Menuju konten utama

Mendikdasmen Rapat Bahas Sekolah Rakyat dengan Presiden Sore Ini

Saat ini, kata Abdul Mu'ti, desain kurikulum dan guru Sekolah Rakyat telah siap diputuskan Prabowo Subianto.

Mendikdasmen Rapat Bahas Sekolah Rakyat dengan Presiden Sore Ini
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti usai menutup Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2025 di PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, pada Rabu (30/4/2025). Tirto.id/Rahma Dwi Safitri
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan akan bertemu Presiden Prabowo Subianto membahas finalisasi program Sekolah Rakyat. Pertemuan itu akan digelar sore ini juga bersama dengan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, sebagai penyelenggara program.

“Nanti sore rapat dengan Pak Presiden dan juga Menteri Sosial membahas tentang tindak lanjut (sekolah rakyat),” ujar Mu’ti usai menutup Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2025 di PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, pada Rabu (30/4/2025).

Mu’ti mengatakan rapat ini merupakan rapat lanjutan dari pembahasan-pembahasan yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Saat ini, kata Abdul Mu'ti, desain kurikulum dan guru telah disiapkan untuk diputuskan oleh Presiden.

“Kami sudah rapat beberapa kali, desain kurikulumnya juga sudah oke, kemudian nanti gurunya juga sudah kami siapkan, tinggal nanti skemanya seperti apa, keputusannya nanti rapat dengan Pak Presiden jam 3 (sore),” terang Mu’ti.

Terkait jumlah guru, Mu’ti mengatakan hal ini akan menyesuaikan dengan jumlah Sekolah Rakyat.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengungkapkan bahwa program Sekolah Rakyat akan menggunakan kurikulum yang didesain secara khusus. Adapun kurikulum tersebut disebut tailor-made dengan sistem multi-entry dan multi-exit.

Mu’ti menjelaskan sistem kurikulum ini menjadikan siswa tak memiliki keseragaman karena penilaiannya berbasis pada capaian belajarnya. Misalnya, siswa tak harus selalu masuk di kelas 1, melainkan dapat langsung menempati kelas di atasnya.

“Jadi mungkin saja disebut sebagai multi-entry karena dia bisa masuk di level mana saja. Disebut multi-exit itu artinya, kalau dia capaian pembelajaran sudah memenuhi, dia bisa capaian pembelajaran yang berikutnya. Jadi enggak harus tes bareng-bareng sebagai mana sekolah-sekolah formal yang ada itu,” ujar Muti ketika ditemui wartawan usai acara Halal Bihalal di Kantor Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (11/4/2025).

Sementara itu, terkait dengan rekrutmen guru Sekolah Rakyat, Mu’ti mengatakan akan dikakukan secara terbuka dengan syarat telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG). Adapun mengenai statusnya adalah kontrak khusus untuk sekolah rakyat.

Baca juga artikel terkait SEKOLAH atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto