tirto.id - Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) telah melakukan sosialisasi terkait mekanisme dan aturan penyelenggaraan Olimpiade Siswa Nasional (OSN) tingkat kota/kabupaten cabang Biologi untuk jenjang pendidikan SMA/SMK/MA/Sederajat tahun 2025.
Nantinya, peserta OSN 2025 yang lolos tingkat kota/kabupaten akan melanjutkan seleksi di tingkat provinsi hingga tingkat nasional. Kegiatan OSN-K 2025 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 24-25 Juni 2025.
Dengan berkompetisi di OSN, diharapkan peserta didik lebih terdorong untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain biologi, cabang OSN-K tingkat SMA/SMK/MA/Sederajat terdiri dari Matematika, Fisika, Kimia, Informatika/Komputer, Biologi, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, dan Geografi.
Gambaran Umum Olimpiade OSN Bidang Biologi Tahun 2025
OSN-K bidang Biologi tingkat SMA/SMK/MA/Sederajat tahun 2025 diselenggarakan serentak sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia.
Ujian dilaksanakan di sebuah satuan pendidikan, dengan ruang tes yang dirancang khusus untuk menjamin kenyamanan, keamanan, dan transparansi. Secara umum, fasilitas dan pengaturan ruang tes OSN-K Kabupaten/Kota meliputi:
- Setiap peserta mendapatkan satu set meja, kursi, dan komputer;
- Jarak tempat duduk diatur minimal 1,5 meter antar peserta dan/atau dengan pemasangan sekat. Tujuannya untuk mencegah terjadinya kerjasama antar peserta atau melihat pekerjaan peserta lain.
- Pencahayaan, sirkulasi udara, kebersihan, ketenangan, dan keamanan ruangan harus dalam kondisi optimal.
- Ruang tes harus mampu menampung hingga maksimal 20 peserta, sambil memenuhi seluruh persyaratan nomor (1), (2), dan (3).
- Hanya peserta dan petugas resmi yang diperkenankan berada di dalam atau di sekitar ruang tes.
Dengan standar pengaturan dan fasilitas tersebut, OSN-K Biologi 2025 diharapkan berjalan lancar, adil, dan kondusif bagi seluruh peserta.
Aturan Umum Bidang Biologi dalam OSN-K SMA/SMK Tahun 2025
Dalam OSN-K bidang Biologi untuk jenjang SMA/SMK/MA/Sederajat tahun 2025, peserta diwajibkan mematuhi tata tertib berikut agar kompetisi berjalan adil dan tertib:
- Peserta wajib mengenakan seragam sekolah;
- Dilarang membawa perangkat komunikasi apa pun (misalnya smartphone, smartwatch, earphone, headset, dan sejenisnya);
- Dilarang membawa perangkat selain yang diizinkan;
- Dilarang mengenakan jam tangan selama tes berlangsung. Timer sudah disediakan di platform tes;
- Tidak boleh berbicara atau bertanya kepada orang lain tanpa izin pengawas;
- Tidak boleh meninggalkan tempat duduk (untuk keperluan apapun) tanpa persetujuan pengawas atau panitia;
- Atas persetujuan pengawas atau panitia, peserta boleh ke toilet selama tes berjalan. Namun, hal ini tidak disarankan;
- Dilarang menyontek, memplagiasi, dan/atau saling bertukar jawaban;
- Dilarang mendokumentasikan atau menyebarluaskan soal dan jawaban selama tes;
- Dilarang memalsukan identitas peserta alias menggunakan “joki";
- Tidak diperbolehkan menggunakan masker atau cadar kecuali sedang benar-benar sakit atau karena keyakinan;
- Diperbolehkan makan dan minum selama tes berlangsung asalkan tidak berisik dan mengganggu peserta lain.
Bagi peserta didik yang tertangkap tangan melakukan pelanggaran terhadap peraturan tersebut dapat dikenai sanksi berupa teguran lisan, pengurangan nilai, hingga diskualifikasi.
Sementara pengawasan tes peserta didik saat pelaksanaan OSN-K dilakukan oleh petugas pengawas secara silang dari satuan pendidikan penyelenggara OSN-K yang terdekat dan ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Sementara guru yang menjadi pengawas juga harus merupakan pengajar di bidang non sains.
Mekanisme Tes Ujian OSN-K Bidang Biologi SMA/SMK Tahun 2025
Mekanisme tes ujian OSN-K bidang Biologi untuk SMA/SMK/MA/Sederajat tahun 2025 dilaksanakan secara daring melalui Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
Menurut Buku Panduan Olimpiade Sains Nasional 2025, Soal OSN-K Bidang Biologi akan terdiri dari 50 butir pertanyaan benar/salah. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal-soal tersebut adalah tiga jam (180 menit).
Berkaca dari peraturan umum yang diterapkan tahun-tahun sebelumnya, untuk mempermudah perhitungan, peserta diperkenankan menggunakan kalkulator fisik selama ujian.
Penilaian dilakukan tanpa pengurangan nilai (tidak ada sistem “minus”), sehingga sangat disarankan agar semua pernyataan dijawab. Sementara skor per soal ditentukan berdasarkan jumlah pernyataan benar sebagai berikut:
- 4 pernyataan dijawab dengan tepat : 1 poin
- 3 pernyataan dijawab dengan tepat : 0,6 poin
- 2 pernyataan dijawab dengan tepat : 0,2 poin
- 1 pernyataan dijawab dengan tepat : 0 poin
- 0 pernyataan dijawab dengan tepat : 0 poin
Dengan demikian, nilai maksimum yang dapat dicapai peserta adalah 50 poin. Meskipun aturan umum OSN-K Biologi relatif konsisten dari tahun ke tahun, panitia dapat melakukan penyesuaian minor pada format atau kebijakan teknis, yang akan diatur lebih lanjut dalam buku panduan resmi.
Penulis: Febriyani Suryaningrum
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id






































