Menuju konten utama

Mendikdasmen: Skema Kantin Sekolah untuk MBG Masih Dikaji

Mendikdasmen Abdul Mu'ti sebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak untuk semua siswa, tapi diprioritaskan bagi yang membutuhkan.

Mendikdasmen: Skema Kantin Sekolah untuk MBG Masih Dikaji
Sejumlah siswa membawa ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) di komplek Madrasah Ibtidayyah Negeri (MIN) 11 Aceh Barat dan Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTS) Harapan Bangsa Desa Kuta Padang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (20/5/2026). Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memangkas pagu anggaran program MBG pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun sesuai dengan instruksi presiden, untuk memastikan dana program MBG dapat dikelola lebih efektif dan efisien. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengungkapkan bahwa skenario keterlibatan kantin sekolah dalam distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dirumuskan bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah belum menetapkan keputusan akhir mengenai skema teknis tersebut.

"Jadi belum ada keputusan soal bagaimana nanti kantin dan berbagai pelayanan lainnya. Agar MBG berjalan dengan baik, tentu semua harus melalui pengkajian yang mendalam," kata Abdul Mu'ti di Yogyakarta, Minggu (5/7/2026) seperti dikutip dari Antara.

Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa dalam rapat tingkat menteri, telah disepakati bahwa sasaran penerima manfaat MBG tidak akan dibagikan ke seluruh siswa secara merata. Program ini akan difokuskan secara selektif kepada mereka yang benar-benar membutuhkan agar lebih tepat sasaran.

"Yang sudah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah penerima MBG ini nanti tidak untuk semuanya, tetapi hanya untuk yang memerlukan," ujarnya.

Saat ini, Kemendikdasmen terus menyusun mekanisme pelaksanaan agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini berjalan optimal. Selaku kementerian teknis, Kemendikdasmen bertugas memberikan masukan kepada BGN selaku pemegang otoritas penuh program MBG.

"Mekanismenya bagaimana sedang kami susun supaya kebijakan ini dapat terlaksana dengan baik," tutur Abdul Mu'ti.

"Semangat MBG kan oleh Pak Presiden dimaksudkan untuk membangun generasi yang sehat secara fisik sehingga terbebas dari stunting," tambahnya.

Ia juga menyatakan bahwa MBG ke depan hanya untuk yang berhak menerima. "Jadi memang ya lebih tepat siapa yang paling berhak menerima itu yang dilayani," katanya.

Lebih dari sekadar pemenuhan nutrisi, Kemendikdasmen juga mengintegrasikan program MBG ini sebagai instrumen penguatan pendidikan karakter. Kegiatan makan bersama ini masuk ke dalam salah satu poin gerakan "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat".

"Kami sudah menerbitkan berbagai panduan mengenai bagaimana pendidikan karakter terintegrasi dengan MBG," jelasnya.

Untuk langkah selanjutnya, pihak Kemendikdasmen akan tetap berkoordinasi aktif sembari menunggu regulasi resmi yang dikeluarkan oleh BGN.

"Bagaimana nanti kebijakan barunya akan disiapkan BGN sebagai institusi yang mempunyai kewenangan menyelenggarakan MBG," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Antara

tirto.id - Flash News
Reporter: Antara
Penulis: Antara
Editor: Rina Nurjanah