tirto.id - Materi shalat Tarawih untuk anak SD dapat meliputi pengajaran tentang pengertian salat Tarawih, hukum, ketentuan, tata cara, jumlah rakaat, keutamaan, dan dalil. Pengenalan terhadap ibadah sunah ini dapat membentuk karakter anak-anak, sikap disiplin, dan rasa cinta yang dalam kepada Allah.
Salat Tarawih adalah ibadah sunnah muakkadah alias sangat dianjurkan. Muslim di Indonesia biasa melaksanakan Tarawih berjemaah di masjid atau musala setelah salat Isya pada bulan Ramadan.
Sehubungan dengan itu, pihak sekolah umumnya mempersiapkan buku kegiatan Ramadan untuk anak SD. Catatan dalam buku tersebut mencakup riwayat salat Tarawih di masjid, nama imam dan penceramah, serta judulnya.
Rangkuman Materi Shalat Tarawih untuk Anak TK dan SD
Materi tentang shalat Tarawih TK dan SD bisa guru atau pembimbing sampaikan di tempat pembelajaran. Bukan hanya itu, orang tua juga bisa menjelaskan tentang ibadah sunah ini di rumah.
Berikut ini materi shalat Tarawih untuk anak SD maupun TK.
Pengertian Shalat Tarawih, Hukum, dan Waktu
Pada masa Nabi Muhammad SAW, salat pada malam hari bulan Ramadan disebut sebagai qiyam ramadhan. Tarawih adalah bentuk jamak dari kata tarwihah atau istirahat. Penamaan itu muncul karena di sela-sela rakaat tarawih umat Islam akan duduk untuk istirahat.Menurut istilah, salat Tarawih adalah salat sunah yang menjadi ibadah khusus pada malam Ramadan. Jumlah rakaatnya berbeda-beda karena memiliki dalil berbeda serta kuat.
Di Indonesia, umumnya kalangan Muhammadiyah mengerjakan salat tarawih sejumlah 8 rakaat ditambah 3 rakaat salat Witir. Totalnya, 11 rakaat.
Ada juga yang mengerjakan Tarawih dengan formasi 4 rakaat tarawih, 4 rakaat tarawih, dan ditutup dengan 3 witir. Lalu, terdapat juga yang mengerjakan 2 rakaat demi 2 rakaat Tarawih dengan ditutup 3 rakaat Witir.
Sementara itu, kalangan Nahdlatul Ulama (NU) menunaikan salat Tarawih dengan jumlah 20 rakaat ditambah 3 rakat Witir sehingga totalnya 23 rakaat. Pengerjaannya meliputi 2 rakaat demi 2 rakaat Tarawih, lalu ditutup Witir dengan formasi 2 rakaat dan 1 rakaat.
Mayoritas ulama di Indonesia menyepakati hukum pelaksanaan salat Tarawih dan Witir adalah sunah muakaddah. Salah satu dalil pelaksanaan shalat Tarawih datang dari hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah RA berikut.
“Rasulullah SAW menganjurkan untuk melakukan qiyamu Ramadan [salat Tarawih], tetapi tidak mewajibkannya, sebagaimana sabda beliau. 'Barang siapa yang terjaga [melakukan qiyam] pada Ramadan karena iman dan mengharap pahala akan diampuni dosanya yang telah lalu.',” (HR Bukhari dan Muslim).
Adapun umat Islam dapat melaksanakan salat Tarawih secara munfarid (sendiri) atau berjemaah. Kendati demikian, muslimin lebih utama melaksanakan Tarawih berjemaah di masjid atau musala.
Waktu pengerjaan salat Tarawih adalah setelah Isya hingga menjelang salat Subuh. Oleh karena itu, umat muslim bisa mengerjakan ibadah sunah ini pada dini hari.
Kendati begitu, mayoritas masyarakat di Indonesia melaksanakan salat Tarawih secara berjemaah setelah salat Isya.
Tata Cara Mengerjakan Shalat Tarawih
Tata cara mengerjakan salat tarawih 8 rakaat bisa menggunakan 2 macam formasi. Di antaranya ada yang melaksanakan Tarawih dengan formasi 2 rakaat dan formasi 4 rakaat.Berikut ini ketentuan shalat Tarawih.
Tata Cara Sholat Tarawih 8 Rakaat Formasi 2-2-2-2-3
- Takbiratulihram sambil membaca niat di dalam hati.
- Membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca salah satu surat dalam Al-Qur'an.
- Rukuk.
- Iktidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
- Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua.
- Melakukan hal yang sama seperti rakaat pertama (mulai dari baca Al-Fatihah hingga sujud kedua).
- Setelah bangkit dari sujud kedua di rakaat kedua, duduk tasyahud, lalu salam.
- Kembali salat 2 rakaat sekali salam sebanyak 3 kali sehingga Tarawih genap 8 rakaat.
- Akhiri dengan Witir 3 rakaat, baik itu digabung sekaligus atau dipisahkan 2-1.
Tata Cara Sholat Tarawih 8 Rakaat Formasi 4-4-3
- Takbiratulihram sambil membaca niat di dalam hati.
- Membaca surah Al-Fatihah.
- Membaca salah satu surah dalam Al-Qur'an.
- Rukuk.
- Iktidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
- Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua.
- Melakukan hal yang sama seperti rakaat pertama (mulai dari baca Al-Fatihah hingga sujud kedua).
- Mengerjakan rakaat ketiga sesuai urutan gerakan di rakaat kedua.
- Mengerjakan rakaat keempat sesuai urutan gerakan di rakaat kedua.
- Setelah bangkit dari sujud kedua di rakaat keempat, duduk tasyahud, lalu salam.
- Kembali salat 4 rakaat sekali salam sehingga Tarawih genap 8 rakaat.
- Akhiri dengan Witir 3 rakaat, baik itu digabung sekaligus atau dipisahkan 2-1.
Tata Cara Shalat Tarawih 20 Rakaat
Tata cara mengerjakan salat Tarawih 20 rakaat ditambah 3 witir umumnya serupa dengan jumlah rakaat lain. Saat Witir, ada yang menggabungkan 3 rakaat atau memisahkannya jadi 2 rakaat ditambah 1 rakaat.Berikut ketentuan shalat Tarawih 20 rakaat.
- Takbiratulihram sambil membaca niat di dalam hati.
- Membaca Surat Al-Fatihah, kemudian membaca salah satu surah dalam Al-Qur'an.
- Rukuk.
- Iktidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
- Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua
- Melakukan hal yang sama seperti rakaat pertama (mulai dari baca Al-Fatihah hingga sujud kedua).
- Duduk tasyahud akhir dan salam pada rakaat kedua.
- Kembali melaksanakan sholat tarawih 2 rakaat dengan satu salam hingga 10 kali.
- Diakhiri dengan Witir 3 rakaat, baik itu digabung sekaligus atau dipisahkan 2-1.
Bacaan Niat Sholat Tarawih untuk Imam dan Makmum
Salah satu rukun salat Tarawih adalah membaca niat bersamaan dengan takbiratulihram. Niat untuk salat Tarawih meliputi dua jenis, yaitu bacaan imam dan makmum.Niat Shalat Tarawih Sebagai Imam
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ َ... رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَىBacaan Latinnya:
Ushalli sunnatat Tarāwīhi ... rakaatin mustaqbilal qiblati adā’an imaman lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih ... rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”
Jika shalat tarawih berlangsung 4 rakaat, maka yang disebut adalah arba'a (َارْبَعَ ) atau empat rakaat. Jika shalatnya sejumlah 2 rakaat, yang disebut adalah rak'atayni (رَكْعَتَيْنِ ) atau dua rakaat.
Niat Shalat Tarawih Sebagai Makmum
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ َارْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَىBacaan Latinnya:
Ushalli sunnatat tarawiihi ... rakaatin mustaqbilal qiblati adaan makmuman lillahi ta'ala.
Artinya:
"Saya berniat salat sunah Tarawih empat rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT."
Jika shalat tarawih berlangsung 4 rakaat, maka yang disebut adalah arba'a (َارْبَعَ ) atau empat rakaat. Jika shalatnya sejumlah 2 rakaat, yang disebut adalah rak'atayni (رَكْعَتَيْنِ ) atau dua rakaat.
Demikian rincian materi shalat Tarawih untuk anak SD dan TK yang bisa guru sampaikan di sekolah. Semoga materi tentang shalat Tarawih ini dapat menambah wawasan sekaligus meningkatkan semangat ibadah anak.
Pastikan juga untuk membaca beragam informasi terbaru tentang salat Tarawih di laman berikut.
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Fitra Firdaus
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id






































