Menuju konten utama
FIFA Series 2026

Mengapa Thom Haye-Teja Paku Alam Tak Dipanggil Timnas Indonesia?

Tidak ada Thom Haye, Teja Paku Alam, dan Shayne Pattynama di skuad Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026. Cek sebabnya dan statistik Teja di sini.

Mengapa Thom Haye-Teja Paku Alam Tak Dipanggil Timnas Indonesia?
Ekspresi dari pesepak bola Timnas Indonesia Thom Jan Haye (kanan) usai mencetak gol ke gawang Timnas Filipina dalam laga lanjutan Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2024). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym.

tirto.id - Tidak ada nama Thom Haye dan Teja Paku Alam di skuad Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026. Lantas, apa alasan pelatih John Herdman tidak memanggil Haye dan Teja walau performanya di Super League 2026 sedang bagus?

Timnas Indonesia akhirnya mengumumkan nama-nama pemain yang akan dicoba jelang FIFA Series 2026 pada 27 dan 30 Maret nanti. Menariknya, Herdman langsung memanggil 41 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan.

Tentunya akan ada beberapa pemain yang nantinya akan dicoret karena umumnya dalam setiap pertandingan hanya ada 23-26 pemain yang bisa didaftarkan. Artinya, akan ada nyaris setengah dari skuad saat ini yang akan dicoret.

Hal menarik tentu saja tidak adanya nama Thom Haye dan Shayne Pattynama yang biasa menjadi langganan timnas. Juga, tidak ada sosok kiper Persib Bandung yang sedang on fire musim ini yaitu Teja Paku Alam.

Alasan Haye dan Pattynama tidak dipanggil sudah sangat jelas. Dua pemain tersebut sedang mendapatkan sanksi larangan bermain dari FIFA sebagai akibat tindakan yang dianggap kurang sportif saat melawan Irak. Tepatnya saat Indonesia kalah 0-1 pada Oktober 2025 lalu di laga ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Dalam dokumen resmi yang dirilis FIFA pada 5 November 2025, Haye dan Pattynama mendapatkan sanksi larangan bermain sebanyak 4 laga. Haye dan Pattynama dikatakan melakukan tindakan buruk terhadap perangkat pertandingan.

Sanksi itu bisa mereka jalani di FIFA Matchday periode Maret dan Juni 2026 sehingga mereka bisa bermain lagi pada September 2026. Tidak hanya itu, Haye dan Pattynama masing-masing mendapatkan denda uang sebesar CHF5.000 atau sekitar Rp108 juta.

Ketika alasan absennya Haye dan Pattynama sudah menjadi hitam di atas putih, tidak demikian dengan Teja. Pasalnya, Teja sejauh ini bermain sangat bagus bersama Persib namun ternyata masih kalah bersaing dengan kiper langganan tim nasional.

Saat ini ada lima kiper yang dipanggil Herdman. Mereka adalah Emil Audero, Maarten Paes, Ernando Ari, Nadeo Argawinata, dan Cahya Supriadi.

Menggeser sosok Audero dan Paes rasanya memang masih berat bagi siapa saja, termasuk Teja. Pasalnya Audero dan Paes adalah kiper kelas dunia yang saat ini bermain di sepak bola Eropa. Audero bermain di Liga Italia bersama Cremonese dan Paes di Liga Belanda membela Ajax.

Sedangkan Ernando dan Nadeo adalah kiper nomor berikutnya di timnas. Cahya pun juga memiliki pengalaman di level timnas kelompok umur. Teja di sisi lain menjadi yang paling minim pengalaman di timnas.

Namun perdebatan bahwa apakah Teja tidak lebih layak dipanggil daripada Ernando, Nadeo, dan Cahya bisa saja muncul. Apalagi jika bicara prestasi, Teja saat ini adalah kiper utama Persib, tim yang sedang memuncaki klasemen Liga Super.

Lalu, bagaimana dengan perbandingan statistik Teja dengan Ernando, Nadeo, dan Cahya? Jika bicara soal angka, Teja memiliki statistik yang sangat bagus musim ini.

Dari sisi jumlah penampilan, Teja bersama Cahya memang menjadi yang paling minim dengan 22 penampilan. Di sisi lain Ernando telah bermain 23 kali bersama Persebaya Surabaya dan Nadeo yang tidak pernah tergantikan dalam 24 laga bersama Borneo FC.

Namun dari jumlah penampilan itu, gawang Teja yang paling sedikit kebobolan. Gawang Teja hanya kebobolan 10 gol atau rata-rata kebobolan 0,4 gol per laga. Hanya Persijap Jepara dan Persebaya yang bisa menjebol gawang Teja dua kali dalam satu laga.

Statistik itu disusul oleh Nadeo yang kebobolan 24 gol (1 gol per laga) dan Ernando 27 gol (1,2 gol per laga). Terakhir ada Cahya yang gawangnya sudah dibobol 28 gol (1,3 gol per laga) bersama PSIM Yogyakarta.

Menurut data statistik di Transfermarkt, Teja juga menjadi kiper dengan catatan clean sheets terbanyak sejauh ini yakni 15 kali. Jumlah itu hanya bisa didekati Mike Hauptmeijer (Bali United) dengan 9 clean sheets.

Berikutnya ada Cahya dan Nadeo dengan masing-masing 8 clean sheets walau jumlah itu sama dengan koleksi Aqil Savik (Bhayangkara FC). Sedangkan Ernando baru menorehkan 7 clean sheets musim ini.

Tidak dipanggilnya Teja, walau punya statistik bagus musim ini, tentu hanya Herdman yang paham sebabnya. Tanpa kehadiran Teja, Persib sebagai juara Liga Indonesia dua musim terakhir serta pemuncak klasemen musim ini hanya memiliki tiga pemain di timnas yaitu Marc Klok, Beckham Putra, dan Eliano Reijnders.

Jumlah itu terhitung sedikit jika dibandingkan dengan Persija Jakarta (6 pemain) dan Dewa United (4 pemain). Persija punya Rizky Ridho, Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, Mauro Zijlstra, Fajar Fathurrahman, dan Witan Sulaeman. Sedangkan dari tim Dewa ada Ricky Kambuaya, Egy Maulana Vikri, Stefano Lilipaly, dan Ivar Jenner.

Timnas Indonesia sendiri akan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret pukul 20.00 WIB. Kemudian pada 30 Maret akan menghadapi salah satu dari Bulgaria atau Kepulauan Solomon. Informasi mengenai pembelian tiket FIFA Series 2026 di Stadion Gelora Bung Karno dapat Anda simak di sini.

Daftar Pemain Timnas Indonesia FIFA Series 2026

Berikut daftar sementara skuad Timnas Indonesia di FIFA Series 2026:

Kiper

  • Emil Audero (UC Cremonese/Italia)
  • Maarten Paes (AFC Ajax/Belanda)
  • Nadeo Argawinata (Borneo FC)
  • Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta)
  • Ernando Ari (Persebaya Surabaya)

Bek

  • Jay Idzes (US Sassuolo/Italia)
  • Kevin Diks (Borussia Mönchengladbach/Jerman)
  • Dean James (Go Ahead Eagles/Belanda)
  • Elkan Baggott (Ipswich Town/Inggris)
  • Justin Hubner (Fortuna Sittard/Belanda)
  • Nathan Tjoe-A-On (Willem II/Belanda)
  • Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta)
  • Rizky Ridho (Persija Jakarta)
  • Sandy Walsh (Buriram United/Thailand)
  • Fajar Fathurrahman (Persija Jakarta)
  • Muhammad Ferarri (Bhayangkara Presisi)
  • Yance Sayuri (Malut United FC)
  • Calvin Verdonk (LOSC Lille/Prancis)
  • Jordi Amat (Persija Jakarta)

Gelandang

  • Joey Pelupessy (Lommel SK/Belgia)
  • Eliano Reijnders (Persib Bandung)
  • Ivar Jenner (Dewa United)
  • Marc Klok (Persib Bandung)
  • Ricky Kambuaya (Dewa United)
  • Witan Sulaeman (Persija Jakarta)
  • Egy Maulana Vikri (Dewa United)
  • Tim Geypens (FC Emmen/Belanda)
  • Arkhan Fikri (Arema FC)
  • Ezra Walian (Persik Kediri)
  • Victor Dethan (PSM Makassar)

Striker

  • Miliano Jonathans (Excelsior/Belanda)
  • Ole Romeny (Oxford United/Inggris)
  • Ragnar Oratmangoen (FCV Dender/Belgia)
  • Beckham Putra (Persib Bandung)
  • Mauro Zijlstra (Persija Jakarta)
  • Ramadhan Sananta (DPMM FC/Brunei)
  • Yakob Sayuri (Malut United)
  • Adrian Wibowo (Los Angeles FC/Amerika Serikat)
  • Hokky Caraka (Persita Tangerang)
  • Jens Raven (Bali United)
  • Stefano Lilipaly (Dewa United)

Pelatih

  • John Herdman

Baca juga artikel terkait TIMNAS INDONESIA atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Oryza Aditama