tirto.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti melaporkan sejumlah kendala teknis pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025 kepada Komisi X DPR RI, Rabu (26/11/2025).
Adapun kendala pertama yang disebutnya adalah cuaca ekstrem yang menyebabkan pemadaman listrik di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, terdapat juga serangan siber terhadap server pusat.
“Selama pelaksanaan TKA, terdapat beberapa kendala utama, seperti adanya pemadaman listrik akibat cuaca ekstrem di beberapa kabupaten di wilayah Nusa Tenggara Timur,” kata Mu’ti dalam Rapat Komisi X DPR RI, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Mu’ti mengatakan peserta TKA yang terdampak cuaca ekstrem di NTT itu dijadwalkan mengikuti TKA susulan pada 17 hingga 23 November 2025. Kemudian, Mu’ti menyampaikan kendala pelaksanaan TKA ini juga tak terlepas dari adanya pelanggaran baik dari peserta, pengawas, maupun teknisi.
“Untuk itu, Kemendikdasmen akan menindak tegas dan tidak menoleransi praktik-praktik kecurangan yang dilakukan dengan memberikan sanksi sesuai dengan pelanggarannya,” kata Mu’ti.
Dengan demikian, Mu’ti tak menampik pelaksanaan TKA 2025 masih meninggalkan catatan untuk bahan evaluasi. Katanya, terdapat beberapa langkah strategis yang akan dilakukan, seperti penguatan sosialisasi hingga penanaman nilai kejujuran sejak dini.
“Penguatan sosialisasi kebijakan, tidak hanya TKA, melainkan kebijakan lain di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang tidak hanya akan difokuskan pada pemahaman terhadap program, tetapi juga menekankan pada pentingnya menanamkan nilai kejujuran kepada sekolah, siswa, dan orang tua,” jelas Mu’ti.
Mu’ti memastikan kementeriannya akan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran sekecil apapun guna menjaga integritas dan keadilan dalam pelaksanaan TKA.
“Secara khusus, kami akan terus menyosialisasikan program TKA dengan menekankan pentingnya memiliki asesmen terstandar sebagai bagian dari sistem pendidikan yang dicita-citakan untuk anak-anak Indonesia,” katanya.
Melalui upaya ini, lanjut Mu’ti, pihaknya berharap pelaksanaan TKA tidak hanya menjadi alat ukur capaian belajar, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kesadaran akan nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab sejak dini.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































