Menuju konten utama
Advertorial

Mendalami Kitab Suci: dari Nyuhun hingga TafsirWeb & Bisa Quran

Membaca serta mempelajari al-Quran di bulan suci Ramadan termasuk salah satu ibadah yang sangat dianjurkan. Sebagai persiapan, ada baiknya Anda mengunjungi TafsirWeb dan Bisa Quran.

Mendalami Kitab Suci: dari Nyuhun hingga TafsirWeb & Bisa Quran
Ilustasi Al-Quran. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Mudofar Dede, alumnus program studi Bahasa Sunda Universitas Padjajaran, Sumedang, suatu ketika bercerita mengenai pengalaman masa kecilnya menjalani laku “santri kalong” di Al-Idrus—salah satu pesantren-kampung di wilayah Malausma, Majalengka.

“Tiap kali mengaji, Ajengan Kiki selalu mengingatkan para santri untuk nyuhun al-Quran,” katanya. Situs kamusdaerah.com menjelaskan, nyuhun, berakar pada kata 'suhun', artinya “menaruh (membawa) barang di kepala.” Dalam bahasa Indonesia, ungkapan tersebut sama dengan menjunjung.

Menaruh atau menjunjung al-Quran di kepala adalah salah satu bentuk penghormatan umat Islam terhadap kitab sucinya. Di Jawa Barat, para santri dan anak-anak kecil yang baru belajar mengaji kerap diingatkan untuk tidak membawa al-Quran dengan cara ditenteng, sebagaimana membawa buku atau bacaan biasa. Namun demikian, meskipun nyuhun Quran adalah hal lumrah dalam tradisi masyarakat Sunda—mungkin juga masyarakat lain di berbagai bangsa—K.H. Ahmad Hafizh Ali Daud dari pondok pesantren terpadu Nurul Amanah, Tasikmalaya, secara metaforik justru menyebut hal demikian bertentangan dengan salah satu fungsi al-Quran sebagai ash-shiraat (jalan).

“Sebagai Jalan Hidup atau The Way of Life, al-Quran itu mestinya ‘diinjak’, bukan di-susuhun (dijunjung-junjung dalam pengertian sebenarnya).” Tentu saja imbauan untuk menginjak al-Quran itu disampaikan tidak dalam makna denotatif. “Artinya, untuk menghormati al-Quran, seseorang harus berjalan di atas ketetapan-ketetapan yang digariskan Allah dalam kitab-Nya, bukan semata menjungjung al-Quran di atas kepala,” tegas K.H. Ahmad Hafizh, saat mengampu tafsir Fi-Zhilalil Quran karya Sayyid Qutb di hadapan santri-santrinya.

Mempelajari al-Quran, lebih-lebih mempelajari tafsirnya, adalah dua hal yang berbeda. Seorang muslim bisa saja lancar membaca al-Quran namun tidak memahami kandungannya. Terkait itu, kehadiran situs TafsirWeb tak ubahnya angin segar bagi masyarakat yang ingin mempelajari al-Quran lebih mendalam.

TafsirWeb adalah website sederhana yang sedang dikembangkan untuk menjadi pusat kumpulan tafsir al-Qur’an terlengkap di Indonesia. Di dalamnya, pengunjung bisa memilih tafsir lengkap 30 juz yang sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengetahui ayat-ayat yang berkaitan dengan topik-topik tertentu, misalnya shalat, Anda cukup memasukkan kata kunci yang relevan di kolom pencarian. Hasilnya, Anda akan mendapatkan ayat-ayat mengenai shalat lengkap dengan penjelasan yang dihimpun dari sejumlah tafsir sekaligus. Selain itu, TafsirWeb juga menyediakan tafsir berdasarkan surat dan serial (misalnya seri ciri orang-orang bertakwa versi Surah al-Baqarah ayat 1-5).

Beberapa tafsir yang menjadi rujukan situs tersebut antara lain Tafsir al-Muyassar karya sekumpulan ulama di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih Alu Syaikh (mantan Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Penyuluhan Arab Saudi),

Tafsir Juz ‘Amma karya Syaikh Prof. Dr. Shalih Fauzan al-Fauzan (anggota Komite Fatwa Majelis Ulama Arab Saudi), Tafsir as-Sa’di karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Naashir as-Sa’di (pakar tafsir Arab Saudi), Tafsir Ibnu Katsir karya klasik Imam Ibnu Katsir yang diringkas oleh Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri, dan lain-lain. Pendek kata, dengan mengunjungi TafsirWeb pembaca akan disuguhi tafsir al-Quran dari para pakar terkemuka.

Sedangkan untuk kalangan yang ingin belajar baca al-Quran, tersedia layanan Bisa Quran. Saat ini, lebih dari 1500 orang telah merasakan manfaatnya. Citra Kharisma (31 tahun), seorang presenter, menyebut layanan tersebut membuat dirinya bisa membaca al-Quran dalam tempo dua hari. “Metodenya sangat mudah dicerna dan dipahami,” katanya.

Metode Bisa Quran berisi pelajaran-pelajaran penting seperti mengenal huruf, harakat, perubahan huruf, bacaan panjang, tajwid, dan rumus singkat. Semua itu bisa Anda dapatkan dalam bentuk video tutorial dan buku panduan (cetak dan e-book bonus).

Berhubung bulan Ramadan tiba sebentar lagi—dan membaca serta mempelajari al-Quran di bulan suci termasuk salah satu ibadah yang sangat dianjurkan—sebagai upaya persiapan ada baiknya Anda mengunjungi TafsirWeb dan Bisa Quran.

Baca juga artikel terkait AL-QURAN atau tulisan lainnya dari Advertorial

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Advertorial
Editor: Advertorial