Ada juga plat CC yang artinya Corps Consulaire atau Korps Konsulat. Lantas, plat CC untuk siapa? Plat CC bisa digunakan oleh para duta besar negara asing, konsul, dan perwakilan organisasi internasional di Indonesia.

Plat mobil CD dan CC hanya bisa diperoleh lewat rekomendasi Kementerian Luar Negeri. PNA dapat memasang plat CD dan CC di mobil pribadinya setelah STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) maupun BPKB (Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor) diterbitkan.

Penggunaan plat mobil CD dan CC tentunya memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Keuntungan pertama pemilik kendaraan plat CD dan CC adalah dibebaskan dari pajak.

Hal ini sesuai dengan Pasal 34 dan 36 Konvensi Wina 1961 yang menyebut bahwa diplomat bebas dari pajak dan bea cukai, temasuk pajak kendaraan.

Selain tak dibebankan pajak, plat CD dan CC juga menunjukkan identitas pemilik plat sebagai orang yang penting dan prioritas. Pemilik plat CD dan CC berhak memperoleh akses khusus di jalanan yang tidak dimiliki pengendara lain.

Hal ini juga yang menyebabkan sering terjadi kasus pemalsuan plat CD dan CC. Perlu diketahui pemalsuan plat nomor merupakan tindak pidana. Berdasarkan Peraturan Kepala Polri (Perkapolri) No. 5 Tahun 2012, pemalsuan plat nomor bisa dikenai pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

Kode Negara Plat Nomor CD dan CC

Plat mobil CD dan CC juga dilengkapi dengan kode angka yang menunjukan asal negara atau asal organisasi internasional pemilik kendaraan.

Bedasarkan Peraturan Polri (Perpol) Nomor 7 Tahun 2021, kode negara atau asal organisasi plat CD dan CC ditunjukkan lewat dua sampai tiga digit angka setelah kode "CD" atau "CC".

Susunan plat nomor CD dan CC berdasarkan Perpol tersebut adalah CD/CC-(kode negara/organisasi internasional)-(nomor urut registrasi). Contohnya adalah CD 12 01, yang artinya pemilik kendaraan adalah PNA asal Amerika Serikat (AS) dengan nomor registrasi plat 01.

Berikut ini daftar kode negara dan organisasi internasional plat CD dan CC yang saat ini berlaku di Indonesia:

Negara Kode Negara
AS 12
India 13
Perancis 14
Inggris 15
Filipina 16
Vatikan 17
Australia 18
Norwegia 19
Irak 20
Pakistan 21
Belgia 22
Myanmar 23
Uni Emirat Arab 24
China 25
Swedia 26
Saudi Arabia 27
Thailand 28
Mesir 29
Italia 30
Swiss 31
Jerman 32
Sri Lanka 33
Denmark 34
Kanada 35
Brasil 36
Rusia 37
Afghanistan 38
Serbia 39
Ceko 40
Finlandia 41
Meksiko 42
Hungaria 43
Polandia 44
Iran 45
Malaysia 47
Turki 48
Jepang 49
Bulgaria 50
Kamboja 51
Argentina 52
Rumania 53
Yunani 54
Yordania 55
Austria 56
Syria 57
UNDP 58
Selandia Baru 59
Belanda 60
Yaman 61
UPU 62
Portugal 63
Aljazair 64
Korea Utara 65
Vietnam 66
Singapura 67
Spanyol 68
Bangladesh 69
Panama 70
UNICEF 71
UNESCO 72
FAO 73
WHO 74
Korea Selatan 75
ADB 76
IBRD 77
IMF 78
ILO 79
Papua Nugini 80
Nigeria 81
Chili 82
UNHCR 83
WFP 84
Venezuela 85
ESCAP 86
Kolombia 87
Brunei Darussalam 88
UNIC 89
IFC 90
PTRI ASEAN 92
Fiji 93
Belarus 94
Kazakhstan 95
UNIDO 96
ICRC 97
Maroko 98
Uni Eropa 99
ASEAN 100
Tunisia 101
Kuait 102
Laos 103
Palestina 104
Kuba 105
AIPA 106
Libya 107
Peru 108
Slovakia 109
Sudan 110
ASEAN Foundation 111
Utusan Sekjen PBB 112
CIFOR 113
Bosnia Herzegovina 114
Lebanon 115
Afrika Selatan 116
Kroasia 117
Ukraina 118
Uzbekistan 120
Qatar 121
UNFPA 122
Mozambique 123
Timor Leste 125
Suriname 126
Ekuador 127
Zimbabwe 128
IOM 130
Azerbaijan 131
Georgia 132
Paraguay 133
Oman 134
Armenia 135
Bahrain 136
Mongolia 137
San Marino 138
Irlandia 139
UNORCID 140
IDB 141
Guinea Bissau 142
Etiopia 143
Kepulauan Solomon 144
IFAD 145

Baca juga artikel terkait PLAT NOMOR atau tulisan lainnya dari Yuda Prinada

tirto.id - Otomotif
Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Ibnu Azis & Yonada Nancy