Maruarar Sirait: Saya Tidak Dilibatkan dalam Piala Presiden 2019

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 20 Februari 2019
Maruarar mengatakan bahwa dia tidak diajak untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan Piala Presiden sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
tirto.id - Maruarar Sirait mengatakan bahwa dirinya tidak dilibatkan dalam penyelenggaraan turnamen pramusim Piala Presiden 2019. Dijumpai reporter Tirto usai acara Mata Najwa di kawasan Jakarta Selatan, pria yang juga politikus partai PDI-Perjuangan itu menampik ucapan sejumlah petinggi PSSI yang sempat menyebut dirinya kemungkinan besar tergabung dalam penyelenggaraan Piala Presiden 2019.

"Enggak ada, saya sama sekali enggak diajak itu soal Piala Presiden," kata Ara, Rabu (20/2/2019) malam.

Sebelumnya, usai RUPS PT LIB di Hotel Sultan, Senin (18/2/2019) reporter Tirto sempat bertanya kepada Sekjen PSSI, Ratu Tisha soal keikutsertaan Ara. Saat itu Ratu belum bisa menjawab secara pasti, namun kemungkinan tersebut tetap ada.

"Iya, kemungkinan masih tetap beliau [Maruaar] ketua SC-nya," ungkap Tisha.


Piala Presiden 2019 sendiri rencananya bakal dibuka pada 2 Maret 2019 mendatang. PSSI telah memastikan bahwa akan ada 20 klub yang jadi partisipan, dengan lima di antaranya berpredikat tuan rumah fase grup.

Pada tiga gelaran Piala Presiden terakhir, Maruarar memang tak tergantikan dalam posisi sebagai Ketua Steering Committee (SC).

Namun, untuk saat ini situasinya memang berbeda.


"Tahun ini saya tidak dilibatkan, untuk pertama kali. Selama Jokowi jadi Presiden, saya selalu jadi ketua SC, tapi tahun ini saya enggak," kata Ara.

Kendati tak dilibatkan, Maruaar mengaku secara pribadi hal itu bukan masalah besar baginya.

"Ya enggak apa-apa, masak kita enggak diajak kok pengen diajak-ajak," tandasnya.

Saat ini, dalam kepengurusan sepakbola, Maruarar diketahui juga berstatus sebagai anggota Dewan Pembina PSSI.


Baca juga artikel terkait PIALA PRESIDEN 2019 atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Olahraga)

Reporter: Herdanang Ahmad Fauzan
Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Agung DH