Mengenal Menstrual Synchrony & Pemicu Jadwal Haid Sama dengan Teman

Oleh: Erika Erilia - 29 Desember 2020
Dibaca Normal 2 menit
Jadwal menstruasi bersamaan (Menstrual Synchrony) bisa dialami sejumlah perempuan yang saling berinteraksi. Apa hasil studi soal hal ini?
tirto.id - Menstrual Synchrony atau sinkronisasi menstruasi merupakan fenomena ketika 2 perempuan atau lebih mengalami menstruasi di waktu yang bersamaan. Kelompok perempuan dengan jadwal haid yang sama biasanya tinggal dalam satu rumah atau sering menghabiskan waktu bersama-sama.

Semakin dekat hubungan suatu kelompok perempuan, maka kemungkinan terjadinya sinkronisasi menstruasi semakin besar. Bahkan, ada anggapan bahwa sinkronisasi menstruasi bisa dijadikan simbol kedekatan antar-perempuan.

Keyakinan akan terjadinya menstrual synchrony sebenarnya sudah ada sejak lama. Banyak orang yang meyakini bahwa perempuan yang sering menghabiskan waktu bersama akan mengalami jadwal haid berbarengan. Di sisi lain, fenomena ini masih jadi perdebatan di antara para ilmuwan.


Lalu, kenapa fenomena ini bisa terjadi? Dugaan awal adalah adanya pengaruh mekanisme hormon. Ketika ada seorang perempuan berinteraksi dengan wanita lain yang sedang haid, maka feromon (senyawa di tubuh) keduanya akan saling mempengaruhi. Akibatnya, jadwal menstruasi pun ikut terpengaruh.


Hasil Studi Ilmiah soal Sinkronisasi Menstruasi

Dikutip dari laman Healthline, seorang peneliti bernama Martha McClintock melakukan sebuah riset mengenai sinkronisasi menstruasi pada tahun 1971. Ia mengambil sampel 135 wanita yang tinggal bersama di sebuah asrama perguruan tinggi.

Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa sinkronisasi menstruasi benar-benar terjadi. Faktor yang paling mempengaruhi adalah hubungan sosial antar-perempuan yang mengalami hadi di periode waktu bersamaan.

Sinkronisasi menstruasi bisa terjadi karena mereka tinggal dalam satu tempat dan menghabiskan waktu bersama-sama. Akan tetapi, belum diketahui secara pasti apakah sinkronisasi jadwal haid ini disebabkan oleh hormon atau ada faktor lainnya.


Penelitian McClintock juga didukung studi lain yang pernah dilakukan di tahun 2017. Studi tersebut menyimpulkan bahwa 44% partisipan perempuan yang tinggal bersama di satu tempat ternyata mengalami sinkronisasi menstruasi. Tak hanya itu, kelompok perempuan itu bahkan mengalami gejala menstruasi yang serupa pula, seperti sakit kepala atau migrain.

Riset McClintock menjadi dasar untuk membenarkan adanya fenomena sinkronisasi menstruasi. Namun, lantas muncul beberapa studi yang membuktikan bahwa menstrual synchrony hanyalah sebuah fenomena kebetulan.

Pada tahun 2006, ada sebuah studi yang menentang hasil penelitian McClintock. Studi tersebut mengambil sampel 186 perempuan yang tinggal bersama di sebuah asrama di China.

Hasil riset tersebut menyimpulkan bahwa kelompok wanita yang diteliti tidak mengalami fenomena sinkronisasi menstruasi. Kalaupun ada beberapa perempuan yang mengalami datang bulan secara bersamaan, hal itu dianggap sebagai sebuah kebetulan.

Universitas Oxford juga sempat melakukan penelitian dengan skala lebih besar dengan mengambil data dari 1.500 perempuan. Hasilnya, disimpulkan bahwa siklus menstruasi antar-wanita tidak bisa saling mempengaruhi satu sama lain hanya karena mereka tinggal berdekatan.


Studi lain dengan kesimpulan serupa pun pernah dilakukan di Polandia oleh Anna Ziomkiewicz. Sampelnya adalah remaja wanita yang tinggal bersama di asrama perguruan tinggi. Di asrama tersebut, ada kamar yang diisi oleh 2 hingga 3 orang sehingga dipastikan akan terjadi interaksi sosial.

Studi yang berjalan sekitar 5 bulan tersebut akhirnya menyimpulkan bahwa fenomena menstrual synchrony tidak pernah ada.

Interaksi sosial yang awalnya diduga kuat sebagai penyebab sinkronisasi menstruasi ternyata tidak berpengaruh apa-apa. Jadwal datang bulan justru lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti berat badan dan ketidakteraturan siklus menstruasi.

Kemungkinan Penyebab Menstrual Synchrony

Sampai saat ini, tidak ada bukti kuat yang mendukung terjadinya menstrual synchrony. Kalaupun memang terjadi sinkronisasi menstruasi di kelompok wanita yang tinggal bersama, ada beberapa faktor yang diduga jadi penyebabnya.

Dikutip dari situs Scientific American, keyakinan akan sinkronisasi menstruasi bisa muncul karena adanya salah persepsi. Seperti yang diketahui, siklus menstruasi setiap wanita bisa berbeda-beda. Waktu atau lama menstruasinya pun tidak sama, ada yang hanya 3 hari, 5 hari, atau 1 minggu.

Ketika sekelompok wanita dengan siklus menstruasi berbeda tinggal bersama, akan ada titik temu di mana mereka akan mengalami haid bersamaan.

Jadi, sinkronisasi menstruasi mungkin saja terjadi pada kelompok wanita yang sering berdekatan. Tapi bukan karena interaksi sosial, melainkan lebih karena faktor tumpang tindih waktu akibat perbedaan siklus menstruasi.

Baca juga artikel terkait MENSTRUASI atau tulisan menarik lainnya Erika Erilia
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Addi M Idhom
DarkLight